Kecelakaan maut terjadi di Ring Road Tuban, tepatnya di Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban pada hari Sabtu, 13 Desember 2025. Insiden tragis ini mengakibatkan dua pengendara sepeda motor Yamaha Vixion meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara seorang sopir truk mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. R. Koesma Tuban.
Dampak Kecelakaan
Kecelakaan ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyebabkan kerusakan parah. Sebuah warung di pinggir jalan hancur akibat tertabrak truk, dan sebuah mobil Suzuki Ertiga dengan nomor polisi S 1673 FR juga ringsek.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan melibatkan dua truk yang melaju dari arah barat ke timur. Kedua truk tersebut bertabrakan dari sisi kanan dan kiri. Di antara kedua truk, terdapat sepeda motor Yamaha Vixion berwarna hitam yang hancur setelah terjepit benturan keras.
- Truk di sisi kanan bernomor polisi S 8420 UC.
- Truk di sisi kiri bernomor polisi S 8497 UJ.
- Sepeda motor Yamaha Vixion yang terlibat bernomor polisi S 2154 ED.
Akibat kejadian tersebut, dua pengendara sepeda motor Yamaha Vixion dinyatakan meninggal dunia di tempat. Sopir truk bernomor polisi S 8420 UC mengalami patah tulang dan segera dilarikan ke RSUD Dr. R. Koesma Tuban untuk mendapatkan perawatan medis.
Barang Bukti di Lokasi Kejadian
Petugas kepolisian menemukan dua joran pancing di lokasi kejadian, yang diduga milik kedua pengendara sepeda motor Yamaha Vixion. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua korban mungkin sedang dalam perjalanan untuk memancing sebelum terjadinya kecelakaan.
Dugaan Penyebab Kecelakaan
Sopir truk bernomor polisi S 8497 UJ, diketahui bernama Masnan (34), warga Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Berdasarkan informasi yang beredar, Masnan diduga mengonsumsi minuman keras jenis tuak sebelum kejadian dan dalam kondisi mabuk saat mengemudi. Namun, dugaan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Kesaksian Korban Selamat
Sutain (55), warga Desa Kowang, Kecamatan Semanding, yang merupakan saksi mata sekaligus penumpang mobil Suzuki Ertiga, menceritakan kronologi kejadian. Ia menjelaskan bahwa saat itu ia dan dua orang lainnya dalam mobil hendak menuju Bojonegoro dan melaju dengan kecepatan pelan.
“Awalnya kami melaju pelan. Di dalam mobil ada tiga orang. Tiba-tiba dari arah belakang ada dua truk melaju ugal-ugalan,” ujar Sutain.
Ia menambahkan bahwa kedua truk tersebut berusaha mendahului dengan mengambil jalur yang berbeda. Satu truk mengambil lajur kanan, sementara satu lainnya mengambil lajur kiri. Namun, di depan mereka terdapat sebuah truk tronton yang sedang berhenti karena hendak menyeberang ke jalur Tuban–Widang.
“Kedua truk itu tiba-tiba saling bertabrakan. Truk yang ambil jalur kanan menabrak bagian belakang mobil kami, sementara truk yang di kiri menabrak warung,” jelasnya.
Untuk menghindari truk tronton, kedua truk tersebut akhirnya saling membanting setir. Truk dari kanan membanting setir ke kiri, sedangkan truk dari kiri membanting setir ke kanan.
Nahas, pada saat yang bersamaan, sepeda motor Yamaha Vixion melaju dari arah barat ke timur. Akibatnya, sepeda motor tersebut langsung terjepit di antara kedua truk dan mengakibatkan kedua pengendaranya meninggal dunia di tempat.
“Alhamdulillah kami bertiga selamat, hanya shock saja. Kejadiannya sangat mengerikan,” pungkas Sutain.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas korban dari kejadian ini. Penyelidikan meliputi:
- Olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk merekonstruksi kejadian.
- Pemeriksaan saksi-saksi, termasuk sopir truk yang selamat dan penumpang mobil Ertiga.
- Pemeriksaan kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan.
- Uji laboratorium untuk memastikan apakah sopir truk yang diduga mabuk benar mengonsumsi alkohol.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas. Mengemudi dalam keadaan mabuk sangat berbahaya dan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keselamatan di jalan raya.






