Warga Buka Jalan Enang-Enang: Aksi Heroik

Diposting pada

Akses Jalan Nasional Bireuen-Takengon Dibuka Kembali Berkat Swadaya Masyarakat

Konektivitas antara wilayah pesisir dan dataran tinggi Gayo kembali terjalin berkat inisiatif luar biasa dari warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Akses Jalan Nasional Bireuen-Takengon di kawasan Enang-Enang, yang sempat lumpuh total akibat bencana hidrometeorologi pada September 2025, kini mulai dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Keberhasilan ini dicapai melalui upaya gotong royong dan pengumpulan dana swadaya oleh masyarakat setempat.

Sejak bencana melanda, berbagai upaya penanganan telah dilakukan untuk memulihkan konektivitas wilayah yang terdampak. Namun, lambannya proses perbaikan di titik-titik krusial seperti Enang-Enang mulai berdampak signifikan terhadap roda perekonomian dan mobilitas warga. Menghadapi situasi ini, masyarakat tidak tinggal diam. Mereka berinisiatif mengumpulkan dana secara patungan dalam beberapa hari terakhir. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk menyewa alat berat guna membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan nasional tersebut.

Peran Aktif Babinsa dan TNI dalam Mendukung Perbaikan

Upaya swadaya masyarakat ini mendapatkan dukungan penuh dari unsur TNI, khususnya Babinsa Koramil 04 Pintu Rime Gayo. Personel TNI turut serta dalam kegiatan pembersihan dan pengawalan di lapangan. Kehadiran mereka tidak hanya untuk mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur, tetapi juga untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses perbaikan berlangsung.

Kopka Supriatna, Babinsa Koramil 04 Pintu Rime Gayo, menjelaskan bahwa perbaikan di kawasan Enang-Enang ini sepenuhnya merupakan inisiatif dan biaya dari masyarakat setempat. Ia secara pribadi turun langsung membantu pekerjaan di lapangan untuk mempercepat proses perbaikan. “Berkat kerja keras bersama, saat ini progres perbaikan akses tersebut sudah mencapai 80 persen dan kendaraan mulai bisa dilalui,” ujarnya, menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi kesulitan.

Kompleksitas Kerusakan dan Keterlibatan BPJN Aceh

Sementara itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah dan perwakilan masyarakat juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi Enang-Enang pada 29 Mei 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi terkini pascabencana longsor.

Berdasarkan hasil peninjauan dan kajian teknis yang dilakukan, BPJN Aceh mengidentifikasi bahwa kerusakan pada ruas Enang-Enang ternyata cukup kompleks dan memiliki tingkat risiko yang tinggi. Kondisi tanah yang labil menjadi salah satu faktor utama yang memperumit penanganan.

Tantangan Tambahan: Kerusakan Jembatan

Kendala di lokasi Enang-Enang tidak hanya sebatas material longsor yang menutupi badan jalan. BPJN Aceh juga menemukan adanya kerusakan berat pada area jembatan di kawasan tersebut. Kerusakan jembatan ini menjadi tantangan tambahan yang signifikan, menyebabkan akses utama belum dapat difungsikan sepenuhnya bagi pengguna jalan.

Meskipun BPJN Aceh sangat mengapresiasi kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat yang telah bergerak cepat membuka akses pada beberapa titik longsoran, faktor keselamatan bersama tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, BPJN Aceh mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap memanfaatkan jalur alternatif yang telah disediakan hingga penanganan lebih lanjut selesai dilaksanakan.

“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama, masyarakat tetap diimbau menggunakan jalur alternatif yang sudah tersedia,” tegas Plt Kepala BPJN Aceh, Zulkarnain.

Komitmen Jangka Panjang dan Koordinasi Lintas Sektor

Kehadiran pihak BPJN Aceh di lokasi merupakan bagian dari upaya koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Sejak awal terjadinya bencana, berbagai upaya penanganan memang terus dilakukan pada titik-titik terdampak untuk menjaga konektivitas wilayah.

BPJN Aceh menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menyiapkan langkah penanganan yang tepat, aman, dan berkelanjutan. Informasi terkait perkembangan perbaikan jalan ini akan terus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat untuk menjaga transparansi dan partisipasi publik. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memulihkan sepenuhnya fungsi jalan nasional tersebut dan mendukung kembali aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat di kedua wilayah.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan