Drama Timbangan Batal Laga Final Road to UFC 4 di UFC 325
Ajang UFC 325 yang diselenggarakan di Qudos Bank Arena, Sydney, pada Minggu, 1 Februari 2026, seharusnya menjadi puncak dari turnamen Road to UFC 4. Acara ini sangat dinantikan, terutama oleh para penggemar seni bela diri campuran di Indonesia, mengingat partisipasi dua jagoan kebanggaan Tanah Air, Rio Tirto dan Deni Daffa. Namun, euforia tersebut harus terkikis oleh insiden yang tidak terduga, di mana salah satu laga final Road to UFC 4 terpaksa dibatalkan akibat kecurangan yang dilakukan oleh salah seorang petarung saat sesi penimbangan badan.
Perjalanan Singkat Dua Jagoan Indonesia
Sebelum membahas drama di sesi timbangan, penting untuk menengok kembali perjalanan Rio Tirto dan Deni Daffa di Road to UFC 4. Sayangnya, kedua wakil Indonesia ini harus mengakhiri langkah mereka lebih dini, yaitu di babak perempat final.
- Rio Tirto bertarung di kelas terbang. Ia harus mengakui keunggulan petarung asal Selandia Baru, Aaron Tau, setelah kalah melalui knockout (KO) di ronde pertama.
- Deni Daffa, yang berkompetisi di kelas ringan, juga mengalami nasib serupa. Ia takluk dari Ren Yawei dari Tiongkok melalui kuncian di ronde pertama.
Meskipun demikian, perjuangan mereka tetap diapresiasi sebagai bagian dari upaya mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Aaron Tau: Dari Finalis Menjadi Kontroversi
Aaron Tau, petarung asal Selandia Baru yang berhasil mengalahkan Rio Tirto, menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen. Ia berhasil melaju hingga babak final kelas terbang Road to UFC 4 setelah menundukkan Yin Shuai dari Tiongkok melalui keputusan mutlak di babak semifinal. Seharusnya, Tau dijadwalkan berhadapan dengan Namsrai Batbayar dari Mongolia dalam laga puncak di UFC 325.
Namun, mimpi buruk terjadi pada sesi penimbangan badan yang berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026. Ketika melakukan penimbangan, Tau yang menggunakan tirai penutup dan melepas seluruh pakaiannya, menunjukkan berat badan 55,56 kg. Angka ini jauh di bawah batas maksimal kelas terbang yang ditetapkan, yaitu 57,1 kg.
Merasa ada yang tidak beres, pihak UFC kemudian menginstruksikan Tau untuk melakukan penimbangan ulang dengan mengenakan pakaian. Hasilnya mengejutkan. Pada kesempatan kedua, berat badan Tau melonjak menjadi 58,5 kg, yang berarti jauh melebihi batas kelas terbang.
Terbongkarnya Kecurangan dan Permintaan Maaf
Investigasi lebih lanjut mengungkap modus kecurangan yang dilakukan oleh Aaron Tau. Ia terbukti menyangga sikunya pada tirai penutup saat penimbangan pertama, sebuah tindakan yang memungkinkannya untuk mengurangi beban yang menekan timbangan. Selain itu, ia juga tidak menapakkan tumitnya dengan sempurna di atas timbangan.
Menghadapi bukti yang ada, Aaron Tau akhirnya mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf. Melalui akun media sosialnya, ia menyatakan, “Saya perlu meminta maaf kepada lawan, UFC, tim, dan para penggemar. Walaupun saya terus berusaha sampai akhir, saya punya satu pekerjaan yaitu memenuhi berat badan dan bertarung. Saya tidak melakukannya, saya minta maaf.”
Dampak Pembatalan Laga Final
Akibat insiden kecurangan yang dilakukan Aaron Tau, laga final kelas terbang Road to UFC 4 dipastikan batal. Keputusan ini tentu mengecewakan bagi para penggemar yang telah menantikan duel tersebut, termasuk Namsrai Batbayar yang seharusnya menjadi lawannya.
Hasil Pertarungan Final Road to UFC 4 Lainnya
Meskipun satu laga final batal, tiga pertarungan final lainnya dari Road to UFC 4 tetap berjalan lancar dan tersaji dalam sesi early preliminary card UFC 325. Berikut adalah hasil lengkapnya:
Kelas Bantam:
- Lawrence Lui (Selandia Baru) dinyatakan menang atas Sulang Rangbo (Tiongkok) melalui keputusan terbelah (split decision) dengan skor 29-28, 29-28, dan 28-29.
Kelas Bulu:
- Keiichiro Nakamura (Jepang) berhasil mengalahkan Sebastian Szalay (Australia). Meskipun sempat didominasi oleh Szalay, Nakamura menunjukkan ketangguhan luar biasa. Di menit-menit akhir ronde ketiga, ia berhasil membalikkan keadaan dan meng-KO Szalay dengan kombinasi serangan lutut dan pukulan yang mematikan.
Kelas Ringan:
- Pertarungan final kelas ringan mempertemukan Kim Sang-wook dari Korea Selatan melawan Dom Mar Fan dari Australia. Kim Sang-wook sendiri sebelumnya berhasil mengalahkan Ren Yawei (penakluk Deni Daffa) melalui kuncian di ronde kedua pada babak semifinal.
- Duel antara Kim Sang-wook dan Dom Mar Fan berlangsung sengit hingga tiga ronde penuh. Pada akhirnya, Dom Mar Fan dinyatakan sebagai pemenang melalui keputusan mutlak dengan skor telak 30-27, 30-27, dan 30-27.
Insiden di UFC 325 ini menjadi pengingat pentingnya integritas dan sportivitas dalam dunia olahraga, terutama dalam kompetisi profesional seperti seni bela diri campuran. Kejujuran dalam setiap tahapan, termasuk penimbangan badan, adalah pondasi utama yang harus dijunjung tinggi oleh setiap atlet.



