Rocky Gerung Minta Bakom RI Bantu Pulihkan Namanya Usai Dilantik Jadi Wantimpres

Diposting pada

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, meminta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Syahganda Nainggolan membantu memulihkan nama baiknya di ruang publik. Permintaan itu ia sampaikan saat menghadiri serah terima jabatan Kepala Bakom RI di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (6/10), di hadapan sejumlah undangan yang hadir.

Rocky mengatakan, sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wantimpres pada Jumat (2/10), dirinya justru menjadi sasaran cemoohan dan hinaan dari publik. Dengan nada berkelakar, ia menyinggung bahwa selama tiga hari terakhir tidak ada pihak yang membelanya. Ucapan itu memancing tawa hadirin, termasuk Syahganda yang baru menerima jabatan tersebut.

Menurut Rocky, reaksi negatif terhadap dirinya tak lepas dari rekam jejaknya yang selama ini kerap melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Namun, ia kini berada di dalam lingkar pemerintahan Prabowo setelah resmi masuk ke Wantimpres. Saat menanggapi beragam tudingan yang diarahkan kepadanya, Rocky hanya menjawab singkat bahwa situasinya memang penuh macam-macam penilaian.

Di forum yang sama, Rocky juga menyampaikan pandangannya soal peran komunikasi pemerintah. Ia menilai Bakom RI tidak cukup hanya menyampaikan informasi secara formal, tetapi perlu membuat pesan pemerintah lebih mudah dipahami masyarakat. Salah satu hal yang ia soroti adalah pentingnya bahasa tubuh dalam berkomunikasi, karena menurutnya komunikasi tidak dimulai dari kata-kata semata.

Rocky menjelaskan bahwa seorang presiden bisa memiliki gagasan, visi, niat, hingga urgensi dalam menjalankan pemerintahan, tetapi pesan itu kerap tidak sampai ke publik dengan baik karena terhalang birokrasi. Dalam pandangannya, hambatan itu sering dimanfaatkan warganet untuk menyerang atau meragukan kebijakan yang seharusnya bisa dijelaskan dengan lebih sederhana.

Ia juga menekankan bahwa komunikasi pemerintah tidak boleh berhenti pada penyampaian data dan capaian. Rocky berpendapat, yang lebih dulu terbentuk di masyarakat adalah persepsi. Karena itu, ia mendorong Bakom RI membangun kesan positif atas setiap kebijakan, sebab data yang benar pun bisa diperdebatkan atau dipelintir bila publik sudah terlanjur memandang negatif.

“Tugas pertama Syahganda adalah memulihkan nama baik saya di publik,” kata Rocky. Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa persepsi menjadi unsur awal dalam komunikasi, sebelum fakta dan angka dibicarakan lebih jauh.

Sumber: jawapos.com

Tinggalkan Balasan