Sepuluh Perwira Empat Bintang Aktif di Indonesia: Komposisi, Jabatan, dan Jejak Akademi

Diposting pada

Pada Oktober 2026 tercatat rekor baru dalam jajaran perwira tinggi Indonesia: saat ini ada 10 perwira berpangkat jenderal atau setara bintang empat yang masih aktif. Jumlah itu terdiri dari tujuh perwira di lingkungan TNI dan tiga di Polri, hasil mutasi serta pengangkatan yang sebagian besar ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada gelombang pergantian pimpinan tahun ini.

Di tubuh Tentara Nasional Indonesia, tujuh nama berikut mengisi status jenderal bintang empat: Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (Akmil 1991) yang telah menyandang pangkat tersebut sejak 25 Oktober 2023; Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (Akmil 1991), yang mulai berpangkat empat bintang pada 10 Agustus 2025 dan dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat pada 15 Oktober 2026; Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (Akmil 1992) yang naik bintang empat sejak 29 November 2023 dan pada 15 Oktober 2026 diangkat sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Komposisi matra mencatat empat perwira dari Angkatan Darat, satu dari Angkatan Laut, dan dua dari Angkatan Udara.

Sisanya dari TNI adalah Laksamana TNI Muhammad Ali yang menjabat Kepala Staf Angkatan Laut; ia mula-mula menyandang pangkat laksamana bintang empat pada 28 Desember 2022 dan merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut Angkatan ke-35 (AAL 1989). Di udara, Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono sebagai Kepala Staf Angkatan Udara sudah berstatus bintang empat sejak 5 April 2024 (AAU 1993), sementara Marsekal TNI Yusuf Jauhari yang lulus AAU 1990 baru diberi pangkat bintang empat pada 15 Oktober 2026. Selain itu, Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon (Akmil 1992) mengemban jabatan sebagai Wakil Menteri Pertahanan dan mendapat kenaikan pangkat empat bintang pada 15 Oktober 2025.

Di Polri, terdapat tiga perwira berpangkat Jenderal Polisi aktif. Yang paling menonjol adalah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yang dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 1 Oktober 2026; sebelumnya Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional dan ia mulai menyandang pangkat jenderal sejak pelantikannya pada 1 Oktober 2026 (Akpol 1994). Dua nama lain yang tercatat sebagai pemilik bintang empat di tubuh kepolisian adalah Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, yang terakhir tercatat aktif sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Peristiwa kenaikan pangkat dan pergeseran jabatan sepanjang 2022–2026 menunjukkan perluasan pola distribusi pangkat tertinggi di institusi keamanan: posisi yang sebelumnya biasa terasa eksklusif bagi beberapa jabatan puncak kini meluas ke peran lain, termasuk wakil menteri atau kepala badan pemerintahan. Perubahan ini memicu perhatian publik karena turut memengaruhi struktur komando, kesinambungan kepemimpinan, serta alur karier perwira tinggi di TNI-Polri.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan