Tragedi Subuh di Bengkayang: Nyawa Melayang Akibat Serangan Samurai di Masjid
Pagi yang seharusnya diisi dengan ketenangan dan kekhusyukan ibadah berubah menjadi mimpi buruk di Dusun Sungai Soga, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Seorang warga bernama Chairul Anwar ditemukan tewas mengenaskan pada Selasa, Juni 2026, setelah menjadi korban penyerangan sadis menggunakan senjata tajam jenis samurai di halaman Masjid At Taqwa. Peristiwa tragis ini terjadi sesaat setelah korban menunaikan ibadah Salat Subuh berjamaah.
Kejadian mengerikan ini dibenarkan oleh Kepala Dusun Sungai Soga, Haris. Beliau mengungkapkan bahwa insiden tersebut benar-benar menggemparkan warga di lingkungan yang biasanya damai. “Kejadiannya setelah Salat Subuh di Masjid At Taqwa,” ujar Haris dengan nada prihatin saat dikonfirmasi.
Kronologi Penyerangan di Area Sakral
Menurut keterangan yang dihimpun dari Haris, pelaku penyerangan diketahui bernama Imam Arif Billah. Aksi brutal ini diduga dilakukan secara membabi buta, di mana pelaku menggunakan sebilah samurai untuk menyerang korban di area tempat ibadah.
Haris merinci bahwa awal mula serangan terjadi di dalam ruang masjid. Di sana, korban dilaporkan sempat terkena sabetan senjata tajam. Namun, penyerangan tidak berhenti di situ. Puncak kekejaman terjadi di bagian depan masjid, tepatnya di sekitar pintu masuk, yang merupakan halaman tempat ibadah. Di area inilah penikaman terjadi.
Akibat luka parah yang dideritanya, terutama pada bagian vital tubuh, Chairul Anwar dinyatakan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian (Tempat Kejadian Perkara). Kehilangan nyawa di tempat yang seharusnya menjadi simbol kedamaian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Motif Tak Terduga: Dugaan Kuat Pengaruh Narkoba
Ketika ditelusuri lebih lanjut mengenai latar belakang tindakan nekat ini, Haris mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, tidak ditemukan adanya riwayat perselisihan atau dendam pribadi antara korban dan pelaku. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa tragedi ini dipicu oleh faktor lain yang lebih kompleks.
“Sejauh yang kami ketahui tidak ada masalah pribadi,” tegas Haris. “Motifnya diduga karena yang bersangkutan merupakan pengguna aktif narkoba dan sedang dalam kondisi sakau.” Dugaan kuat ini mengarah pada pengaruh zat adiktif yang merusak kesadaran pelaku, membuatnya melakukan tindakan kekerasan yang ekstrem.
Narkoba, Ancaman Serius di Bengkayang
Kasus penyerangan yang diduga kuat dipicu oleh kondisi sakau narkoba ini menambah daftar panjang dampak buruk peredaran gelap narkotika di Kabupaten Bengkayang. Fenomena ini menyoroti betapa seriusnya ancaman penyalahgunaan narkoba yang terus menghantui wilayah tersebut.
Berdasarkan data rilis akhir tahun yang dikeluarkan oleh Polres Bengkayang, dalam dua tahun terakhir, yaitu tahun 2024 dan 2025, kasus penyalahgunaan narkoba secara konsisten menjadi salah satu tindak pidana yang menonjol dan menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum.
Pada tahun 2024, Polres Bengkayang mencatat puluhan kasus narkotika dengan komoditas yang paling banyak ditemukan adalah jenis sabu. Narkotika jenis ini dilaporkan kerap menyasar kelompok usia produktif, terutama di wilayah pesisir dan perbatasan kabupaten.
Tren negatif ini terus berlanjut hingga tahun 2025. Pola kriminalitas konvensional yang terjadi di wilayah hukum Bengkayang, seperti penganiayaan berat dan pencurian, seringkali ditemukan memiliki keterkaitan erat dengan latar belakang pelaku yang ternyata adalah pecandu aktif atau berada di bawah pengaruh narkoba.
Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, yang merupakan jalur perlintasan penting antar-kabupaten, menjadi salah satu kawasan yang terus diawasi secara ketat oleh pihak berwenang. Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah potensi kerawanan penyebaran barang haram tersebut yang dapat memicu berbagai tindak kejahatan lainnya.
Pelaku Berhasil Diamankan Polisi
Menyikapi laporan terjadinya insiden berdarah tersebut, petugas kepolisian bergerak cepat ke lokasi kejadian. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara, tim kepolisian segera bertindak untuk meredam situasi yang sempat menegang pasca-peristiwa dan melakukan pengamanan terhadap pelaku.
Saat ini, pelaku, Imam Arif Billah, beserta barang bukti berupa sebilah samurai, telah diamankan di markas kepolisian. Ia akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya yang telah merenggut nyawa seseorang. “Yang bersangkutan saat ini diamankan di Polsek Sungai Raya Kepulauan,” pungkas Haris.
Hingga berita ini diturunkan, upaya terus dilakukan untuk mendapatkan rilis resmi dari pihak kepolisian setempat, termasuk Kapolsek Sungai Raya Kepulauan, guna memperoleh kronologi yang lebih mendalam serta informasi terkini mengenai jalannya pemeriksaan hukum terhadap pelaku.













