Pemberantasan Prostitusi: Operasi Pekat Candi 2026 Amankan Terduga Pelaku di Hotel Wiradesa
Jajaran Kepolisian Sektor Wiradesa berhasil mengamankan seorang wanita muda yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi. Penangkapan ini merupakan bagian dari Operasi Pekat Candi 2026 yang secara khusus menyasar penyakit masyarakat, termasuk prostitusi yang telah meresahkan warga. Tindakan tegas ini dilaksanakan di salah satu hotel yang berlokasi di wilayah Wiradesa pada hari Minggu, 1 Maret 2026.
Operasi ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi prostitusi daring yang dilakukan melalui platform media sosial di lokasi tersebut. Kecurigaan warga ini kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
Kapolsek Wiradesa, AKP Maman Sugiharto, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa petugas berhasil mengamankan seorang perempuan dengan inisial SAS, yang berusia 20 tahun. SAS diketahui merupakan warga Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
“Yang bersangkutan kami amankan di salah satu hotel di wilayah Wiradesa. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diduga terjadi transaksi prostitusi yang dilakukan melalui media sosial,” ujar AKP Maman Sugiharto pada hari Senin, 2 Maret 2026.
Dalam operasi penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang mendukung dugaan praktik prostitusi. Barang bukti tersebut meliputi:
- Tangkapan layar percakapan yang diduga merupakan bukti transaksi.
- Uang tunai senilai Rp 400.000 yang diduga sebagai hasil transaksi.
- Satu bungkus alat kontrasepsi.
Setelah proses penangkapan dan pengumpulan barang bukti, perempuan berinisial SAS tersebut kemudian dibawa ke Markas Polsek Wiradesa. Di sana, pihaknya akan melakukan pendataan lebih lanjut serta memberikan pembinaan.
“Kami memberikan peringatan kepada yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatannya, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan ibadah dan menjaga kesuciannya,” tambah AKP Maman Sugiharto.
AKP Maman Sugiharto menegaskan komitmen jajaran Polsek Wiradesa dalam memberantas penyakit masyarakat. Operasi Pekat Candi 2026 akan terus digencarkan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, beliau mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing. Kerjasama antara masyarakat dan pihak kepolisian sangat dibutuhkan dalam mencegah dan memberantas berbagai bentuk penyakit masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat menjaga kekhusyukan ibadah selama bulan Ramadan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari berbagai bentuk penyakit masyarakat serta menjaga kekhusyukan ibadah di bulan Ramadan,” tegasnya.
Upaya penindakan terhadap praktik prostitusi ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga moralitas dan ketertiban sosial, terlebih lagi menjelang dan selama bulan suci Ramadan. Pihak kepolisian berharap dengan adanya operasi ini, masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman, serta dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa gangguan dari aktivitas negatif.
Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan atau melanggar hukum. Laporan dari masyarakat menjadi salah satu sumber penting bagi kepolisian dalam melaksanakan tugasnya. Dengan demikian, tercipta sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan aman.
Operasi Pekat Candi 2026 ini menunjukkan bahwa kepolisian serius dalam memberantas segala bentuk pelanggaran hukum yang merusak tatanan sosial, terutama yang bersifat asusila. Tindakan preventif dan represif akan terus dilakukan secara seimbang untuk menciptakan efek jera bagi para pelaku dan mencegah terjadinya kejahatan serupa di masa mendatang.




