Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kembali menunjukkan perhatiannya terhadap sektor kelautan dan perikanan dengan melakukan tinjauan langsung ke produksi bibit rumput laut di Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memastikan ketersediaan bahan baku utama bagi industri makanan agar-agar dan meningkatkan kesejahteraan para petani rumput laut.
Penyebab Penurunan Produksi Rumput Laut
Menurut data yang diperoleh dari para petani dan pengepul, produksi rumput laut di wilayah Rote Barat mengalami penurunan drastis dalam beberapa bulan terakhir. Lot Martinus Heu, seorang pengepul rumput laut kering, menyampaikan bahwa pada Juni 2024 hingga akhir September 2024, ia bisa menimbang hasil panen hingga 20 ton per bulan. Namun, pada periode Oktober hingga Januari 2025, jumlah tersebut turun menjadi hanya 7 ton per bulan. Hal ini berdampak langsung pada pendapatan para petani, yang kini mengalami kesulitan ekonomi.
Penurunan produksi ini disebabkan oleh kerusakan rumput laut akibat perubahan iklim dan kondisi lingkungan yang tidak stabil. Selain itu, faktor teknis seperti kurangnya pengelolaan yang optimal juga menjadi penyebab utama. Meski harga rumput laut kering saat ini mencapai Rp17.000 perkilogram, fluktuasi harga membuat para petani sulit merencanakan usaha mereka secara jangka panjang.
Upaya Pemerintah Provinsi NTT
Gubernur VBL telah menyatakan komitmennya untuk mendukung sektor kelautan dan perikanan di NTT. Ia menyebutkan bahwa rumput laut merupakan salah satu sumber daya alam yang bernilai ekspor tinggi. Beberapa waktu lalu, NTT berhasil mengekspor rumput laut ke Tiongkok, dan saat ini beberapa pengusaha Tiongkok sedang menjajaki peluang investasi di NTT, termasuk pembangunan pabrik pengolahan rumput laut.
Dalam pertemuan dengan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Zhu Xinglong, Gubernur VBL meminta bantuan pihak Tiongkok untuk mengajak lebih banyak pengusaha Tiongkok untuk mengembangkan bisnis rumput laut di NTT. Ia menegaskan bahwa kualitas rumput laut NTT sangat unggul dan memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Visi dan Misi Gubernur VBL
Sebagai pemimpin NTT, Gubernur VBL memiliki visi untuk menjadikan NTT sebagai daerah yang mandiri dan sejahtera melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan sektor maritim, termasuk budidaya rumput laut, garam, dan perikanan. Program TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi) dan revolusi hijau juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Gubernur VBL juga berupaya memperkuat hubungan kerja sama dengan negara-negara mitra, seperti Tiongkok dan Brasil, untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas produk lokal. Kerja sama dengan Tiongkok tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, tetapi juga mencakup bidang kesehatan, pendidikan, dan kemaritiman.
Potensi Ekonomi Rumput Laut
Rumput laut bukan hanya menjadi bahan baku bagi industri makanan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik. Di NTT, sektor ini dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir, terutama di kabupaten-kabupaten yang memiliki garis pantai yang panjang. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, potensi ekonomi ini bisa dimaksimalkan.
[GAMBAR: Viktor Bungtilu Laiskodat tinjau produksi bibit rumput laut di Nemberala]
Langkah-Langkah yang Diperlukan
Untuk mengatasi masalah kerusakan rumput laut, diperlukan langkah-langkah konkret dari pemerintah daerah. Beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain:
- Peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan teknis dan pengelolaan lingkungan.
- Penguatan infrastruktur untuk mendukung budidaya rumput laut, seperti pengadaan alat bantu dan sistem irigasi.
- Kerja sama dengan lembaga penelitian untuk mengembangkan varietas rumput laut yang tahan terhadap perubahan iklim.
- Peningkatan akses pasar melalui ekspor dan pemasaran lokal yang lebih efektif.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan produksi rumput laut di NTT dapat kembali pulih dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Kunjungan Gubernur VBL ke produksi bibit rumput laut di Nemberala menunjukkan komitmen pemerintah provinsi untuk memperhatikan sektor maritim dan perikanan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional, NTT memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan rumput laut yang berkelanjutan dan berkontribusi pada perekonomian daerah.
Penulis : wafaul

















