No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home News

Telinga Satwa Liar: Mengapa Selalu Tegak?

Hendra by Hendra
31 Maret 2026 - 00:00
in News
0

Eksperimen Gila yang Mengubah Wajah Hewan: Dari Rubah Liar Menjadi Sahabat Setia

Pada tahun 1959, sebuah eksperimen yang dianggap nyaris mustahil dimulai oleh seorang ilmuwan Rusia bernama Dmitry Belyayev. Tujuannya ambisius: menjinakkan silver fox atau rubah perak, hewan liar yang terkenal dengan sifat agresif dan anti-sosialnya terhadap manusia. Belyayev ingin membuktikan sebuah hipotesis yang belum pernah diuji secara sistematis: bahwa sifat jinak dapat diwariskan melalui proses seleksi perilaku yang disengaja.

Banyak kalangan ilmuwan meragukan rencana Belyayev. Pakar perilaku hewan, Tecumseh Fitch, bahkan menggambarkan keberanian Belyayev sebagai sesuatu yang sulit dilebih-lebihkan. Ia menjelaskan bahwa proses domestikasi hewan seperti anjing, kuda, atau sapi biasanya memakan waktu ribuan tahun. Gagasan Belyayev untuk mencapai hasil serupa dalam rentang waktu satu masa hidup manusia terdengar seperti sebuah mimpi di siang bolong.

Namun, mimpi itu perlahan tapi pasti mulai terwujud, bahkan jauh lebih cepat dari perkiraan siapa pun.

Transformasi Mengejutkan: Rubah Liar Berubah Bak Anak Anjing

Hanya dalam waktu delapan generasi, rubah-rubah hasil eksperimen Belyayev mulai menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan. Ketakutan dan agresi yang sebelumnya mendominasi, kini digantikan oleh rasa ingin tahu dan penerimaan terhadap manusia. Mereka tidak lagi melarikan diri atau menggeram ketika didekati. Sekitar 25 tahun kemudian, atau sekitar dua puluh generasi, lahirlah garis keturunan rubah yang cukup jinak untuk dapat hidup berdampingan dengan manusia layaknya hewan peliharaan.

Para peneliti evolusi, Don Newgreen dan Jeffrey Craig, mengakui bahwa rentang waktu ini sangat singkat untuk sebuah perubahan evolusioner yang mendalam. Namun, yang paling mengejutkan bukanlah kecepatan transformasinya, melainkan perubahan fisik yang menyertainya.

Meskipun Belyayev secara spesifik hanya menyeleksi satu sifat—yaitu tingkat jinaknya seekor rubah—generasi rubah yang lebih jinak ini justru menunjukkan serangkaian perubahan fisik yang tak terduga. Wajah mereka menjadi lebih pendek, gigi mengecil, dan ekornya melengkung. Perubahan yang paling mencolok adalah telinga mereka yang menjadi lebih panjang, lembek, dan merunduk. Anehnya, dengan penampilan fisik yang berubah ini, mereka justru tampak seperti anak anjing, meskipun nenek moyang mereka adalah hewan liar yang garang.

Baca Juga  Kemhan Ungkap Prestasi Tahun Lalu, Bangun 100 Batalyon Baru dan Dapatkan Alutsista Canggih

Newgreen dan Craig mencatat, “Meskipun hanya diseleksi berdasarkan temperamen, generasi berikutnya menunjukkan wajah yang lebih pendek, gigi yang lebih kecil, telinga yang lembek, ekor keriting, dan perubahan warna bulu.”

Yang lebih menarik lagi, perubahan fisik ini sebenarnya telah diprediksi oleh para ilmuwan sejak abad ke-19.

Misteri Telinga Kendur: Kunci Domestikasi yang Terungkap?

Jika kita perhatikan, sangat sedikit hewan liar yang memiliki telinga kendur. Kecuali gajah, hampir semua satwa liar memiliki telinga yang tegak, kaku, dan selalu waspada terhadap lingkungan sekitar. Sebaliknya, banyak hewan yang kita kenal sebagai hewan peliharaan—seperti anjing, kucing, kelinci, dan domba—seringkali memiliki telinga yang menurun atau terkulai.

Fenomena ini pertama kali diamati oleh Charles Darwin. Dalam karyanya yang diterbitkan pada tahun 1859, Darwin menulis bahwa ketidakmampuan untuk menegakkan telinga “pasti merupakan akibat dari proses domestikasi.” Darwin juga mencatat bahwa perubahan-perubahan lain seringkali muncul bersamaan: ukuran otak mengecil, moncong memendek, warna bulu menjadi lebih bervariasi, dan banyak hewan domestik yang menunjukkan perilaku seperti remaja sepanjang hidup mereka.

Kumpulan ciri-ciri ini kini dikenal sebagai “domestication syndrome” atau sindrom domestikasi.

Namun, selama bertahun-tahun, para ilmuwan dibuat bingung: mengapa perubahan-perubahan yang tampaknya tidak berkaitan ini—seperti bentuk telinga, warna bulu, perilaku, dan bentuk wajah—muncul secara bersamaan?

Selama lebih dari satu abad, jawaban atas pertanyaan ini tetap menjadi misteri. Hingga akhirnya, sebuah teori baru mulai menarik perhatian para peneliti. Teori ini menduga bahwa semua perubahan tersebut mungkin berawal dari sebuah struktur kecil dalam embrio yang disebut neural crest.

Jejak Misteri pada Struktur Embrio: Kunci Perubahan Fenotipe

Pada tahun 1868, seorang ahli anatomi asal Swiss, Wilhelm His Sr., menemukan sekelompok sel yang kemudian dinamai neural crest. Sel-sel ini memiliki kemampuan luar biasa untuk bermigrasi ke berbagai bagian tubuh janin yang sedang berkembang. Peranannya sangat vital, karena sel-sel neural crest ini berkontribusi dalam pembentukan berbagai struktur, mulai dari tulang wajah, jaringan ikat, sel pigmen kulit, hingga sistem saraf perifer dan kelenjar hormon.

Baca Juga  Victoria's Dubious Final Fatal Shark Attack

Pentingnya neural crest begitu besar sehingga pernah dijuluki sebagai “satu-satunya hal menarik tentang vertebrata.” Gangguan sekecil apa pun dalam perkembangan neural crest dapat menimbulkan dampak yang luas dan merembet ke berbagai aspek tubuh, termasuk bentuk telinga, warna bulu, struktur wajah, bahkan respons terhadap hormon stres seperti adrenalin.

Inilah yang membuat teori neural crest tampak begitu elegan dan masuk akal.

Menurut peneliti Adam Wilkins, ketika manusia melakukan seleksi terhadap hewan berdasarkan tingkat jinaknya, mereka secara tidak sadar memilih individu yang memiliki “defisit ringan pada neural crest.” Defisit ini berarti hewan tersebut cenderung memiliki kelenjar adrenal yang lebih kecil dan respons rasa takut yang lebih lemah. Sebagai efek sampingnya, perubahan fisik seperti telinga yang tidak sepenuhnya tegak, ekor yang melengkung, dan perubahan warna bulu pun muncul.

Jadi, keinginan untuk menciptakan hewan yang tidak menggigit atau melarikan diri saat didekati, secara tidak sengaja menghasilkan telinga yang kendur sebagai efek samping yang tak terduga.

Namun, seperti teori ilmiah besar lainnya, teori neural crest ini pun tidak luput dari tantangan dan perdebatan.

Teori Baru Mengguncang: Domestikasi Bukan Sekadar Seleksi Perilaku

Pada tahun 2023, dua ekolog dari Australian National University, Ben Thomas Gleeson dan Laura Wilson, kembali mengajukan pandangan yang mengguncang teori yang selama ini dianggap matang. Mereka berpendapat bahwa penjelasan yang populer saat ini tidak sepenuhnya tepat.

Gleeson dan Wilson menyoroti sebuah fakta penting: rubah-rubah dalam eksperimen Belyayev bukanlah rubah liar murni, melainkan berasal dari penangkaran. Yang lebih mengejutkan lagi, ciri-ciri domestikasi juga muncul ketika para peneliti melakukan seleksi terhadap rubah yang agresif, bukan hanya yang jinak.

Menurut pandangan mereka, inti dari proses domestikasi bukanlah pada sifat apa yang kita pilih, melainkan pada sifat apa yang tidak lagi harus dipertahankan oleh hewan tersebut di lingkungan baru mereka.

Baca Juga  West Middle School's Local Charity Drive

Hewan peliharaan tidak perlu lagi berjuang keras menghindari predator, tidak harus bersaing sengit untuk mendapatkan pasangan, dan tidak perlu berburu untuk mencari makan. Dalam kondisi lingkungan yang terlindungi dan penuh pasokan makanan, sifat-sifat yang sebelumnya krusial untuk kelangsungan hidup di alam liar menjadi tidak lagi memberikan keuntungan evolusioner. Seiring berjalannya waktu, sifat-sifat liar tersebut perlahan memudar dan menghilang.

Wilson dan Gleeson menjelaskan, “Hewan yang dilindungi dari predator dapat kehilangan sifat-sifat liar untuk menghindarinya. Kompetisi mencari pasangan juga berkurang, sehingga perilaku reproduksi liar bisa menurun atau hilang.”

Dengan kata lain, telinga yang kendur bukanlah pengganti langsung dari telinga yang tegak. Sebaliknya, telinga yang tegak perlahan-lahan menghilang ketika tekanan seleksi alam yang menuntut kewaspadaan tersebut lenyap dalam lingkungan domestik.

Menjawab Pertanyaan Klasik: Mengapa Anjing Berbeda dari Serigala?

Lantas, mengapa anjing memiliki telinga kendur sementara serigala, leluhur mereka, tidak? Jawabannya ternyata tidak sesederhana satu teori tunggal.

Bisa jadi teori neural crest memainkan peran yang signifikan dalam menjelaskan perubahan fisik tersebut. Di sisi lain, perubahan lingkungan dalam proses domestikasi mungkin juga berperan besar dalam menyingkirkan sifat-sifat liar yang dulunya penting. Kemungkinan besar, kedua faktor ini saling melengkapi dan bekerja bersama. Mungkin juga ada mekanisme lain yang belum sepenuhnya kita pahami hingga saat ini.

Namun, jika kita harus merangkum jawaban atas pertanyaan ini dalam bentuk yang paling ringkas, maka inilah versi terbaiknya: Hewan jinak memiliki telinga kendur karena kita secara tidak langsung membentuk mereka demikian—dan pada akhirnya, mereka juga turut membentuk kita.

Seperti yang pernah diungkapkan oleh Adam Wilkins, “Domestikasi hewan adalah langkah penting dalam perkembangan peradaban manusia. Tanpa hewan-hewan ini, sulit membayangkan masyarakat manusia dapat berkembang seperti sekarang.” Eksperimen Belyayev, meskipun dimulai dengan keraguan, telah membuka mata kita terhadap kompleksitas evolusi dan hubungan mendalam antara manusia dan hewan yang mendampinginya.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Apakah Kopi Tingkatkan Kolesterol? Ini Temuan Penelitian
News

Apakah Kopi Tingkatkan Kolesterol? Ini Temuan Penelitian

30 April 2026 - 21:03
News

Ramalan Zodiak Leo 29 April 2026: Hari Penuh Peluang untuk Tampil Maksimal

30 April 2026 - 10:22
Resep Tom Yum Goong Autentik: Cara Membuat Sup Thailand Segar untuk Kesehatan Keluarga
News

Resep Tom Yum Goong Autentik: Cara Membuat Sup Thailand Segar untuk Kesehatan Keluarga

30 April 2026 - 00:54
5 Tanda Maag dan Cara Mengobatinya
News

5 Tanda Maag dan Cara Mengobatinya

30 April 2026 - 00:13
Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap
News

Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap

29 April 2026 - 21:42
Injil Katolik Hari Ini: April 2026 dan Mazmur Tanggapan
News

Injil Katolik Hari Ini: April 2026 dan Mazmur Tanggapan

28 April 2026 - 21:21
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
SIM Keliling Tangerang Selatan, 2 Lokasi Rabu 6 Mei 2026

SIM Keliling Tangerang Selatan, 2 Lokasi Rabu 6 Mei 2026

8 Mei 2026 - 00:19
Cetak Inovasi Maritim, Kanwil Kemenkum Sultra Luncurkan Sentra KI di Wakatobi

Cetak Inovasi Maritim, Kanwil Kemenkum Sultra Luncurkan Sentra KI di Wakatobi

9 Mei 2026 - 21:10
Thom Haye Punya Rahasia Kalahkan Macan Kemayoran

Thom Haye Punya Rahasia Kalahkan Macan Kemayoran

9 Mei 2026 - 21:09
Tunggakan PBB Bangka Capai Rp13 Miliar, Pemkab Beri Diskon 75 Persen

Tunggakan PBB Bangka Capai Rp13 Miliar, Pemkab Beri Diskon 75 Persen

9 Mei 2026 - 21:05
Insentif Mobil Listrik 2026 Dibuka, Ini Daftar Merek yang Berpeluang

Insentif Mobil Listrik 2026 Dibuka, Ini Daftar Merek yang Berpeluang

9 Mei 2026 - 20:59
Sidang penyiraman air keras Andrie Yunus dilanjutkan, pemeriksaan 8 saksi

Sidang penyiraman air keras Andrie Yunus dilanjutkan, pemeriksaan 8 saksi

9 Mei 2026 - 20:50

Pilihan Redaksi

Cetak Inovasi Maritim, Kanwil Kemenkum Sultra Luncurkan Sentra KI di Wakatobi

Cetak Inovasi Maritim, Kanwil Kemenkum Sultra Luncurkan Sentra KI di Wakatobi

9 Mei 2026 - 21:10
Thom Haye Punya Rahasia Kalahkan Macan Kemayoran

Thom Haye Punya Rahasia Kalahkan Macan Kemayoran

9 Mei 2026 - 21:09
Tunggakan PBB Bangka Capai Rp13 Miliar, Pemkab Beri Diskon 75 Persen

Tunggakan PBB Bangka Capai Rp13 Miliar, Pemkab Beri Diskon 75 Persen

9 Mei 2026 - 21:05
Insentif Mobil Listrik 2026 Dibuka, Ini Daftar Merek yang Berpeluang

Insentif Mobil Listrik 2026 Dibuka, Ini Daftar Merek yang Berpeluang

9 Mei 2026 - 20:59
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.