
Dua kapal tanker India yang membawa muatan gas elpiji (LPG) kini telah berhasil melewati Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran yang krusial di kawasan Timur Tengah. Keberhasilan ini memberikan sedikit kelegaan bagi India yang tengah menghadapi krisis pasokan gas rumah tangga yang parah. Gangguan pada jalur distribusi akibat eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia telah menimbulkan kekhawatiran besar.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengonfirmasi pada hari Sabtu bahwa kedua kapal negara tersebut telah mendapatkan jaminan izin lintas aman melalui selat yang strategis ini. “Meskipun demikian, situasi masih cukup mengkhawatirkan karena tercatat masih ada dua puluh dua kapal berbendera India lainnya yang terjebak di Teluk Persia,” ujar Randhir pada hari Minggu (15/3).
Kapal-kapal yang masih tertahan di kawasan tersebut meliputi berbagai jenis, termasuk enam kapal pengangkut gas elpiji, satu kapal pengangkut gas alam cair (LNG), dan empat kapal tanker minyak mentah.
Krisis LPG yang Melanda India
India saat ini tengah berjuang menghadapi kelangkaan pasokan gas elpiji (LPG). LPG merupakan komoditas vital yang digunakan secara luas oleh masyarakat India untuk keperluan memasak sehari-hari. Selain itu, LPG juga memegang peranan penting dalam berbagai proses industri dan menjadi bahan baku utama dalam industri petrokimia untuk produksi plastik.
Ketergantungan India pada impor LPG sangat tinggi. Negara ini merupakan importir gas elpiji terbesar kedua di dunia, dengan sekitar sembilan puluh persen dari total kebutuhan pasokannya berasal dari kawasan Timur Tengah. Selain LPG, sebagian besar kebutuhan minyak mentah India juga dipasok melalui jalur laut di Teluk Persia.
Menyadari kerentanan ini, pemerintah India terus melakukan upaya diplomatik dan pembicaraan intensif dengan berbagai negara, termasuk Iran, untuk mengamankan jalur pelayaran kapal tanker dan memastikan kelancaran pasokan energi.
Kesepakatan Khusus untuk Jalur Lintas Aman
Laporan menyebutkan bahwa kedua kapal tanker India tersebut diizinkan melintasi Selat Hormuz setelah jalur tersebut sempat hampir tertutup total selama dua minggu terakhir akibat ketegangan yang meningkat.
Menurut sumber yang memahami duduk perkara ini, izin lintas aman tersebut diberikan setelah tercapainya sebuah kesepakatan khusus antara pemerintah India di New Delhi dan pemerintah Iran di Teheran. Namun, rincian mengenai isi kesepakatan tersebut belum diungkapkan kepada publik, mengingat sifatnya yang sangat sensitif dan berkaitan dengan keamanan nasional.
Jadwal Kedatangan dan Identitas Kapal
Kapal tanker yang berhasil melewati Selat Hormuz tersebut adalah Shivalik dan Nanda Devi. Kapal Shivalik diperkirakan akan mencapai pelabuhan Mundra di India pada tanggal 16 Maret 2026, sementara kapal Nanda Devi dijadwalkan tiba sehari kemudian.
Kedua kapal tanker ini merupakan aset milik Shipping Corporation of India, sebuah perusahaan negara. Lebih lanjut, kapal-kapal ini disewa oleh perusahaan negara lainnya, yaitu Indian Oil Corporation, yang merupakan salah satu perusahaan minyak dan gas terbesar di India.
Kapal-kapal tersebut memuat gas elpiji dari Ras Laffan, Qatar. Selama pelayaran, kedua kapal ini secara aktif mengirimkan sinyal melalui sistem pelacakan otomatis (Automatic Identification System/AIS). Sinyal ini secara spesifik menginformasikan bahwa mereka adalah kapal resmi milik pemerintah India, sebuah langkah strategis yang bertujuan untuk memastikan keamanan perjalanan mereka di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. Upaya ini menunjukkan keseriusan India dalam menjaga pasokan energi krusial bagi masyarakatnya.




