Dua Insiden Kebakaran Melanda Minahasa dalam Dua Hari Berturut-turut
Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, diguncang oleh dua peristiwa kebakaran yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan, tepatnya pada Jumat malam (16/1/2026) dan Sabtu malam (17/1/2026). Kejadian ini mengakibatkan total empat unit rumah warga dilalap si jago merah, menimbulkan kerugian materiil yang signifikan dan kepanikan di kalangan masyarakat setempat.
Kebakaran di Kecamatan Sonder: Api Melahap Dua Rumah Warga
Insiden pertama terjadi di Desa Kolongan Atas Dua Jaga IV, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, pada Jumat malam. Dua unit rumah warga ludes terbakar dalam peristiwa ini. Berdasarkan keterangan resmi dari Kapolsek Sonder, Iptu Hanny Montolalu, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri dalam keadaan selamat.
Proses pemadaman api melibatkan beberapa unit mobil pemadam kebakaran. Satu unit dari PT Pertamina PGE Lahendong tiba di lokasi sekitar pukul 22.30 WITA, disusul oleh armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Menurut Iptu Hanny, api dengan cepat membesar dan merambat karena sebagian besar material bangunan rumah yang terbakar terbuat dari kayu. Karakteristik material kayu yang mudah terbakar inilah yang mempercepat penyebaran api ke bagian-bagian lain rumah.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 23.30 WITA, dan situasi dinyatakan aman serta terkendali. Pendataan sementara menunjukkan kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai sekitar Rp 380 juta. Rinciannya, kerugian untuk keluarga Pioh–Rumondor diperkirakan mencapai Rp 350 juta, sementara keluarga Rumantow–Rompis mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta.
Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada obat nyamuk bakar yang dinyalakan oleh pemilik rumah sebelum meninggalkan lokasi. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.
Kebakaran di Kecamatan Tondano Timur: Warga Berupaya Selamatkan Harta Benda
Hanya berselang satu hari, pada Sabtu malam (17/1/2026), api kembali berkobar di Kabupaten Minahasa. Kali ini, insiden kebakaran terjadi di Kelurahan Papakelan, Kecamatan Tondano Timur. Peristiwa ini dengan cepat menyebar melalui media sosial, di mana warga membagikan foto dan video detik-detik api melahap bangunan.
Dalam video yang beredar, terlihat kobaran api yang membesar hingga menjulang ke atas bangunan. Kepanikan melanda warga saat mencoba menyelamatkan barang-barang berharga dari rumah mereka. Terlihat warga bergotong royong mengangkat sejumlah perabot keluar dari rumah yang dilalap api.
Suara kepanikan terdengar dari rekaman video, dengan teriakan meminta bantuan pemadam kebakaran. “Pemadam, pemadam, mana pemadam,” terdengar seruan salah seorang warga. Tangisan dan ungkapan keprihatinan juga terdengar dalam video lain yang beredar, “Oh Tuhan, kasiang.”
Mobil pemadam kebakaran terlihat sudah berada di lokasi kejadian, berupaya memadamkan api. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dua unit rumah dilaporkan terbakar dalam insiden ini.
Salah seorang warga Papakelan bernama Lissy menjelaskan bahwa satu rumah habis terbakar karena seluruhnya terbuat dari kayu. Sementara itu, rumah lainnya hanya mengalami kerusakan sebagian di bagian belakang dan atap karena strukturnya terbuat dari beton. Kejadian ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.00 WITA.
Kedua peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di musim yang mungkin rentan terhadap insiden serupa. Upaya pencegahan, seperti pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan alat pemadam api ringan, dan kehati-hatian dalam penggunaan sumber api, menjadi krusial untuk melindungi harta benda dan keselamatan jiwa. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus bersinergi dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana kebakaran.

















