Sungai Gung di Guci Meluap Kembali, Pengunjung Diimbau Tetap Waspada
Media sosial kembali diramaikan dengan beredarnya video yang menunjukkan kondisi aliran Sungai Gung di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Guci, khususnya di dekat Pemandian Air Panas Pancuran 13. Peristiwa meluapnya sungai ini kembali terjadi pada hari Rabu, 31 Desember 2025, dan sontak menarik perhatian banyak pihak.
Video yang pertama kali diunggah oleh akun Instagram @exploretegal pada Rabu (31/12/2025) itu, dalam kurun waktu sekitar 17 jam, telah menyebar luas dan memicu beragam reaksi dari warganet. Video berdurasi 32 detik ini berhasil mengumpulkan 3.372 tanda suka, 99 komentar, 68 repost, dan dibagikan ulang sebanyak 365 kali, menunjukkan betapa cepatnya informasi ini menyebar di jagat maya.
Dalam keterangan unggahannya, admin akun Instagram tersebut menyampaikan, “Dapat info dari kak @reegarding_ jam 13.36 WIB pada Rabu (31/12/2025) aliran sungai di Guci dekat Pancuran 13 kembali meluap. Buat teman-teman tetap berhati-hati ya, stay safe.”
Kondisi Sungai dan Pemandian yang Terdampak
Video tersebut secara gamblang memperlihatkan bagaimana air sungai kembali meluap dengan arus yang cukup deras. Air sungai tampak berwarna pekat kecokelatan, menandakan tingginya kandungan sedimen akibat luapan tersebut. Beberapa pengunjung terlihat dalam video, mengamati derasnya aliran sungai dari luar area Pancuran 13, tepatnya di dekat sebuah jembatan.
Suasana dalam video juga menggambarkan kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat di area Wisata Guci saat itu. Kabut tebal menyelimuti kawasan tersebut, disertai dengan hujan deras yang mengguyur. Kombinasi hujan deras dan peningkatan debit air sungai menjadi faktor utama terjadinya luapan ini.
Konfirmasi dan Penjelasan dari Pihak Pengelola
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, awak media melakukan konfirmasi kepada Kepala UPTD Objek Wisata Kabupaten Tegal, Satriyo Pribadi. Pada hari Kamis, 1 Januari 2026, Satriyo Pribadi membenarkan peristiwa yang terekam dalam video tersebut. Ia menjelaskan bahwa aliran Sungai Gung di kawasan Guci memang kembali meluap, namun ia menekankan bahwa kali ini kondisinya tidak separah banjir bandang yang pernah terjadi sebelumnya.
“Betul terlaporkan kejadian seperti dalam video pada Rabu (31/12/2025), sekitar pukul 15.01 WIB, kondisi pemandian pancuran 13 Guci terpantau debit air cukup tinggi sehingga kolam tertutup air luapan. Tetapi situasi masih aman tidak seperti banjir sebelumnya,” ungkap Satriyo Pribadi.
Satriyo menambahkan bahwa pada hari kejadian, kawasan DTW Guci memang diguyur hujan deras. Akibatnya, debit air Sungai Gung meningkat drastis hingga akhirnya meluap dan menutupi area kolam Pemandian Pancuran 13 Guci. Namun, berdasarkan laporan yang diterima pada pukul 17.49 WIB, air mulai berangsur surut dan situasi dinyatakan aman.
Pernyataan Terkini dan Imbauan untuk Pengunjung
Memasuki hari Kamis, 1 Januari 2026, Satriyo Pribadi memberikan kabar terbaru mengenai kondisi di DTW Guci. Ia menyatakan bahwa secara umum, debit air di kawasan wisata, khususnya Pemandian Pancuran 13, sudah dinyatakan aman. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa Pemandian Pancuran 13 untuk sementara waktu masih ditutup untuk umum demi keamanan.
Satriyo Pribadi juga berusaha menenangkan kekhawatiran wisatawan dengan menyatakan bahwa Wisata Guci secara keseluruhan tetap aman untuk dikunjungi. Luapan air sungai tersebut hanya terjadi di area bantaran sungai dan tidak mengganggu destinasi atau wahana lain yang tersedia.
“Kami imbau wisatawan tidak perlu khawatir karena DTW Guci tetap aman dikunjungi. Masih banyak wahana lain yang bisa dinikmati pengunjung termasuk kulinernya,” ujar Satriyo.
Ia menambahkan bahwa Pemandian Pancuran 5, yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Tegal, kini sudah dapat dinikmati oleh pengunjung secara gratis. Hal ini menjadi salah satu alternatif bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi pemandian air panas.
Perubahan Sistem Pembayaran Tiket
Selain imbauan mengenai keamanan, Satriyo Pribadi juga mengingatkan para pengunjung yang berencana berwisata ke Guci untuk mempersiapkan saldo dompet digital mereka. Per tanggal 1 Januari 2026, sistem pembayaran tiket masuk ke Guci telah beralih menggunakan pembayaran non-tunai melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Perubahan ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat transaksi bagi para pengunjung.
Dengan adanya imbauan dan penjelasan dari pihak pengelola, diharapkan para wisatawan dapat merencanakan kunjungan mereka ke DTW Guci dengan lebih baik, tetap mematuhi arahan keselamatan, dan menikmati berbagai keindahan serta fasilitas yang ditawarkan oleh objek wisata yang populer ini.




















