Kabar gembira bagi para pengguna bahan bakar minyak (BBM) jenis Revvo 95. Setelah sempat mengalami kekosongan stok, kini BBM dengan oktan 95 tersebut telah kembali tersedia di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo. Ketersediaan ini disambut antusias, menandai kembalinya salah satu pilihan bahan bakar berkualitas di pasaran.
Pembaruan Harga BBM Vivo: Revvo 95 Kembali, Harga Turun
Kembalinya Revvo 95 di SPBU Vivo tidak hanya menjadi sorotan utama, tetapi juga dibarengi dengan pengumuman menarik mengenai penyesuaian harga. Per tanggal 1 Februari 2026, Vivo menetapkan harga baru untuk beberapa produk unggulannya.
Berikut adalah rincian perubahan harga BBM Vivo yang berlaku mulai 1 Februari 2026:
- Revvo 92: Ditetapkan seharga Rp 12.050 per liter.
- Diesel Primus Plus: Dijual dengan harga Rp 13.600 per liter.
- Revvo 95: Kini dapat dibeli dengan harga Rp 12.500 per liter.
Perlu dicatat bahwa pada bulan Januari 2026, harga Revvo 92 tercatat lebih tinggi, yaitu Rp 12.700 per liter. Sementara itu, Diesel Primus Plus pada periode yang sama berada di angka Rp 13.610 per liter. Varian Revvo 95 sendiri tidak tersedia pada Januari 2026. Penyesuaian harga ini menunjukkan komitmen Vivo untuk memberikan pilihan yang lebih kompetitif kepada konsumen.
Pertamina Juga Lakukan Penyesuaian Harga di Beberapa Wilayah
Tidak hanya Vivo, PT Pertamina (Persero) juga mengumumkan pembaruan harga bahan bakar minyak di beberapa wilayah tertentu yang mulai berlaku pada tanggal yang sama, yaitu 1 Februari 2026. Penyesuaian ini mencakup berbagai jenis BBM non-subsidi, memberikan gambaran tentang dinamika pasar energi di Indonesia.
Di wilayah Jabodetabek, misalnya, terjadi penurunan harga yang signifikan untuk beberapa produk unggulan Pertamina:
- Pertamax (RON 92): Mengalami penurunan harga menjadi Rp 11.800 per liter, turun dari Rp 12.350 per liter pada Januari 2026.
- Pertamax Green (RON 95): Juga mengalami penurunan harga menjadi Rp 12.450 per liter, dibandingkan dengan Rp 13.150 per liter di bulan sebelumnya.
- Pertamax Turbo (RON 98): Kini dapat dibeli dengan harga Rp 12.700 per liter, turun dari Rp 13.400 per liter.
Penyesuaian harga ini mencerminkan berbagai faktor, termasuk fluktuasi harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan energi nasional.
Penurunan Harga Juga Berlaku untuk BBM Diesel Pertamina
Selain BBM jenis bensin (gasoline), produk BBM diesel dari Pertamina juga mengalami penyesuaian harga di wilayah Jabodetabek:
- Dexlite (CN 51): Mengalami penurunan harga menjadi Rp 13.250 per liter, dari harga sebelumnya Rp 13.500 per liter pada Januari 2026.
- Pertamina Dex (CN 53): Turun menjadi Rp 13.500 per liter, dari harga Rp 13.600 per liter.
Penurunan harga pada BBM diesel ini diharapkan dapat memberikan keringanan bagi para pengguna kendaraan niaga dan pribadi yang mengandalkan bahan bakar jenis ini.
BBM Subsidi dan Penugasan Tetap Stabil
Di tengah fluktuasi harga BBM non-subsidi, penting untuk dicatat bahwa beberapa jenis BBM yang masuk dalam kategori penugasan dan subsidi tetap mempertahankan harganya. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi, terutama bagi sektor-sektor yang paling membutuhkan.
Dua jenis BBM yang harganya tidak mengalami perubahan adalah:
- Pertalite: Tetap dijual dengan harga Rp 10.000 per liter.
- Biosolar: Tetap dijual dengan harga Rp 6.800 per liter.
Stabilitas harga BBM bersubsidi ini menjadi jangkar penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat, memastikan bahwa kebutuhan energi dasar tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.












