Spanduk Berbalas, Trotoar Rusak Ancam Wisata Ubud Bali

Diposting pada

Kerusakan Trotoar di Ubud Mengundang Protes Masyarakat

Kerusakan trotoar di kawasan Pariwisata Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, telah menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat. Masalah ini tidak hanya merusak estetika wilayah yang dikenal sebagai pusat pariwisata internasional, tetapi juga mengganggu kenyamanan para wisatawan yang berkunjung.

Banyak warga dan pengunjung mengeluhkan kondisi trotoar yang rusak, terutama di area Jalan Raya Tjampuhan. Mereka menilai bahwa kerusakan ini dapat memengaruhi citra Bali sebagai destinasi wisata yang menarik dan nyaman. Untuk menyampaikan keluhan tersebut, masyarakat melakukan berbagai bentuk protes, mulai dari membuat video parodi hingga berkomentar secara langsung di media sosial.

Terbaru, masyarakat memasang spanduk yang menampilkan wajah dua tokoh penting, yaitu Gubernur Bali, Wayan Koster, dan Bupati Gianyar, I Made ‘Agus’ Mahayastra. Spanduk tersebut berisi pesan yang meminta pemerintah segera memperbaiki kerusakan trotoar karena wisatawan sering kali tersandung akibat kondisi jalan yang tidak rata.

Pesan dalam spanduk tersebut ditulis dalam bahasa Bali dengan tulisan “Pak Wayan ajak Pak Agus, de olas benin trotoar di Ubud uli patung Arjuna ked di Sanggingan. Lek ati Jak morist sai kejengklok baisne!!! Oke bos”. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, pesan itu berarti: “Pak Wayan dan Pak Agus, tolong perbaiki trotoar di Ubud dari patung Arjuna sampai Sanggingan. Malu sama turis sering tersandung kakinya”.

Tanggapan Pemerintah

Beberapa hari setelah spanduk kritikan dipasang, muncul balasan yang menyatakan bahwa perbaikan trotoar telah direncanakan oleh pemerintah. Dalam spanduk yang dipasang di samping spanduk kritikan, disebutkan bahwa anggaran sebesar Rp 9 miliar telah dialokasikan untuk perbaikan tersebut.

Spanduk balasan tersebut berisi tulisan “Suksma bos!!! Sudah dianggarkan 9 miliar masih berproses. Mlanjang pis pemerintah sing care mesuang pis dadong e jumah. Tahun niki sampun dikerjakan, kanggeang bertahap.” Diterjemahkan, pesan ini berarti: “Terima kasih bos!!! Sudah dianggarkan Rp 9 miliar masih berproses. Membelanjakan uang pemerintah tidak seperti menggunakan uang nenek di rumah. Tahun ini sudah dikerjakan, maklumi bertahap.”

Penjelasan dari Sekda Gianyar

Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa spanduk balasan tersebut tidak dipasang oleh Pemkab Gianyar maupun Pemprov Bali. Namun, ia membenarkan adanya anggaran Rp 9 miliar untuk perbaikan trotoar tersebut.

“Kemungkinan dipasang oleh masyarakat di sana ya? Kita tidak tahu siapa yang pasang, karena pembangunan trotoar dari Februari kita sudah sosialisasikan dengan tokoh-tokoh Ubud dan sudah berkali-kali rapat,” ujar Gus Bem, sapaannya.

Gus Bem juga menjelaskan bahwa sejak spanduk kritikan muncul, banyak tokoh Ubud yang ingin memberikan dukungan kepada Bupati Mahayastra. Hal ini karena selama kepemimpinan Mahayastra, banyak pembangunan diarahkan ke Ubud untuk mendukung sektor pariwisata.

“Ada info juga dari beberapa tokoh mau pasang foto dan baliho ucapan terima kasih ke Pak Bupati. Tapi Pak Bupati kayaknya belum memberi jawaban,” tambahnya.

Proses Perbaikan Trotoar

Meski ada anggaran yang telah disiapkan, proses perbaikan trotoar dianggap membutuhkan waktu karena harus melalui berbagai tahapan administratif. Masyarakat berharap agar pemerintah dapat lebih cepat dalam menangani masalah ini, terutama karena kerusakan trotoar sangat mengganggu pengalaman wisatawan.

Dengan adanya proyek perbaikan yang bertahap, diharapkan kondisi trotoar di kawasan pariwisata Ubud dapat segera diperbaiki, sehingga kenyamanan dan citra Bali sebagai destinasi wisata tetap terjaga.


Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan