Sorotan Tajam Pendukung Persebaya Surabaya pada Wasit Pertandingan Krusial Melawan Dewa United
Pertandingan mendatang antara Persebaya Surabaya dan Dewa United dalam lanjutan Liga Super 2025/2026 pada Minggu, 1 Februari 2026, di Stadion Gelora Bung Tomo, diprediksi akan berlangsung sengit. Namun, bukan hanya persaingan di lapangan yang menjadi perhatian utama, melainkan sosok wasit yang akan memimpin jalannya laga. Para pendukung Persebaya Surabaya secara khusus menyoroti rekam jejak wasit yang ditugaskan, yang dinilai berpotensi memicu kontroversi. Kekhawatiran ini muncul karena sang pengadil lapangan dikenal memiliki kecenderungan untuk sering mengeluarkan kartu, termasuk kartu merah, yang pernah dialami oleh salah satu pemain kunci Persebaya.
Momentum Penting Bagi “Green Force”
Laga ini menjadi momen krusial bagi Persebaya Surabaya, yang akrab disapa “Green Force”, untuk melanjutkan tren positif mereka. Tim asuhan Bernardo Tavares ini sedang berada dalam performa gemilang, mencatatkan empat kemenangan beruntun di kompetisi musim ini. Rangkaian kemenangan tersebut diraih dengan mengalahkan Persijap Jepara (4-0), Madura United (1-0), Malut United (2-1), dan PSIM Yogyakarta (3-0). Catatan impresif ini, dengan hanya kebobolan satu gol dalam empat pertandingan terakhir, telah meningkatkan optimisme para suporter menjelang laga kandang. Konsistensi di lini pertahanan dan efektivitas lini serang menjadi modal utama Persebaya untuk meraih kemenangan kelima secara berturut-turut.
Dewa United: Lawan Tangguh dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Meskipun Persebaya tengah dalam performa puncak, Dewa United dipastikan bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan. Tim yang dimotori oleh Alexis Messidoro ini datang ke Surabaya dengan kepercayaan diri yang tinggi berkat dua kemenangan beruntun yang baru saja mereka raih. Dewa United berhasil membantai Persijap Jepara dengan skor telak 4-0 dan mengalahkan Arema FC dengan skor 2-0. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa Dewa United siap memberikan perlawanan serius dan menantang tren positif Persebaya.
Rekor Pertemuan yang Menarik Perhatian
Rekor pertemuan antara kedua tim juga menambah bumbu persaingan. Kemenangan terakhir Persebaya Surabaya atas Dewa United tercatat pada tahun 2023. Lebih menarik lagi, Dewa United pernah mencuri kemenangan telak 3-0 di markas Persebaya Surabaya pada musim 2024/2025. Catatan ini membuat pertandingan mendatang diprediksi akan berlangsung sangat ketat dan sarat dengan tensi tinggi.
Duel Taktik Berbeda: Disiplin vs. Ofensif
Dari sisi taktik, pertemuan ini akan mempertemukan dua gaya bermain yang sangat berbeda. Persebaya Surabaya, di bawah kendali Bernardo Tavares, dikenal dengan permainan yang reaktif dan disiplin. Mereka cenderung menunggu momen yang tepat untuk menyerang dan sangat mengandalkan kedisiplinan dalam bertahan. Sebaliknya, Dewa United mengusung sepak bola yang lebih ofensif dengan fokus pada penguasaan bola. Perbedaan filosofi permainan ini berpotensi memunculkan duel-duel keras di lapangan, yang tentunya akan meningkatkan intensitas pertandingan.
Fokus pada Kepemimpinan Wasit: Nendi Rohaendi
Situasi inilah yang membuat peran wasit menjadi perhatian utama para pendukung Persebaya Surabaya. Laga Persebaya Surabaya melawan Dewa United akan dipimpin oleh wasit asal Bandung, Nendi Rohaendi. Sosok ini dikenal tegas dan tidak ragu untuk mengambil keputusan cepat dengan mengeluarkan kartu kepada pemain.
Statistik kepemimpinan Nendi Rohaendi di Liga Super 2025/2026 menunjukkan kecenderungan ini. Dalam tujuh pertandingan yang telah ia pimpin, Nendi telah mengeluarkan total 24 kartu kuning dan lima kartu merah. Beberapa pertandingan yang ia pimpin menunjukkan pola ini:
- Pekan Pertama: Pertandingan antara Madura United melawan Persis diwarnai dengan tiga kartu kuning dan satu kartu kuning kedua.
- Pekan Keempat: Laga antara Bhayangkara FC kontra Persis juga menghasilkan tiga kartu kuning.
- Pekan Ketujuh: Jumlah kartu meningkat signifikan saat memimpin duel Borneo FC melawan Persija, di mana Nendi mengeluarkan tujuh kartu kuning.
- Pekan Kesebelas: Ketegasan serupa terlihat pada duel Semen Padang kontra Arema FC, yang menghasilkan tujuh kartu kuning dan satu penalti.
Pengalaman Pahit Persebaya Surabaya dengan Kartu Merah
Persebaya Surabaya sendiri pernah merasakan ketegasan Nendi Rohaendi. Pada pekan ke-12 musim ini, saat Persebaya menghadapi Persik Kediri dan berakhir imbang 1-1, satu kartu merah dikeluarkan untuk pemain Persebaya Surabaya.
Sosok yang paling diingat dari pertandingan tersebut adalah Francisco Rivera. Gelandang asing andalan Persebaya Surabaya ini menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran violent conduct. Pengalaman pahit ini masih membekas di benak para pendukung Persebaya Surabaya, yang kini khawatir gaya kepemimpinan wasit Nendi Rohaendi akan kembali memengaruhi jalannya pertandingan penting ini.
Tekanan Tinggi dan Kebutuhan akan Disiplin
Tekanan pada pertandingan ini dipastikan akan sangat tinggi, mengingat kedua tim sama-sama mengincar kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Dalam situasi seperti ini, kesalahan kecil dari pemain berpotensi berujung pada kartu yang bisa mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
Oleh karena itu, Persebaya Surabaya tentu berharap para pemainnya dapat menjaga fokus sepanjang laga. Kedisiplinan dalam bermain dan kontrol emosi menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam keputusan-keputusan krusial yang dikeluarkan wasit. Bernardo Tavares diprediksi akan menekankan pentingnya bermain efektif tanpa melakukan pelanggaran yang tidak perlu. Strategi reaktif Persebaya Surabaya menuntut ketenangan dan kewaspadaan, baik saat bertahan maupun saat melakukan serangan balik.
Bagi Dewa United, gaya permainan ofensif mereka yang cenderung mengandalkan penguasaan bola juga perlu diimbangi dengan kedisiplinan. Penguasaan bola yang tinggi seringkali memancing duel-duel keras, terutama ketika tim kehilangan momentum atau saat lawan melakukan transisi cepat.
Kesimpulan: Adil Tanpa Kontroversi
Dengan segala dinamika yang ada, peran wasit Nendi Rohaendi sekali lagi menjadi sorotan utama menjelang kick-off. Para pendukung Persebaya Surabaya sangat berharap pertandingan berjalan dengan adil dan tanpa kontroversi yang dapat merugikan tim kesayangan mereka. Pertandingan ini bukan hanya tentang meraih tiga poin penting, tetapi juga menjadi pembuktian konsistensi Persebaya Surabaya di papan atas klasemen. Di tengah tensi tinggi dan kepemimpinan wasit yang dikenal tegas, setiap keputusan yang diambil di lapangan hijau akan berada di bawah pengawasan ketat seluruh publik di Stadion Gelora Bung Tomo.




