Berikut adalah lima buku yang memberikan pengaruh paling signifikan dalam hidup saya. Bukan buku-buku teoretis berat seperti Das Kapital atau Wealth of Nations, melainkan buku-buku yang lebih ringan, mudah dicerna, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Buku-buku karya Karl Marx dan Adam Smith mungkin mengubah dunia, namun saya mengakui kesulitan memahaminya saat mencoba membacanya.
1. Islam Aktual, Karya Jalaludin Rahmat
Saya membaca buku ini saat masih duduk di bangku SMA, sekitar tahun 1993-1994. Edisi yang saya baca saat itu memiliki sampul berwarna putih, berbeda dengan edisi terbaru yang saya beli dengan warna dasar hitam. Penerbitnya tetap sama, yaitu Mizan.
Membaca Islam Aktual memberikan pencerahan yang mendalam bagi saya. Bahkan setelah lebih dari tiga dekade, pengaruh buku ini masih terasa dalam pandangan saya terhadap agama dan tindakan saya dalam bermasyarakat.
- Buku ini membentuk pandangan saya tentang praktik beragama yang rasional.
- Saya menjadi lebih terbuka terhadap ilmu pengetahuan.
- Saya terbiasa menerima perbedaan.
- Saya merasa terpanggil untuk membela masyarakat yang tertindas atau termarjinalkan.
Meskipun bukan tergolong buku “berat” karena merupakan kumpulan tulisan tematik, gaya penulisan Jalaludin Rahmat yang lugas dan kemampuan beliau dalam menyampaikan gagasan membuat buku ini mudah dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Perpajakan, Karya Prof. Dr. Mardiasmo, MBA.,Ak.
Saya membeli edisi revisi buku Perpajakan ini pada tahun 2011. Namun, saya masih ingat betul bahwa buku karya Prof. Mardiasmo ini menjadi panduan utama kami dalam mata kuliah perpajakan saat saya menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi UII pada tahun 1995-2000.
Sejak awal karier di sektor swasta hingga saat ini di pemerintahan, manfaat buku ini sangat terasa. Terutama karena pekerjaan saya di bidang keuangan selalu berhubungan erat dengan pajak.
- Selama lebih dari 20 tahun, buku ini telah mengalami revisi berkali-kali seiring dengan perubahan peraturan perpajakan di Indonesia.
- Revisi ini dilakukan agar buku ini tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Namun, secara teoritis, buku Prof. Mardiasmo tetap relevan. Oleh karena itu, bagi pengguna edisi lama, tidak perlu membeli edisi revisi setiap kali ada perubahan. Cukup mengikuti perkembangan peraturan perpajakan terbaru.
3. The Naked Traveler, Karya Trinity
Sejak pertama kali membaca buku ini, saya langsung merasa “klik”. Trinity menceritakan pengalaman backpacker-nya dengan gaya yang jenaka. Banyak pengalaman yang dibagikannya, dan saya seolah-olah ikut merasakan pengalaman tersebut.
Saya sempat membeli buku Naked Traveler lainnya (yang terus diterbitkan karena menjadi best seller), namun yang tersisa hanyalah jilid pertama, jilid yang pertama kali saya beli. Sisanya sudah saya bagikan kepada orang lain.
- Buku ini menginspirasi saya untuk menjadi seorang backpacker.
- Saya selalu mencari hotel yang murah namun berkualitas.
- Saya selalu mencari perjalanan yang menyenangkan sekaligus hemat.
- Saya selalu mencari alat transportasi yang murah, meskipun merepotkan, namun kaya akan pengalaman.
Pengalaman-pengalaman ini membuat kita lebih bisa menerima keadaan yang terkadang tidak menyenangkan dan mengubahnya menjadi cerita lucu, serta membuat kita semakin bijak dalam menghadapi hidup.
4. Analis Kredit Untuk Account Officer, Karya Jopie Jusuf
Ketika saya bekerja di bagian kredit Bank Muamalat KCP Bontang sekitar tahun 2004, buku ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan pekerjaan.
Sebagai lulusan akuntansi, sebenarnya saya sudah mempelajari bab-bab dalam buku ini di bangku kuliah. Namun, buku karya Jopie Jusuf ini seolah-olah meringkas semua yang pernah saya pelajari.
- Saya juga pernah menggunakan buku ini untuk mengajar mata kuliah analisis laporan keuangan ketika saya mengajar di sebuah sekolah tinggi di kampung halaman.
Buku praktis ini sangat bermanfaat karena sifatnya yang praktis dan aplikatif di dunia kerja. Buku ini juga memberikan pemahaman yang lebih baik di bidang keuangan (bidang yang cukup lama saya geluti di dunia kerja) karena ringkas dan menyeluruh.
5. Goodbye, Things. Karya Fumio Sasaki
Judul lengkap buku ini adalah Goodbye, Things. Hidup Minimalis Ala Orang Jepang. Setelah membaca buku ini, saya “kehilangan” banyak barang, terutama pakaian dan buku. Untungnya, buku Goodbye, Things dan empat buku yang saya sebutkan di atas tidak termasuk barang yang hilang dari rumah, sehingga saya bisa menulis artikel ini sambil membukanya.
Menerapkan gaya hidup minimalis dalam keluarga dengan empat orang anak memang agak rumit. Namun, istri dan anak-anak saya memiliki pandangan yang sama untuk sama-sama hidup minimalis dengan sedikit penyesuaian.
- Kami tidak pernah membeli lemari atau sofa, apalagi yang mahal.
- Lemari yang ada biasanya merupakan warisan dari orang tua.
- Kami menggunakan ranjang yang kami beli sebelum membaca buku ini.
Beberapa barang yang istri saya pertahankan adalah piring-piring (warisan) dengan alasan “siapa tahu ada acara selamatan di rumah” (alasan yang cukup lemah, karena jarang sekali ada hajatan di rumah).
Selain itu, istri saya juga menyimpan pakaian seragam guru sekolah (gratis dari sekolah, jumlahnya agak banyak, dan jarang dipakai).
Saya juga masih menyimpan buku-buku favorit dan buku-buku terkait pekerjaan. Banyak buku yang sudah disumbangkan, namun buku bajakan dan buku fotokopi bekas kuliah saya buang.
Meskipun tidak minimalis-minimalis banget, hidup jadi lebih hemat. Saya jarang sekali membeli baju, sehingga baju yang dipakai itu-itu melulu. Akhirnya, kami juga tampak sederhana, penampilan yang memang kami inginkan (sesuai dengan kemampuan juga).
Dengan minimalis, hidup lebih praktis, hemat, dan sederhana. Kita lebih sedikit menghabiskan waktu memikirkan barang dan fokus pada hal-hal yang penting saja.
Dengan gaya hidup seperti itu pun, terkadang ibunya anak-anak masih mengomel, apalagi kalau si balita sibuk mengacak-acak pakaian ibu, bapak, dan kakak-kakaknya.
Ada dua buku yang saya sukai namun karena baru dibaca, belum terlihat pengaruhnya pada kehidupan saya, yaitu Atomic Habits dan The Psychology of Money. Buku-buku bagus yang sudah membuat saya jatuh hati.



















