Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, dilanda musibah banjir yang berujung pada hilangnya nyawa seorang warga. Muizah, seorang perempuan berusia 32 tahun yang berasal dari Kampung Pule RT 09 RW 03, Kecamatan Binuang, dilaporkan tenggelam pada hari Minggu, 25 Januari 2026. Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap korban masih terus dilakukan.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, insiden tragis ini terjadi pada hari Minggu, 25 Januari 2026, sekitar pukul 12.20 siang. Peristiwa bermula ketika kepala desa setempat tengah membagikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir di sekitar aliran irigasi persawahan Kampung Sasak RT 08 RW 03, Desa Gembor.
Di tengah kegiatan pembagian bantuan tersebut, seorang warga bernama Muizah, yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ), tiba-tiba nekat menerjang banjir. Meskipun sudah diperingatkan oleh warga sekitar, Muizah tetap bersikeras melanjutkan langkahnya menerobos arus banjir yang deras. Akibatnya, korban kehilangan keseimbangan dan tenggelam terbawa arus.
“Sudah diperingati oleh warga setempat tetapi korban tersebut tetap melanjutkan jalan menerjang arus banjir yang mengakibatkan korban tenggelam terbawa arus,” ujar Ajat Sudrajat.
Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Serang segera berkoordinasi dengan Kepala Desa Gembor dan Basarnas Banten. Tim dari BPBD Kabupaten Serang langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan memulai operasi pencarian.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan segera membagi diri menjadi dua kelompok, yaitu SRU I dan SRU II.
-
SRU I: Bertugas melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai menggunakan perahu karet (rubber boat). Area pencarian SRU I mencakup radius sejauh 2 kilometer dari lokasi kejadian (LKP).
-
SRU II: Bertugas melakukan pemantauan visual dari udara menggunakan drone thermal. Penggunaan drone thermal diharapkan dapat membantu mendeteksi keberadaan korban di tengah kondisi air yang keruh dan area banjir yang luas.
Upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan pada hari pertama belum membuahkan hasil. Kondisi cuaca dan arus sungai yang deras menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
Meskipun demikian, tim SAR gabungan tidak menyerah dan berencana untuk melanjutkan operasi pencarian pada hari berikutnya.
Berikut adalah rincian upaya pencarian yang telah dilakukan:
- Koordinasi Awal: BPBD Kabupaten Serang berkoordinasi dengan Kades Gembor dan Basarnas Banten setelah menerima laporan kejadian.
- Pengerahan Personel: BPBD Kabupaten Serang memberangkatkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan persiapan pencarian.
- Pembentukan Tim SAR Gabungan: Tim SAR gabungan dibentuk yang terdiri dari BPBD, Basarnas, relawan, dan warga setempat.
- Pembagian Tugas: Tim SAR dibagi menjadi dua kelompok (SRU I dan SRU II) dengan tugas yang berbeda.
- Pencarian di Sungai: SRU I melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai menggunakan perahu karet.
- Pemantauan Udara: SRU II melakukan pemantauan visual dari udara menggunakan drone thermal.
- Evaluasi Harian: Tim SAR melakukan evaluasi harian untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.
Kondisi terakhir korban hingga saat ini masih belum ditemukan. Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Pihak BPBD Kabupaten Serang mengimbau kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk turut serta membantu dalam proses pencarian dan memberikan informasi jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana banjir, terutama saat musim hujan tiba. Hindari beraktivitas di dekat sungai atau area yang rawan banjir, dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika terjadi peningkatan debit air.


















