Santo Santa: Peringatan 26 Januari 2026

Diposting pada

Peringatan Santo dan Santa Pelindung: 26 Januari 2026

Dua tokoh penting dalam sejarah Gereja Katolik diperingati pada tanggal 26 Januari: Santo Timotius dan Santo Titus, keduanya adalah Uskup. Selain itu, diperingati juga Santa Paula (Janda), Santo Stefanus Harding (Pengaku Iman), dan Santo Robertus Molesmes beserta Alberik dan Stephan Harding (Pengaku Iman). Berikut adalah kisah singkat tentang masing-masing santo dan santa ini:

Santo Timotius, Uskup

Timotius adalah rekan kerja dan pendamping setia Santo Paulus dalam perjalanan-perjalanan misionarisnya. Kemungkinan besar ia lahir di Lystra, sebuah kota di Asia Kecil. Ayahnya adalah seorang kafir, sementara ibunya, Eunike, adalah seorang Yahudi. Bersama dengan neneknya, Lois, Timotius bertobat dan menjadi Kristen ketika Santo Paulus pertama kali mengunjungi Likaonia. Sejak masa mudanya, Timotius telah mengenal Kitab Suci Yahudi dari ibunya dan menjadikannya bacaan utama.

Tujuh tahun kemudian, ketika Santo Paulus kembali ke Lystra, Timotius telah menjadi seorang pemuda yang aktif, saleh, dan bersemangat dalam pelayanan. Ia dipuji oleh saudara-saudara seiman di Lystra dan Ikonium. Untuk menghindari pertentangan antara kaum Yahudi dan Yudeo-Kristen, Timotius disunat. Ia kemudian menemani Paulus ke Berea, tinggal di sana bersama Silas sementara Paulus melanjutkan perjalanannya. Mereka bertemu kembali di Korintus dan kemudian menemani Paulus ke Yerusalem.

Timotius dikenal sebagai salah seorang yang bersama Paulus menulis enam pucuk surat. Namanya juga tercantum dalam surat-surat penjara yang memberitakan tentang pengutusan Timotius untuk mengunjungi orang-orang Kristen di Filipi. Paulus sangat mencintai dan menyayangi Timotius, yang terlihat dari sapaannya di awal setiap surat yang ditujukan kepadanya: “Anakku yang terkasih.” Paulus mengagumi kesetiaan Timotius terhadap ajarannya dan mengangkatnya sebagai Uskup di Efesus setelah dibebaskan dari penjara. Timotius dibunuh dengan kejam pada tahun 97.

Santo Titus, Uskup

Selain Timotius, Titus juga merupakan rekan seperjalanan Paulus. Ia berasal dari Antiokia di Asia Kecil dan lahir dalam keluarga kafir. Melalui pewartaan Paulus, Titus bertobat dan menjadi seorang Kristen yang aktif dalam karya pewartaan Injil. Ia menemani Paulus ke Yerusalem untuk menghadiri Konsili mengenai Hukum Musa. Setelah itu, Paulus mengirimnya dua kali ke Korintus untuk menasihati orang-orang Kristen di sana dalam beberapa masalah yang membahayakan kesatuan iman dan kebenaran.

Karena jasa-jasanya dan semangatnya dalam melayani Injil, Paulus mengangkat Titus menjadi Uskup di Kreta dan menabiskannya untuk melanjutkan misi yang telah dimulai di pulau tersebut. Titus meninggal di Kreta.

Santa Paula, Janda

Paula adalah seorang wanita bangsawan Romawi yang menjalankan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga dengan penuh semangat dan cinta kasih. Ia juga mengisi hari-harinya dengan kehidupan yang saleh di hadapan Tuhan. Ketika berusia 32 tahun, suaminya meninggal dunia, dan ia harus bertanggung jawab terhadap kebutuhan rohani dan jasmani anak-anaknya. Pendidikan iman bagi anak-anaknya menjadi perhatian utamanya.

Dalam kepedihan karena kematian suaminya, Tuhan mengetuk hatinya untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada-Nya. Paula, yang terbiasa menjalin hubungan dengan Tuhan melalui doa, mendengarkan panggilan itu dan mengabdikan hidupnya dengan hidup menyendiri dalam kesunyian tapa dan karya-karya amal kasih.

Ia meminta Santo Hieronimus untuk menjadi pembimbing rohaninya. Setelah menjalani hidup demikian selama tiga tahun, ia meninggalkan anak-anaknya yang sudah dewasa dan berangkat ke Tanah Suci bersama putrinya, Eustakia. Ia menetap di Betlehem, kota kelahiran Yesus, dan memberikan devosi khusus kepada Kanak-kanak Yesus dengan berdoa dan bermatiraga. Paula yakin bahwa orang yang tidak pernah merenungkan kehidupan Yesus selagi kanak-kanak sulit untuk menghayati kebenaran-Nya. Cintanya kepada Yesus melebihi cintanya kepada anak-anaknya sendiri. Ketika berada di gua Betlehem, hatinya terharu dan ia berdoa sambil menangis.

Paula menyediakan tempat penginapan bagi para peziarah di Betlehem dan melayani mereka dengan rajin. Ia membangun sebuah rumah khusus untuk Santo Hieronimus dan para biarawannya, yang kemudian menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Paula meninggal dunia pada tahun 404 dalam usia 57 tahun.

Santo Stefanus Harding, Pengaku Iman

Stefanus Harding lahir pada tahun 1048 dan memperoleh pendidikan di biara Sherborne di Dorsetshire. Sebagai seorang awam, ia berziarah ke Roma. Dalam perjalanan kembali, ia singgah di pertapaan Molesmes, di hutan belantara Burgundy, Prancis, dan bergabung dengan para rahib di sana.

Beberapa tahun kemudian, ia merasa tidak puas dengan cara hidup para rahib yang terlalu memperhatikan kesenangan duniawi dan melupakan kehidupan rohani. Bersama dengan beberapa rahib lainnya, Stefanus meninggalkan pertapaan itu dan mendirikan pertapaan baru di Citeaux pada tahun 1098. Stefanus menjadi Abbas pertapaan itu pada tahun 1109. Ia membimbing perkumpulan baru itu dalam keadaan serba kekurangan, menghadapi masalah dana, makanan, dan kurangnya panggilan baru karena cara hidup mereka yang keras.

Ketika semangat hidup mereka mulai redup, datanglah 30 orang pemuda yang dipimpin oleh Bernadus (kemudian menjadi Santo Bernadus) untuk bergabung. Sejak itu, pertapaan Citeaux mulai bersinar dan berkembang pesat. Dari Citeaux, para rahib mendirikan rumah-rumah pertapaan baru di Pontigny, Morimond, dan Clairvaux. Setelah sembilan biara didirikan, Stefanus menyusun Konstitusi Cistersian pada tahun 1119. Ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Abbas pada tahun 1133 karena usia lanjut dan kebutaan. Stefanus Harding meninggal dunia di Citeaux pada tahun 1134.

Santo Robertus Molesmes, Alberik, dan Stephan Harding, Pengaku Iman

Robertus Molesmes dikenal sebagai pendiri Ordo Cistersian. Ia lahir sekitar tahun 1024 di Champagne, Prancis. Ketika berusia 15 tahun, ia masuk Ordo Benediktin di Biara Moutier Lacelle. Ia diangkat menjadi pemimpin biara setelah menyelesaikan novisiatnya. Pada tahun 1068, ia menjadi Abbas di biara Santo Micheal dari Tonnerre. Di biara ini, ia berusaha menyusun aturan-aturan yang lebih keras, meskipun tidak berhasil.

Beberapa rahib yang bertapa di hutan Callan meminta Robert untuk mengajari mereka aturan-aturan Santo Benediktus. Dengan restu Paus Aleksander II, Robert menjadi Superior kelompok ini. Pada tahun 1075, mereka mendirikan pertapaan di hutan Molesmes. Di bawah kepemimpinan Robert, komunitas ini berkembang pesat, tetapi lama kelamaan para rahibnya mulai tidak taat lagi pada aturan ordo.

Pada tahun 1098, kelompok rahib pembaharu (sekitar 20 orang, termasuk Robert, Alberik, dan Stephan Harding) meninggalkan pertapaan Molesme dan mendirikan komunitas baru di Citeaux, dekat Dijon. Komunitas baru ini, dengan Robert sebagai pimpinannya, mendirikan Ordo Cistercian. Kemudian, atas permohonan para rahib Molesmes dan atas perintah Paus, Robert kembali ke pertapaan Molesmes untuk memperbaharui komunitas itu. Robert meninggal dunia di Molesmes pada tanggal 2 Maret 1110 dan dinyatakan kudus pada tahun 1222.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan