Puluhan Jemaat Gereja Mawar Sharon Manado Diduga Keracunan Massal Usai Acara
Manado – Puluhan anggota jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Manado dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan pada Jumat, 16 Januari 2026. Insiden ini terjadi setelah mereka mengikuti acara “Prayer Conference” yang diselenggarakan oleh gereja tersebut. Sebanyak 94 orang terpaksa mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Manado akibat gejala keracunan yang mereka alami.
Para korban keracunan tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R.D. Kandou, RS Siloam Sam Ratulangi, dan RS GMIM Pancaran Kasih. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para jemaat yang menjadi korban adalah peserta dari konferensi doa yang berlangsung sepanjang hari tersebut. Acara dimulai sejak pukul 10.00 WITA dan dijadwalkan berlangsung hingga sore menjelang malam.
Salah satu korban, AV (19), seorang perempuan yang tengah menjalani perawatan di Paviliun Ester RS Pancaran Kasih, menceritakan pengalaman pahitnya. Ia mengaku mengalami gejala yang sama dengan jemaat lainnya, yang meliputi sakit kepala, pusing, dan muntah-muntah.
“Semuanya sakit kepala, pusing dan muntah-muntah,” ungkap AV dengan suara lemah saat berbaring di ranjang rumah sakit.
Menu Makan Siang yang Menjadi Sorotan
AV, yang merupakan warga Kecamatan Tuminting, menjelaskan bahwa sebelum gejala keracunan muncul, seluruh peserta menikmati santap siang yang telah disiapkan oleh panitia acara. Menu makan siang tersebut disajikan dalam bentuk “lunch box” atau kotak bekal sekali pakai. Kemasan tersebut tidak memiliki merek spesifik, hanya berupa kotak plastik transparan dengan penutup yang serupa.
Terdapat dua varian menu yang disajikan. Pilihan pertama adalah nasi dengan lauk daging sapi garo rica dan sayur acar. Pilihan kedua adalah nasi dengan ikan tuna yang disajikan bersama sayur kacang panjang, tahu, dan tempe.
“Menu lain berupa nasi ikan tuna dengan sayur kacang panjang tahu tempe,” ujar AV sembari menunjukkan selang infus yang terpasang di tangannya.
Ia menambahkan bahwa dirinya makan siang sedikit terlambat, sekitar pukul 14.00 WITA. Meskipun begitu, semua peserta masih sempat mengikuti sesi materi setelah makan siang. Namun, tak lama kemudian, sebagian peserta mulai merasakan ketidaknyamanan.
“Pada saat sesi setelah makan siang itu mulai terasa tidak enak. Saya sekitar satu jam sudah muntah, pusing,” tuturnya.
Gejala keracunan tidak langsung dirasakan oleh semua orang pada waktu yang bersamaan. Ada jemaat lain yang baru merasakan efeknya beberapa saat setelahnya, bahkan ada yang sudah dalam perjalanan pulang. Namun, mayoritas korban mengalami gejala saat masih berada di lingkungan gereja.
Konfirmasi Pihak Kepolisian
Pihak kepolisian telah mengkonfirmasi adanya dugaan insiden keracunan makanan ini. Kapolsek Malalayang Polresta Manado, AKP Jusman Mori, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar diduga terjadi keracunan makanan kemarin,” ujar Jusman saat dikonfirmasi pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Jusman memaparkan bahwa berdasarkan data yang berhasil dihimpun, terdapat 94 orang yang segera dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat. Ia menjelaskan bahwa ada sebagian korban yang baru merasakan mual setelah tiba di rumah, sementara yang lain langsung menuju rumah sakit karena merasakan pusing dan mual saat masih dalam perjalanan.
Mengenal Prayer Conference GMS Manado
Prayer Conference yang diselenggarakan oleh GMS Manado merupakan sebuah agenda rutin yang bertujuan untuk memperdalam kehidupan doa para jemaat. Acara ini juga dirancang untuk memperbarui urapan rohani, menyelaraskan visi pelayanan gereja, serta mempersiapkan seluruh jemaat dan para pemimpin untuk pergerakan rohani yang lebih besar.
Peserta konferensi ini meliputi berbagai lapisan jemaat, mulai dari para remaja, pemuda, hingga orang dewasa dan lansia, serta para pekerja gereja GMS.
Gedung GMS Manado sendiri berlokasi di Kawasan Bahu Mal, tepatnya di Jalan RW Mongisidi, Manado. Lokasinya strategis, tidak jauh dari beberapa landmark kota seperti apartemen dan hotel BW Lagoon yang merupakan salah satu gedung tertinggi di Manado.
Pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti keracunan massal ini, termasuk pemeriksaan sampel makanan yang disajikan. Harapannya, insiden serupa dapat dicegah di masa mendatang.

















