Polemik Akses Anak Pascacerai: Ruben Onsu dan Sarwendah Saling Beri Pernyataan
Perpisahan pasangan selebriti Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik, terutama setelah munculnya perbedaan pandangan mengenai hak akses pertemuan dengan kedua buah hati mereka. Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya sempat mengungkapkan kesulitan yang dialaminya untuk bertemu dengan anak-anaknya pasca-perceraian resmi. Pernyataan ini kemudian ditanggapi oleh pihak Sarwendah, memicu perdebatan yang semakin hangat di kalangan publik.
Klaim Kesulitan Bertemu Anak dan Bantahan dari Pihak Sarwendah
Ruben Onsu, yang dikenal sebagai pembawa acara televisi, menyatakan bahwa ia menghadapi kendala dalam memenuhi kerinduannya untuk bertemu dengan kedua putrinya. Hal ini disampaikan oleh kuasa hukumnya, Minola Sebayang. Disebutkan bahwa Ruben memiliki kesepakatan dengan Sarwendah mengenai jadwal pertemuan dengan anak-anaknya, yang seharusnya memberinya waktu dua hingga tiga hari dalam seminggu. Namun, hampir dua tahun setelah kesepakatan tersebut dibuat, kabarnya realisasi dari kesepakatan itu belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan.
Menanggapi klaim tersebut, pihak Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Abraham Simon, memberikan bantahan. Abraham Simon menegaskan bahwa draf awal akta kesepakatan perceraian tidak secara spesifik membahas mengenai durasi waktu pertemuan anak, seperti dua hingga tiga hari dalam seminggu yang disebutkan oleh pihak Ruben Onsu.
“Perlu kami klarifikasi bahwa draf awal akta kesepakatan tidak membahas mengenai waktu bertemu anak, dua sampai tiga hari dalam seminggu sebagaimana yang disampaikan oleh RO (Ruben Onsu) melalui kuasa hukumnya,” terang Abraham Simon dalam sebuah jumpa pers.
Abraham Simon juga membeberkan alasan mengapa kliennya tidak memasukkan pengaturan rinci mengenai jadwal pertemuan ayah dan anak dalam akta perceraian. Menurutnya, hubungan antara orang tua dan anak bersifat fundamental dan seharusnya tidak perlu diatur secara kaku dalam sebuah kesepakatan tertulis.
“Kenapa? Karena klien kami berpikir bahwa ini kan hubungan ayah dan anak, hubungan ibu dan anak. Kenapa harus diatur harinya?” ujar Abraham Simon. Ia menambahkan bahwa permasalahan yang memanas antara Sarwendah dan Ruben Onsu saat ini lebih disebabkan oleh kurangnya komunikasi yang baik di antara keduanya. “Ini hanya masalah komunikasi saja kok,” pungkasnya.
Unggahan Sarwendah di Media Sosial Picu Spekulasi
Di tengah memanasnya isu akses pertemuan anak, perhatian publik juga tertuju pada aktivitas Sarwendah di media sosial. Sebuah unggahan penyanyi berusia 36 tahun itu di platform Threads mendadak menjadi perbincangan hangat. Dalam unggahannya, Sarwendah menyinggung tentang pengalaman masa lalu saat masih menjalani bahtera rumah tangga.
Ia mengaku selalu berusaha menutupi berbagai kekurangan atau aib mantan suaminya selama pernikahan mereka berlangsung. Menurut Sarwendah, sikap tersebut ia lakukan sebagai bagian dari tanggung jawab dan kewajibannya sebagai seorang istri.
“Di agama apapun dalam pernikahan menutupi AIB suami adalah ibadah, saya hanya melakukan kewajiban saya sebagai istri,” tulis Sarwendah dalam unggahannya.
Lebih lanjut, pelantun lagu “Kau Bukanlah Segalanya” itu menyatakan keinginannya untuk melanjutkan hidup dengan hati yang bersih dan tanpa menyakiti orang lain. “Memulai hidup dengan hati yang bersih tanpa menyakiti orang lain,” tandasnya.
Saat ini, Sarwendah memilih untuk fokus pada kehidupan pribadinya, terutama dalam bekerja dan memenuhi kebutuhan kedua anaknya. “Fokus terhadap kehidupan dan fakta, kebutuhan anak banyak mending fokus bekerja keras tanpa berhutang,” tegasnya.
Komentar Sindiran dari Mantan Penyanyi Cilik
Unggahan Sarwendah tersebut turut mendapat perhatian dari mantan penyanyi cilik, Chikita Meidy. Chikita, yang diketahui telah resmi bercerai dari pengusaha Indra Adhitya pada tahun 2025, memberikan komentarnya yang bernada sindiran terkait skala prioritas sebagai orang tua tunggal.
“Betul. Mulai sekarang ‘sarjanda’ harus menentukan SKALA PRIORITAS,” tulis Chikita Meidy, memberikan tanggapan yang mengundang berbagai interpretasi dari warganet.
Latar Belakang Pernikahan dan Perceraian
Ruben Onsu dan Sarwendah menikah pada tahun 2013. Pernikahan mereka dikaruniai dua orang anak perempuan. Namun, biduk rumah tangga mereka harus berakhir pada tahun 2024 setelah keduanya sepakat untuk bercerai.
Keputusan untuk mengakhiri pernikahan ini tentu membawa dampak besar bagi kedua belah pihak, terutama dalam urusan pengasuhan anak. Perbedaan pandangan mengenai hak akses pertemuan pasca-perceraian ini menjadi salah satu isu yang kerap muncul dalam kasus perceraian pasangan publik figur, menyoroti kompleksitas dinamika keluarga di tengah sorotan publik.

















