Syekh Ahmad Al Misry masih berada di negara asalnya, Mesir. Dia dikenal tidak kooperatif dalam menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung terkait kasus pelecehan seksual sesama jenis yang ditangani oleh Bareskrim Polri.
Habib Mahdi, yang mewakili sejumlah korban, telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut. Pihak Bareskrim Polri telah memanggil tersangka sebanyak tiga kali.
Selain itu, polisi juga telah mengirimkan red notice kepada otoritas Mesir untuk memulangkan Syekh Ahmad Al Misry ke Indonesia.
Menurut Habib Mahdi, ada informasi bahwa tersangka memiliki dua kewarganegaraan.
“Beberapa waktu lalu, saya mendengar informasi tentang dua kewarganegaraan ini. Saya juga meminta kepada Kedutaan Besar Mesir di Indonesia agar bisa membantu memulangkan atau mendeportasi warga negara Indonesia, yaitu Syekh Ahmad Al Misry,” ujarnya.
Habib Mahdi mengatakan bahwa dia tidak mengetahui bahwa tersangka memiliki dua kewarganegaraan. Ia hanya tahu bahwa Syekh Ahmad Al Misry adalah WNI setelah menikah dengan seseorang dari Indonesia.
“Saya tidak tahu jika dia memiliki dua kewarganegaraan, meskipun informasi itu sangat jelas,” katanya.
Dari pengamatan Habib Mahdi, Syekh Ahmad Al Misry tidak kooperatif. Beberapa kali pemanggilan dilakukan, namun yang bersangkutan belum juga memenuhi panggilan tersebut.
“Tidak kooperatif itu sudah pasti. Jika dia terus menunda-nunda pemeriksaan di Mabes Polri, maka kasus ini akan semakin berlarut-larut. Jangan sampai menyatakan bahwa orang-orang bernegatif terhadap dia, sementara dia sendiri tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan penyidik. Hadapi saja,” ujar Habib Mahdi.
Sebelumnya, Syekh Ahmad Al Misry mengklaim bahwa ia pulang ke Mesir untuk menemani ibunya yang sedang sakit. Namun, Habib Mahdi menepis pernyataan tersebut sebagai kebohongan.
“Isu tentang orang tuanya yang sakit itu saya tepis. Memang benar, orang tuanya pernah sakit 6 tahun lalu dan menjalani operasi tulang belakang. Setelah itu, tidak ada lagi kabar soal kondisi kesehatannya,” tegasnya.

















