Sauna: 7 Khasiat Sehat yang Wajib Kamu Tahu

Diposting pada

Memanjakan diri di dalam ruangan hangat sauna bukanlah sekadar tren relaksasi sesaat. Praktik kuno yang berasal dari Finlandia ini, telah dipraktikkan selama lebih dari dua milenium, kini semakin dikenal luas di seluruh dunia berkat segudang manfaatnya bagi kesehatan fisik dan mental. Jauh dari sekadar tempat untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas, sauna menawarkan lebih banyak dari yang Anda bayangkan, mulai dari meningkatkan kesehatan jantung hingga mempercepat pemulihan otot.

Mendorong Kesehatan Jantung yang Lebih Baik

Salah satu manfaat sauna yang seringkali terabaikan adalah kemampuannya meniru efek latihan kardiovaskular, meskipun Anda hanya duduk diam. Saat tubuh terpapar panas tinggi di dalam sauna, respons fisiologis yang muncul menyerupai aktivitas aerobik. Meskipun tidak dapat sepenuhnya menggantikan kebutuhan akan olahraga teratur, reaksi tubuh yang terjadi cukup signifikan.

Ilmuwan olahraga Rachelle Reed menjelaskan bahwa segala sesuatu yang meningkatkan suhu inti tubuh akan memaksa tubuh bekerja lebih keras, baik saat berolahraga maupun saat bersantai di sauna. Pengguna sauna akan mengalami peningkatan detak jantung, laju pernapasan, produksi keringat, dan curah jantung—jumlah darah yang dipompa jantung setiap menitnya. Pergeseran aliran darah ini berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kelenturan pembuluh darah. Sebuah studi yang menarik mengungkapkan bahwa individu yang rutin menggunakan sauna, empat hingga tujuh kali seminggu, memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 48% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang hanya melakukannya sekali seminggu.

Mempercepat Pemulihan Otot

Bagi mereka yang aktif secara fisik, sesi sauna setelah berolahraga berat dapat menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan otot sekaligus mengurangi rasa nyeri pasca-latihan. Panas dalam sauna terbukti mampu meredakan nyeri otot dan meningkatkan pemulihan neuromuskular. Hal ini terjadi melalui stimulasi pelepasan hormon pertumbuhan dan protein heat shock yang berperan penting dalam proses perbaikan jaringan otot.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa atlet yang mengintegrasikan sesi sauna ke dalam rutinitas latihan intensif mereka melaporkan peningkatan fungsi otot yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya. Manfaat ini bahkan meluas hingga peningkatan daya tahan fisik dan peningkatan nilai VO2 maks, sebuah indikator krusial yang mengukur kemampuan tubuh dalam menyerap dan memanfaatkan oksigen selama berolahraga.

Pereda Stres Alami

Beberapa menit yang dihabiskan di dalam sauna dapat memberikan efek menenangkan yang mendalam bagi tubuh dan pikiran. Kebiasaan ini terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres, meredakan kecemasan, dan bahkan mampu memperbaiki suasana hati pada kasus depresi ringan.

Andy Franklyn-Miller, kepala petugas medis dan inovasi di Nuritas, menjelaskan bahwa panas dalam sauna merangsang pelepasan zat kimia pemicu rasa senang seperti endorfin dan serotonin. Senyawa ini berkontribusi pada perasaan bahagia, relaksasi, dan kualitas tidur yang lebih baik, sekaligus membantu menjaga keseimbangan hormon stres tubuh dan ritme sirkadian. Studi juga mengonfirmasi bahwa pengguna sauna rutin cenderung melaporkan tingkat kebahagiaan, energi, dan kesehatan mental yang lebih baik secara keseluruhan.

Merangsang Kilau Kulit yang Bercahaya

Banyak orang merasa kulit mereka tampak lebih segar dan bercahaya setelah sesi sauna. Fenomena ini disebabkan oleh peningkatan sirkulasi darah, yang pada gilirannya meningkatkan efisiensi distribusi nutrisi dan oksigen ke seluruh sel kulit.

Selain itu, sauna membuka pori-pori kulit, memfasilitasi pembersihan kotoran yang menumpuk. Jika Anda memilih sauna inframerah atau cahaya merah, manfaat tambahan seperti peningkatan produksi kolagen dapat dirasakan, yang berkontribusi pada elastisitas dan kekencangan kulit.

Dokter kulit Kristina Collins, M.D., dan Nicole Neuschler, M.D., sepakat bahwa sauna berfungsi seperti pembersih alami bagi pori-pori yang tersumbat. Keringat yang dihasilkan dan pelebaran pembuluh darah membantu mengeluarkan sisa-sisa kotoran, menjadikan kulit tampak lebih cerah. Meskipun tubuh memiliki mekanisme detoksifikasi alami, sauna dapat mendukung proses ini dengan meningkatkan sirkulasi, merangsang keringat, dan memperbaiki aliran limfatik.

Bagi individu dengan kondisi kulit seperti rosacea, kulit berminyak, atau rentan terhadap jerawat, disarankan untuk berhati-hati guna menghindari iritasi. Sesi singkat selama 10-20 menit, tiga kali seminggu, tanpa riasan, diikuti dengan pembersihan dan pelembapan yang baik, umumnya direkomendasikan untuk hasil yang optimal.

Memperkuat Penghalang Kulit (Skin Barrier)

Bertentangan dengan anggapan umum bahwa panas dapat membuat kulit kering, kebiasaan sauna justru dikaitkan dengan peningkatan hidrasi dan ketahanan kulit. Dokter Neuschler menjelaskan bahwa penggunaan sauna secara teratur dapat memperkuat skin barrier, yaitu lapisan terluar kulit (stratum korneum) yang berfungsi melindungi kulit dari iritan, bakteri, dan kehilangan kelembapan.

Sebuah penelitian terkontrol menunjukkan bahwa sesi sauna rutin mampu menurunkan kehilangan air melalui kulit, sehingga kulit menjadi lebih “terlatih” dalam mempertahankan kelembapan dan menghadapi stres panas. Selain itu, efek relaksasi yang ditawarkan sauna juga berperan penting dalam mengurangi peradangan pada kulit.

Meningkatkan Fungsi Paru dan Kekebalan Tubuh

Penggunaan sauna secara rutin dikaitkan dengan peningkatan fungsi paru-paru dan kemungkinan yang lebih kecil untuk terkena infeksi saluran pernapasan. Franklyn-Miller mencatat bahwa pengguna sauna yang rutin melaporkan lebih sedikit kasus infeksi pernapasan dan pembersihan saluran napas yang lebih baik. Hal ini diduga karena panas dapat membantu membuka saluran napas dan memberikan dorongan ringan pada sistem kekebalan tubuh.

Meredakan Nyeri Kronis

Bagi penderita nyeri kronis, sauna dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi ketidaknyamanan. Franklyn-Miller menjelaskan bahwa panas yang dialami dalam sauna dapat meningkatkan sirkulasi darah dan memicu pelepasan endorfin, yang secara signifikan membantu meredakan nyeri akibat kondisi seperti radang sendi atau fibromyalgia. Sebuah studi bahkan menemukan bahwa individu dengan kondisi rematik mengalami penurunan nyeri hingga 70% setelah menjalani terapi sauna.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan