Veda Ega Pratama harus puas menutup sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto3 Malaysia 2026 di urutan kedelapan setelah tampil di Sirkuit Internasional Sepang pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Meski menunjukkan kecepatan yang sempat menjanjikan, pembalap asal Gunungkidul itu tertinggal dari pesaing teratas yang saling berebut waktu lap terbaik.
Di menit-menit akhir sesi FP2, pembalap asal Spanyol David Almansa mengejutkan barisan depan dengan mencatatkan waktu terbaik, sehingga menempatkan dirinya sebagai yang tercepat pada sesi tersebut. Aksi Almansa di fase akhir latihan tersebut menggeser sejumlah rival dan menjadi sorotan tim serta penonton di Sepang.
Sesi FP2 sendiri menjadi kesempatan bagi tim untuk menyempurnakan set-up motor dan strategi jelang sesi kualifikasi. Veda sempat menunjukkan tanda-tanda kompetitif selama latihan, tetapi pada akhirnya catatan waktunya hanya cukup untuk menempati posisi kedelapan setelah upaya perbaikan di putaran-putaran terakhir tidak berhasil mengangkat kembali posisinya ke jajaran terdepan.
Kondisi ini menjadi lebih menantang mengingat penampilan Veda pada dua sesi sebelumnya relatif lebih kuat. Pada sesi FP1, ia berhasil finis di peringkat keempat, sementara dalam sesi latihan terpisah yang berlangsung sebelum FP1 ia sempat berada di posisi ketiga. Hasil-hasil itu membuat ekspektasi bahwa Veda mampu konsisten di barisan depan, namun dinamika FP2 memperlihatkan persaingan yang ketat dan variabel-variabel set-up yang masih harus diatasi.
Secara kronologis, rangkaian latihan di Sepang mengilustrasikan naik-turunnya performa beberapa pembalap Moto3. FP1 memberikan indikasi awal kekuatan tim dan pengendara, sedangkan FP2 digunakan untuk melakukan penyesuaian akhir sebelum sesi kualifikasi. Di lintasan Sepang yang terkenal dengan kombinasi tikungan cepat dan zona lurus panjang, setiap perubahan kecil pada elektronik, ban, atau geometri motor dapat berdampak signifikan pada lap time.
Dengan hasil FP2 ini, tim Veda akan kembali mengevaluasi data telemetri dan hasil uji coba ban untuk mencari celah perbaikan menjelang kualifikasi dan balapan. Sementara itu, penampilan impresif David Almansa pada menit-menit terakhir menempatkannya sebagai figur yang wajib diperhitungkan ketika persaingan memasuki fase penentuan grid dan balapan utama di Sirkuit Internasional Sepang.
Penulis: Redaksi


