Kondisi Lini Belakang Sumsel United yang Memerlukan Perbaikan
Meskipun jendela transfer Pegadaian Championship 2025/26 belum resmi dibuka, sejumlah klub telah mulai mempersiapkan tim untuk kompetisi musim depan. Salah satu klub yang aktif adalah PSIS yang telah mengumumkan rekrutan barunya. Di sisi lain, Sumsel United masih dalam proses evaluasi dan perencanaan menjelang perombakan tim.
Di balik performa impresif Laskar Juaro pada awal musim, terdapat beberapa area yang perlu diperhatikan, khususnya di lini belakang. Salah satu pilar asing yang menjadi sorotan adalah Fernando Barbosa asal Brasil. Performanya dalam dua pertandingan terakhir tidak sepenuhnya maksimal. Pada laga melawan Persiraja Banda Aceh, ia ditarik di babak kedua, sedangkan saat melawan PSMS, ia bahkan tidak turun sama sekali.
Situasi ini menimbulkan spekulasi bahwa Sumsel United mungkin akan mencari bek baru. Namun, langkah tersebut tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Waktu yang tersisa cukup terbatas, dan jendela transfer hanya akan dibuka resmi pada 15 Januari 2026 mendatang. Dengan hanya 3-4 pertandingan yang tersisa, mengganti pemain terlalu dini berisiko mengganggu keseimbangan tim.
Selain itu, mencari pemain asing yang belum pernah bermain di Indonesia juga memiliki risiko administratif, seperti pengurusan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) yang membutuhkan waktu. Oleh karena itu, kemungkinan besar klub akan mencari pemain dengan status pinjaman dari klub Liga 1 atau Liga 2, atau pemain yang pernah bermain di Indonesia sebelumnya.
Fokus pada Evaluasi dan Perbaikan Lini Belakang
Pelatih kepala Sumsel United, Nil Maizar, masih menutup rapat nama-nama pemain yang akan direkrut menjelang pembukaan transfer window kedua pada 10 Januari hingga 6 Februari 2026. Ia menyatakan bahwa saat ini fokus utama adalah evaluasi dan perbaikan lini belakang, yang dinilai sebagai kelemahan tim.
“Kita masih belum memikirkan pemain, kita fokus dulu aja dengan sisa pertandingan ini. Nanti kita akan lihat pemain mana yang akan kita tambah,” ujar Nil Maizar.
Mantan pelatih Timnas Indonesia kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat, yang lahir pada 2 Januari 1970 ini mengaku bahwa evaluasi lini belakang menjadi prioritas. Meski Aziz Hutagalung tampil gemilang dan memberikan penyelamatan penting, performa Fernando Barbosa, Otto Kapisa, dan Didik Wahyu masih belum mampu mengimbangi.
“Kita untuk saat ini masih akan fokus dengan evaluasi kita di lini belakang yang masih menjadi PR kita untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Nil Maizar, mantan pelatih PSMS Medan di musim kompetisi Pegadaian Championship 2024/25 lalu.
Prestasi Awal yang Mengesankan
Dengan skuat yang ada saat ini, Sumsel United mampu tampil gemilang di awal kariernya di liga Championship musim 2025/26. Laskar Juaro berhasil finish di urutan ketiga klasemen grup barat, terus membayangi Adhyaksa FC Banten di peringkat dua dan Garudayaksa FC di posisi pertama.
Soal rekrutan baru, Nil Maizar mengatakan bahwa keputusan belum diambil. “Nanti setelah diskusi dengan manajemen dan manajemen sudah oke, tim pelatih juga sudah sepakat, nanti akan kita buka ke publik,” pungkasnya.




















