Kuningan, Jawa Barat menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang yang diperkirakan akan melanda wilayah Jawa Barat bagian timur, termasuk Kabupaten Kuningan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh masyarakat.
Potensi Bencana Hidrometeorologi Meningkat
Kombinasi hujan lebat dan angin kencang ini berpotensi besar meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain:
- Pohon Tumbang: Angin kencang dapat dengan mudah menumbangkan pohon, terutama pohon yang sudah tua, lapuk, atau memiliki dahan yang terlalu lebat. Pohon tumbang ini dapat merusak bangunan, infrastruktur, dan bahkan membahayakan nyawa manusia.
- Longsor: Hujan lebat dapat menyebabkan tanah menjadi labil dan memicu terjadinya longsor, terutama di daerah perbukitan dan lereng. Longsor dapat menimbun rumah, jalan, dan lahan pertanian.
- Gangguan Aktivitas Masyarakat: Cuaca ekstrem dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, seperti transportasi, pekerjaan, dan kegiatan rekreasi. Banjir juga bisa terjadi akibat curah hujan tinggi.
Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh beberapa faktor atmosfer yang saling berinteraksi. Faktor-faktor tersebut antara lain:
- Bibit Siklon Tropis: Keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan Teluk Carpentaria. Sistem ini membentuk serta memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, termasuk Pulau Jawa. Daerah konvergensi ini merupakan area pertemuan angin yang dapat memicu pembentukan awan hujan.
- Peningkatan Aktivitas Monsun Asia: Dalam sepekan ke depan terdapat indikasi peningkatan aktivitas Monsun Asia yang disertai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang diprediksi menguat. Kondisi tersebut menyebabkan massa udara lembap dari belahan bumi utara melintasi ekuator dengan lebih cepat menuju wilayah selatan Indonesia, sehingga meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang. Monsun Asia membawa massa udara lembap dari Asia ke wilayah Indonesia, yang dapat meningkatkan curah hujan.
Imbauan BPBD Kabupaten Kuningan
Menanggapi prakiraan cuaca ekstrem ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Beberapa imbauan yang disampaikan antara lain:
- Waspada Pohon Tumbang: Masyarakat, khususnya yang tinggal di dekat pohon besar, diimbau untuk waspada terhadap potensi pohon tumbang.
- Pemangkasan Pohon: Pohon dengan dahan terlalu lebat sebaiknya segera dipangkas.
- Penebangan Pohon Berisiko: Pohon yang sudah tua, lapuk, miring, dan berisiko roboh sebaiknya ditebang untuk mencegah kerugian maupun korban jiwa.
- Koordinasi dengan Perangkat Desa: Para lurah dan kepala desa diminta untuk aktif mengingatkan warga melakukan langkah pencegahan dini.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menekankan pentingnya langkah pencegahan dini untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana. Beliau juga mengingatkan bahwa wilayah Kuningan yang berada di lereng dan sekitar Gunung Ciremai memiliki kerawanan tersendiri saat terjadi angin kencang dan hujan lebat.
Kewaspadaan di Ruas Jalan
Selain di lingkungan permukiman, BPBD juga mewaspadai keberadaan pohon-pohon besar di sepanjang ruas jalan utama maupun jalan penghubung antarkecamatan. Pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk melakukan pemantauan serta penanganan di titik-titik rawan. Masyarakat juga diajak untuk aktif memantau kondisi di lapangan dan melaporkan jika ada potensi bahaya. Pemangkasan pohon dilakukan seperlunya sesuai situasi dan kondisi agar tidak menimbulkan dampak lanjutan, seperti kemacetan dan gangguan aktivitas lainnya.
Hati-hati dalam Beraktivitas
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam merencanakan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruangan seperti aktivitas wisata di kawasan pegunungan dan alam terbuka. Kondisi cuaca yang tidak menentu dapat membahayakan keselamatan.
Pantau Informasi Cuaca Terkini
Berdasarkan pembaruan prospek cuaca BMKG periode 22–29 Januari 2026, kondisi cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga hujan lebat. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang guna meminimalkan risiko dan dampak bencana. Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui website BMKG atau melalui aplikasi mobile yang tersedia. Dengan mengetahui informasi cuaca terkini, masyarakat dapat lebih siap dan waspada dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.













