Israel: UEA, Yordania, Inggris Siap Bantu Serang Iran?

Diposting pada

Sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa dikabarkan siap memberikan dukungan kepada militer Amerika Serikat jika terjadi konflik dengan Iran. Kabar ini muncul seiring dengan semakin dekatnya armada militer AS ke wilayah tersebut, meningkatkan ketegangan regional.

Dukungan Logistik dan Intelijen

Menurut laporan yang beredar, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), dan Inggris Raya akan memberikan dukungan logistik dan intelijen kepada militer AS seandainya serangan terhadap Iran benar-benar terjadi. Dukungan ini mencakup pertukaran data intelijen dan operasional, serta potensi peran dalam mencegat rudal dan drone Iran yang diluncurkan sebagai balasan atas serangan AS. Operasi pertahanan ini dilaporkan bertujuan untuk melindungi Israel, pangkalan militer AS di Timur Tengah, dan infrastruktur energi utama di Teluk Persia.

Namun, sejauh mana partisipasi Inggris Raya masih menjadi pertanyaan, terutama mengingat komentar terbaru yang meremehkan peran sekutu dalam mendukung pasukan AS selama perang di Afghanistan.

Kekhawatiran di Kalangan Negara-Negara Teluk

Beberapa sumber, termasuk diplomat Arab dan pejabat Teluk, telah menyuarakan kekhawatiran atas potensi serangan AS-Israel terhadap Iran. Negara-negara Teluk khawatir akan terjebak dalam baku tembak jika konflik terjadi. Arab Saudi, Oman, dan Qatar dilaporkan telah memimpin upaya untuk mencegah AS melancarkan serangan baru, sementara posisi UEA masih belum jelas, dengan sinyal yang beragam dari para pejabat dan pakar.

Pemberitahuan kepada Negara-Negara Regional

Amerika Serikat juga dilaporkan telah memberi tahu Irak, Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab mengenai kemungkinan serangan terhadap Iran. Informasi ini disampaikan kepada negara-negara regional sebagai bagian dari upaya koordinasi dan persiapan menghadapi potensi eskalasi.

Pergerakan Armada AS

Kapal induk AS USS Abraham Lincoln dilaporkan semakin dekat dengan wilayah Iran. Kapal induk tersebut, bersama dengan tiga kapal perusak, telah tiba di Samudera Hindia dari Laut Cina Selatan dan sedang dalam perjalanan menuju Laut Arab. Kelompok kapal induk ini mencakup sekitar 5.000 pelaut dan marinir, serta skuadron jet tempur, helikopter, dan pesawat serang elektronik.

Presiden AS telah mengkonfirmasi bahwa sejumlah besar kapal bergerak menuju Timur Tengah untuk mengantisipasi keadaan darurat apa pun, dan mencatat bahwa Washington memantau dengan cermat situasi di Iran. Komando Pusat AS juga mengumumkan kehadiran jet tempur F-15E Strike Eagle di wilayah tersebut untuk meningkatkan kesiapan.

Pertemuan Tingkat Tinggi AS-Israel

Komandan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, berada di Israel untuk bertemu dengan para pejabat senior. Pertemuan tersebut membahas peningkatan “hubungan strategis yang erat” antara kedua negara. Namun, beberapa sumber mengindikasikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk berkoordinasi dalam mengantisipasi kemungkinan serangan terhadap Iran.

Dampak pada Penerbangan Global

Ketegangan yang meningkat telah menyebabkan maskapai penerbangan global mengubah rute mereka. Maskapai seperti KLM, Lufthansa, Finnair, dan Wizz Air mengumumkan bahwa mereka akan menghindari wilayah udara Iran dan Irak, sejalan dengan rekomendasi regulator penerbangan Uni Eropa untuk menjauhi zona potensi konflik.

Tuduhan dan Peringatan Iran

Tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya Israel meningkat terhadap Iran sejak demonstrasi rakyat meletus di negara itu. Teheran menuduh Washington berusaha menciptakan dalih bagi intervensi militer dan penggulingan rezim melalui sanksi, tekanan, menghasut kerusuhan, dan menyebarkan kekacauan.

Iran telah memperingatkan bahwa setiap tindakan permusuhan terhadap negara itu akan ditanggapi dengan respons luas yang menargetkan pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut. Seorang pejabat Iran mengatakan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dianggap sebagai tindakan perang dan akan direspons dengan tepat.

  • Peringatan Iran:
    Iran telah menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi agresi apa pun dan akan menggunakan semua kemampuannya untuk membela diri.
  • Target Potensial:
    Semua pangkalan Amerika di wilayah tersebut akan menjadi target yang sah bagi Iran jika terjadi serangan.
  • Kesiapan Penuh:
    Iran menekankan bahwa mereka sepenuhnya siap dan akan menggunakan semua kemampuannya untuk menghadapi agresi apa pun.
Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan