Kecelakaan Maut di Pelaihari: Satu Pengendara Meninggal Dunia
Peristiwa tragis kembali mengguncang Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan. Pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, sekitar pukul 09.30 Wita, sebuah kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor di ruas Jalan A Yani, jalur Pelaihari-Banjarmasin. Insiden ini terjadi di dekat jembatan besi Kelurahan Angsau, Pelaihari, dan sontak menarik perhatian pengguna jalan serta para relawan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kronologi Singkat dan Kondisi Korban
Menurut saksi mata dan informasi yang beredar, korban ditemukan tergeletak di tepi bahu jalan dengan luka serius di bagian kepala. Luka parah inilah yang diduga kuat menyebabkan korban meninggal dunia di tempat kejadian. Sepeda motor yang dikendarainya terpental tidak jauh dari lokasi, dengan beberapa bagian kendaraan yang rusak dan berserakan di aspal, menambah gambaran keseriusan kecelakaan tersebut.
Kejadian ini dengan cepat menyebar melalui grup percakapan daring di Tala. Sebuah video berdurasi singkat memperlihatkan kondisi korban yang terbaring tak berdaya di sisi jalan, sementara para relawan segera bergerak cepat untuk melakukan persiapan evakuasi.
Identitas Korban dan Kesaksian Saksi
Berdasarkan data identitas yang beredar, korban diketahui bernama MH, seorang pria berusia 44 tahun, yang merupakan warga kompleks perumahan di wilayah Angsau. Kesaksian datang dari M Burhan, seorang pengendara yang kebetulan melintas dan berhenti di lokasi kejadian. Ia menggambarkan kondisi korban sangat memprihatinkan.
“Banyak darahnya di sekitar kepala. Orangnya nggak gerak-gerak lagi,” ujar M Burhan, yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju Kota Pelaihari. Ia memutuskan berhenti setelah melihat adanya kerumunan di lokasi dan ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Penanganan dan Evakuasi
Para relawan dengan sigap melakukan evakuasi terhadap korban. Menurut salah seorang relawan, korban segera dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin, Pelaihari, untuk penanganan lebih lanjut.
Saat ini, aparat kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tala tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk menghimpun keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti dan kronologi lengkap dari kecelakaan maut ini. Unit Gakkum Satlantas Polres Tala telah mengambil alih penanganan kasus ini.
Latar Belakang dan Dampak
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Sebelumnya, pada hari Jumat, dua orang yang merupakan suami istri asal Kabupaten Tanahbumbu juga dilaporkan tewas akibat kecelakaan di jalan raya Kecamatan Jorong. Peristiwa beruntun ini tentu menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat dan menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan saat berkendara di jalan raya.
Pihak kepolisian terus mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan memastikan kondisi kendaraan serta diri dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Keselamatan adalah prioritas utama, dan setiap kelalaian kecil dapat berujung pada konsekuensi yang fatal.
Penyelidikan yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan ini, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian, kondisi jalan, atau faktor teknis lainnya. Hasil penyelidikan ini nantinya akan menjadi dasar untuk upaya pencegahan kecelakaan serupa di masa mendatang.
Pesan Keselamatan Berlalu Lintas
Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kompleks yang memerlukan perhatian dari berbagai pihak, mulai dari pengendara, pemerintah, hingga masyarakat luas. Kampanye kesadaran keselamatan berlalu lintas perlu terus digalakkan untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan untuk mencegah kecelakaan meliputi:
- Kepatuhan terhadap Batas Kecepatan: Mengemudi sesuai batas kecepatan yang ditetapkan dapat memberikan waktu reaksi yang cukup saat menghadapi situasi tak terduga.
- Menghindari Penggunaan Gawai Saat Berkendara: Fokus penuh pada jalan adalah kunci utama keselamatan. Menggunakan ponsel atau gawai lain saat mengemudi sangat berbahaya.
- Memastikan Kondisi Kendaraan: Servis rutin kendaraan, terutama rem, ban, dan lampu, sangat krusial untuk menjaga performa kendaraan.
- Kondisi Pengemudi: Pastikan pengemudi dalam kondisi fisik dan mental yang prima, tidak dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang, serta tidak mengantuk.
- Menghormati Pengguna Jalan Lain: Memberikan ruang dan kesempatan kepada pengguna jalan lain, seperti pejalan kaki dan pengendara sepeda, adalah bentuk kesadaran berlalu lintas yang baik.
Kejadian di Pelaihari ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, dan setiap perjalanan dapat berakhir dengan selamat. Penanganan kasus ini oleh Satlantas Polres Tala diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan mencegah terulangnya kejadian serupa.



















