Sopir Taksi Online Ditangkap Usai Rusak Spion Mobil Lain di Tol JORR
Jakarta Selatan – Sebuah insiden yang memicu kemarahan publik di media sosial akhirnya menemui titik terang. Pihak kepolisian berhasil menangkap seorang pria berinisial JF (57) yang merupakan sopir taksi online. JF ditangkap lantaran merusak kaca spion mobil pengendara lain di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR), tepatnya di wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Penangkapan JF dilakukan di kediamannya yang berlokasi di wilayah Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Menurut keterangan dari Panit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Pendi Wibison, penangkapan ini merupakan hasil dari serangkaian penyelidikan mendalam.
“Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, observasi, dan analisa IT, kami berhasil mendapatkan profil serta keberadaan pelaku,” ujar AKP Pendi Wibison pada Selasa (2/6/2026). “Selanjutnya, tim kami bergerak mengamankan pelaku di kediamannya,” tambahnya.
Barang Bukti yang Disita
Dari penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait dengan insiden perusakan. Barang bukti tersebut meliputi:
- Pakaian yang dikenakan oleh pelaku saat kejadian berlangsung.
- Satu unit ponsel yang diduga digunakan untuk merekam atau berkomunikasi.
- Rekaman video yang memperlihatkan detik-detik kejadian.
“Pelaku beserta barang bukti yang berhasil kami amankan kemudian dibawa ke Unit 1 Resmob Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelas AKP Pendi.
Kronologi Kejadian Berdasarkan Rekaman Video
Rekaman video yang beredar luas di media sosial memberikan gambaran jelas mengenai kronologi kejadian. Dalam video tersebut, terlihat sebuah mobil Daihatsu Sigra dengan nomor polisi B 1557 WIM, yang dikemudikan oleh pelaku, awalnya menyalip kendaraan korban.
Setelah melakukan manuver menyalip, mobil pelaku kemudian terlihat berhenti di bahu jalan Tol JORR. Tindakan ini dilakukan untuk mengadang laju kendaraan korban. Tidak lama berselang, pelaku keluar dari mobilnya dan menghampiri pengemudi mobil korban.
Adu Mulut Berujung Perusakan
Peristiwa ini diduga dipicu oleh adanya cekcok mulut antara pelaku dan korban. Pertengkaran ini timbul akibat insiden saling pepet di jalan tol. Pelaku terdengar melontarkan pertanyaan kepada korban, “Kenapa dipepet saya dari sebelah kanan?”
Korban kemudian memberikan jawaban, “Siapa yang pepet? Saya sudah kasih lampu sein, pak.” Pelaku masih terus membalas, “Kalau muat gak apa-apa, pak.”
Setelah adu mulut tersebut, emosi pelaku tampaknya memuncak. Tanpa diduga, pelaku langsung mengamuk dan mematahkan kaca spion mobil korban. Setelah melakukan perusakan, pelaku segera berlari kembali ke mobilnya dan tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga emosi dan kesabaran saat berkendara, terutama di jalan tol yang memiliki aturan dan kecepatan tinggi. Perilaku agresif di jalan raya dapat berujung pada konsekuensi hukum yang serius. Pihak kepolisian terus mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap tindakan kriminalitas yang terjadi di jalanan demi terciptanya ketertiban dan keamanan bersama.




