SURABAYA, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Jawa Timur, selama 10 hari ke depan saat memasuki puncak musim hujan.
Kasi Datin BMKG Kelas I Juanda, Andre Wijaya memprakirakan cuaca ekstrem ini akan berlangsung mulai 1-10 Januari 2026.
“Hal tersebut dapat menyebabkan beberapa bencana hidrometereologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es,” katanya melalui pers rilis, Sabtu (3/1/2026).
Andre menyebut, cuaca ekstrem tersebut disebabkan karena aktifnya monsun asia sehingga menyebabkan adanya gangguan pada gelombang atmosfer low frequency dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur.
“Ditambah lagi, adanya kenaikan suhu muka laut di Selat Madura dan labilnya atmosfer lokal Jatim yang turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang,” ujarnya.
Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak di Jawa Timur, antara lain:
- Kabupaten Pacitan
- Kabupaten Ponorogo
- Kabupaten Trenggalek
- Kabupaten Tulungagung
- Kabupaten Blitar
- Kabupaten Kediri
- Kabupaten Malang
- Kabupaten Lumajang
- Kabupaten Jember
- Kabupaten Banyuwangi
- Kabupaten Bondowoso
- Kabupaten Situbondo
- Kabupaten Probolinggo
- Kabupaten Pasuruan
- Kabupaten Sidoarjo
- Kabupaten Mojokerto
- Kabupaten Jombang
- Kabupaten Nganjuk
- Kabupaten Madiun
- Kabupaten Magetan
- Kabupaten Ngawi
- Kabupaten Bojonegoro
- Kabupaten Tuban
- Kabupaten Lamongan
- Kabupaten Gresik
- Kabupaten Bangkalan
- Kabupaten Sampang
- Kabupaten Pamekasan
- Kabupaten Sumenep
- Kota Kediri
- Kota Blitar
- Kota Malang
- Kota Probolinggo
- Kota Pasuruan
- Kota Mojokerto
- Kota Madiun
- Kota Surabaya
- Kota Batu.
“Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” kata Andre.



















