Rocky Gerung Masuk Wantimpres, Respons Satire Sejumlah Figur Publik Ramai di Media Sosial

Diposting pada

Pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat, 2 Oktober 2026, langsung memicu percakapan luas di media sosial. Bersama 25 anggota lain, akademisi dan aktivis yang selama ini dikenal vokal mengkritik kebijakan pemerintah itu resmi dikukuhkan di Istana Negara, Jakarta, dalam formasi baru yang disiapkan Presiden Prabowo Subianto. Keputusan Rocky bergabung ke lingkaran istana pun segera menjadi bahan sorotan publik, terutama karena rekam jejaknya selama ini identik dengan sikap oposisi dan kritik tajam.

Di jagat digital, sejumlah artis, komika, hingga influencer ikut merespons dengan nada sindiran. Nama Omara Esteghlal menjadi salah satu yang paling awal disorot warganet. Lewat utas di Threads, aktor yang juga dikenal sebagai pasangan Prilly Latuconsina itu menyinggung perubahan sikap sosok yang dulu keras mengkritik, tetapi kini menerima jabatan di pemerintahan. Meski tidak menyebut Rocky secara gamblang, banyak pengguna media sosial menduga tulisannya diarahkan kepada filsuf tersebut. Dalam salah satu unggahannya, Omara menulis, “Awalnya paling lantang mengkritik, ujung-ujungnya bahagia dilantik. Ku tak yakin para filsuf yang kau kutip akan bangga dengan kau.”

Omara juga mengaitkan pelantikan itu dengan istilah yang pernah populer dari Rocky. Ia menulis, “Dulu teriak-teriak 'dungu dungu dungu' Sekarang teriaknya 'dukung dukung dukung' Ini ngga sengaja atau emang lagi bingung?” Cuitan tersebut memperkuat kesan bahwa publik figur itu sedang menyentil pergeseran posisi Rocky dari pengkritik menjadi bagian dari struktur kekuasaan. Di saat yang sama, warganet ikut membanjiri kolom komentar dengan tafsir masing-masing atas unggahan tersebut.

Respons bernuansa satire juga datang dari Pandji Pragiwaksono. Komika sekaligus aktor itu menyebut nama Rocky dalam cuitannya di X. Ia menulis, “Judul #SILA selanjutnya: ROCKY MASUKKHH ISTANAKKHHH. Tunggu tanggal rilisnya,” yang kemudian ikut ramai dibagikan ulang. Sementara itu, Fiersa Besari memilih gaya sindiran yang lebih samar. Penyanyi dan penulis asal Bandung tersebut menulis, “Lama bungkam. Kirain disandera, ternyata dipelihara. Oalah,” tanpa menjelaskan siapa yang dimaksud, namun unggahan itu langsung dikaitkan netizen dengan kabar pelantikan Rocky.

Di tengah berbagai komentar bernada satir, dr Tirta mengambil pendekatan berbeda. Dokter sekaligus influencer itu menilai perpindahan tokoh kritis ke pemerintahan bukanlah hal aneh dalam politik. Menurutnya, perubahan posisi semacam itu justru menunjukkan bahwa hubungan politik selalu bergerak mengikuti kepentingan. Ia mengingatkan publik agar tidak menempatkan sosok tertentu secara berlebihan dan tetap menyisakan ruang untuk bersikap kritis. Dalam penjelasannya, Tirta juga mengingatkan bahwa figur publik yang kini dipuja bisa saja suatu saat masuk ke ranah kekuasaan.

Rocky sendiri menjelaskan alasan menerima jabatan tersebut. Ia menegaskan tidak ada dasar untuk menolak permintaan menjadi Wantimpres, karena menurutnya dewan itu justru memiliki fungsi kritis terhadap kebijakan. Rocky menyebut peran Wantimpres bukan sekadar teknis, melainkan memberi pertimbangan atas arah kebijakan agar sejalan dengan visi presiden. Ia juga mengatakan tugas dewan mencakup pemantauan situasi politik dan kebudayaan dari dalam pemerintahan. Meski kini berada di lingkar istana, Rocky menegaskan sikap dan pandangannya tidak berubah. “Saya cuma dari luar ke dalam, apa bedanya?” ujarnya, sembari menegaskan bahwa dirinya tetap memegang sikap kritis.

Sumber: palu.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan