Wang Zhiyi Akhiri Tren Runner-Up, Rebut Gelar Bergengsi All England 2026
Perjalanan panjang pebulu tangkis tunggal putri Tiongkok, Wang Zhiyi, akhirnya membuahkan hasil manis. Setelah sekian lama dikenal sebagai “manusia silver” karena rentetan hasil sebagai finalis, Wang Zhiyi akhirnya berhasil mematahkan kutukan tersebut dengan menjuarai All England 2026. Kemenangan prestisius ini diraihnya setelah menaklukkan unggulan asal Korea Selatan sekaligus juara bertahan, An Se-young, dalam pertandingan yang sengit.
Rentetan Runner-Up yang Menghantui
Sebelum momen bersejarah di All England 2026, Wang Zhiyi memang kerap kali harus puas berada di posisi kedua. Predikat “manusia silver” melekat erat padanya lantaran atlet kelahiran 29 April 2000 ini secara konsisten melaju ke babak final berbagai turnamen bergengsi, namun selalu gagal meraih gelar juara.
Rangkaian hasil runner-up ini dimulai sejak Denmark Open 2025. Setelah itu, tren serupa terus berlanjut di berbagai ajang penting:
- Denmark Open 2025: Finis sebagai runner-up.
- French Open 2025: Kembali meraih medali perak.
- BWF World Tour Finals 2025: Harus puas di posisi kedua.
- Malaysia Open 2026: Gagal meraih gelar juara di final.
- India Open 2026: Kembali kalah di partai puncak.
- German Open 2026: Harus mengakui keunggulan lawan di final.
Kekalahan beruntun di babak final ini tentu menjadi ujian mental yang berat bagi Wang Zhiyi. Namun, ia tak pernah menyerah dan terus berjuang untuk memperbaiki performanya.
Momen Penebusan di Utilita Arena Birmingham
Perjuangan Wang Zhiyi akhirnya terbayarkan pada Minggu, 8 Maret 2026, di Utilita Arena Birmingham, Inggris. Dalam partai puncak All England 2026, Wang Zhiyi berhasil mengalahkan An Se-young, yang notabene adalah tunggal putri peringkat satu dunia dan juara bertahan. Pertarungan keduanya berlangsung selama 59 menit, penuh drama dan reli-reli menegangkan.
Wang Zhiyi berhasil membalikkan keadaan dan menaklukkan An Se-young dengan skor akhir 15-21 dan 19-21. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan namanya sebagai juara All England 2026, tetapi juga menjadi penanda berakhirnya julukan “manusia silver” yang selama ini melekat padanya.
Memutus Dominasi An Se-young
Kemenangan Wang Zhiyi atas An Se-young memiliki makna ganda. Selain menjadi penebusan pribadi, kemenangan ini juga berhasil memutus dominasi An Se-young yang sebelumnya sangat sulit ditaklukkan.
Sebelum pertemuan di All England 2026, An Se-young telah menunjukkan performa luar biasa dengan rentetan kemenangan yang mengesankan. Tercatat, An Se-young telah meraih 37 kemenangan beruntun sejak babak 32 besar Denmark Open 2025 pada Oktober tahun sebelumnya.
Secara spesifik, An Se-young menjadi batu sandungan bagi Wang Zhiyi di beberapa final penting:
- Denmark Open 2025: Wang Zhiyi kalah dari An Se-young di final.
- French Open 2025: An Se-young kembali mengalahkan Wang Zhiyi di partai puncak.
- BWF World Tour Finals 2025: Wang Zhiyi takluk dari An Se-young di final.
- Malaysia Open 2026: An Se-young keluar sebagai pemenang dalam duel final melawan Wang Zhiyi.
- India Open 2026: An Se-young kembali membuktikan superioritasnya atas Wang Zhiyi di final.
Bahkan di German Open 2026, yang mana An Se-young tidak berpartisipasi, Wang Zhiyi juga gagal meraih gelar. Ia kalah dari rekan senegaranya, Han Qian Xi, dengan skor ketat 19-21 dan 20-22.
Namun, di All England 2026, segalanya berubah. Wang Zhiyi berhasil membalas kekalahannya dari An Se-young dan menghentikan laju sang juara bertahan. Misi An Se-young untuk menambah koleksi gelar setelah sebelumnya menjuarai Denmark Open 2026, French Open 2025, Australian Open 2025, BWF World Tour Finals 2025, Malaysia Open 2026, dan India Open 2026, harus terhenti di tangan Wang Zhiyi.
Kemenangan ini diharapkan menjadi titik balik bagi karir Wang Zhiyi, membuka jalan bagi lebih banyak gelar juara di masa depan dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tunggal putri terbaik dunia.




