Momentum Ramadhan: Bupati Pesawaran Pererat Ukhuwah, Dorong Ekonomi Lokal
Bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan refleksi diri, tetapi juga merupakan momentum berharga untuk mempererat tali persaudaraan dan kepedulian sosial di masyarakat. Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., secara langsung merasakan dan menggarisbawahi pentingnya hal ini saat menghadiri acara silaturahmi Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang diselenggarakan di Masjid Nurul Falah, Desa Gerning. Acara ini tidak hanya menjadi ajang memperkuat ikatan keagamaan dan sosial, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat serta memberikan dorongan signifikan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, Bupati Nanda Indira dalam sambutannya menekankan esensi Ramadhan sebagai periode emas untuk menumbuhkan kebersamaan dan meningkatkan rasa saling peduli. “Ramadhan adalah saat yang tepat untuk mempererat kebersamaan. Mari kita tengok tetangga kita, bantu yang kekurangan, dan jaga persaudaraan. Dengan kebersamaan, beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan,” ujar Bupati dengan penuh keyakinan. Pesan ini disambut hangat oleh seluruh hadirin, yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan.
Kehadiran Bupati dalam acara ini turut didampingi oleh Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir pula Wakil Ketua DPRD Pesawaran, Sekretaris Daerah, para pejabat struktural, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Dharma Wanita Persatuan (DWP), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Camat beserta unsur pimpinan kecamatan (Uspika), para Kepala Desa, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun dan mempererat sinergi di Kabupaten Pesawaran.
Aspirasi Infrastruktur Jalan Menjadi Perhatian Utama
Selain agenda silaturahmi, Bupati Nanda Indira juga secara proaktif menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, khususnya terkait kondisi infrastruktur jalan. Salah satu isu penting yang diangkat adalah perbaikan ruas jalan di Kecamatan Tegineneng. Bupati menjelaskan bahwa usulan perbaikan untuk ruas jalan Simpang Gerning–Sri Rejeki telah diajukan kepada pemerintah pusat melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK).
Hal serupa juga dilakukan untuk perbaikan ruas jalan Simpang Pasar Trimulyo–Simpang Ojek Bumi Agung dan Simpang Masgar–Margomulyo. Perhatian khusus diberikan pada area sepanjang 300 meter di kawasan persawahan yang kerap tergenang air saat musim hujan, yang berpotensi mengganggu aktivitas pertanian dan mobilitas warga. “Untuk itu saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar usulan tersebut dapat terealisasi pada tahun ini,” ungkap Bupati, mengajak masyarakat untuk turut serta dalam upaya mewujudkan perbaikan infrastruktur yang diharapkan.
Lebih lanjut, Bupati juga mengingatkan seluruh warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama angin puting beliung. Data menunjukkan bahwa delapan desa di Kecamatan Tegineneng, termasuk Desa Gerning dan Trimulyo, termasuk wilayah yang rentan terdampak bencana alam. Peristiwa angin puting beliung yang terjadi pada bulan Februari lalu menjadi pengingat krusial akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu.
Pasar Murah dan Bazar Ramadhan: Katalisator UMKM dan Ekonomi Lokal
Setelah rangkaian kegiatan silaturahmi dan penyerapan aspirasi, perhatian Bupati Nanda Indira beralih ke area Pasar Murah dan Bazar Ramadhan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pesawaran. Bertempat di halaman Kantor Desa Gerning, kegiatan yang juga dikenal sebagai Gerai Z-Ifthar ini menjadi sorotan utama. Bazar ini secara khusus dirancang untuk memberikan ruang dan dukungan bagi pelaku UMKM lokal.
Tercatat sebanyak 30 tenant UMKM berpartisipasi dalam bazar ini. Mereka tidak hanya mendapatkan fasilitas stan untuk berjualan, tetapi juga dukungan modal usaha yang diharapkan dapat membantu pengembangan bisnis mereka. Bupati Nanda Indira menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan.
“Melalui pemberdayaan UMKM tersebut, pemerintah daerah berharap para pelaku usaha rumahan dapat berkembang dan naik kelas, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama bulan Ramadhan,” ujar Bupati. Harapan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan, di mana UMKM menjadi tulang punggung perekonomian lokal. Keberadaan pasar murah dan bazar Ramadhan ini tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau menjelang Idul Fitri, tetapi juga menjadi platform strategis bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka, memperluas jaringan konsumen, dan meningkatkan omzet penjualan. Dengan demikian, kegiatan ini secara simultan menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.












