Vicky Prasetyo Terbayang Pesan Anak Dede Sunandar Usai Lawan Berujung Blackout di Jambi

Diposting pada

Vicky Prasetyo mengaku sempat diliputi rasa khawatir dan trauma setelah pertandingan tinju selebritas di Jambi berubah menjadi momen genting bagi Dede Sunandar. Sebelum naik ring, Vicky ternyata sempat melakukan video call dengan anak-anak Dede yang menitipkan ayah mereka kepadanya. Kenangan itu kembali muncul saat Dede tak sadarkan diri usai menerima pukulan dalam laga yang juga melibatkan Bedu.

Pengakuan itu disampaikan Vicky dalam acara Pagi Pagi Ambyar yang tayang di YouTube Trans TV pada Selasa, 6 Oktober 2026. Ia mengatakan, pesan singkat dari anak-anak Dede membuatnya merasa tanggung jawab moral yang besar selama pertandingan berlangsung. Menurut dia, sejak awal dirinya sudah paham bahwa laga tinju selalu menyimpan risiko, meski digelar dalam format hiburan.

Pertandingan tersebut mempertemukan Vicky dengan dua lawannya sekaligus, yakni Dede Sunandar dan Bedu. Format satu lawan dua dipilih agar tenaga Dede dan Bedu bisa dibagi bergantian menghadapi Vicky. Dalam penjelasannya, Vicky menyebut laga itu merupakan bagian dari celebrity match sehingga susunannya mengikuti kesepakatan dan konsep acara.

Meski panitia sempat menyarankan penggunaan pelindung kepala, Vicky memilih bertarung tanpa head guard. Ia mengaku sempat menolak saran tersebut dan memilih langsung turun bertanding. Namun, situasi di atas ring ternyata berjalan lebih keras dari yang diperkirakan. Dede, yang mengaku belum pernah bertanding tinju sebelumnya, mengalami blackout pada ronde pertama setelah menerima pukulan di bagian rusuk dan belakang telinga.

Dede menjelaskan, pukulan yang masuk membuat pandangannya langsung gelap. Ia menyebut pengalaman itu sebagai kali pertama dirinya naik ring dalam pertandingan tinju. Kondisi tak sadarkan diri itu membuat Vicky ikut panik, apalagi ia teringat pengalaman pahit ketika kehilangan pelatihnya, almarhum Herotito dari Malang, yang meninggal saat pertandingan di atas ring.

Vicky mengatakan, momen Dede terjatuh membuat ingatannya kembali pada kejadian lama tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan lawan jauh lebih penting daripada hasil pertandingan. Baginya, ketika melihat Dede terkapar, yang terlintas justru nasib keluarga lawannya, terutama anak-anak yang sebelumnya sempat berbicara dengannya sebelum laga dimulai.

Dalam kesempatan yang sama, Vicky menolak anggapan bahwa pertandingan itu bisa diatur sedemikian rupa. Ia menilai tinju tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dibuat aman sepenuhnya hanya dengan skenario. Setelah kejadian itu, Vicky mengaku mulai berpikir untuk tidak lagi mengikuti pertandingan tinju. Sementara itu, Dede menyebut dirinya masih trauma dan mengaku Vicky benar-benar membantu keluarganya hingga sekarang.

Sumber: style.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan