No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home berita

Polemik ‘Kapitil’ dan ‘Tailan’: KBBI Bukanlah Kitab Suci

Erwin by Erwin
29 Januari 2026 - 00:40
in berita
0

Polemik seputar Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kembali mencuat. Beberapa waktu lalu, Badan Bahasa menjadi sorotan publik terkait perubahan ejaan sejumlah nama negara dan masuknya kata ‘kapitil’ ke dalam KBBI. Hal ini menuai berbagai reaksi, mulai dari kritikan hingga perdebatan sengit di media sosial. Banyak warganet yang menganggap Badan Bahasa “kurang kerjaan” karena dianggap mengutak-atik hal yang tidak perlu. Namun, di balik kontroversi tersebut, ada proses panjang dan pertimbangan matang yang dilakukan oleh para ahli bahasa.

Mengapa Ejaan Nama Negara Diubah?

Perubahan ejaan nama-nama negara, seperti ‘Tailan’ dari Thailand, menjadi salah satu isu yang paling banyak diperdebatkan. Beberapa pihak menilai perubahan ini tidak etis karena kata ‘tai’ memiliki konotasi negatif dalam bahasa Indonesia. Namun, Badan Bahasa menjelaskan bahwa perubahan ini bukan keputusan sepihak, melainkan hasil kesepakatan bersama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan ahli linguistik dari Universitas Indonesia.

Guru Besar Geolinguistik Universitas Indonesia, Multamia Lauder, menjelaskan bahwa perubahan ejaan nama-nama negara merupakan instruksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Setiap anggota PBB diwajibkan untuk melakukan pengelolaan dan pembakuan toponim (nama tempat) berdasarkan bahasa lokal, sejarah, dan budaya masing-masing negara.

  • Standarisasi Internasional: PBB mendorong standarisasi nama tempat dalam berbagai bahasa untuk memudahkan komunikasi dan pemetaan global.

  • Afirmasi Identitas Bahasa: Perubahan ejaan mencerminkan kemampuan bahasa Indonesia untuk menyerap, menyesuaikan, dan menamai dunia dengan caranya sendiri, tanpa kehilangan ciri khas fonetik dan sistem bunyinya.

  • Bukan Sekadar Meniru: Dengan menuliskan ‘Tailan’, bahasa Indonesia menunjukkan kemampuannya untuk mengadaptasi nama asing sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku, bukan sekadar meniru bentuk dan bunyi aslinya.

Selain ‘Tailan’, beberapa nama negara lain yang mengalami perubahan ejaan antara lain ‘Banglades’, ‘Brunei Darusalam’, ‘Swis’, ‘Cili’, ‘Tiongkok’, ‘Siprus’, dan ‘Jibuti’.

Baca Juga  Kalender Desember 2025: Hari Penting Nasional di Pekan Pertama

Kontroversi Kata ‘Kapitil’ dan ‘Galgah’

Selain perubahan ejaan nama negara, masuknya kata ‘kapitil’ dan ‘galgah’ ke dalam KBBI juga menimbulkan perdebatan. Kata ‘galgah’, yang berarti lega atau segar kerongkongan karena minum, dianggap tidak perlu karena sudah ada kata ‘palum’ dalam bahasa Batak yang memiliki arti serupa. Sementara itu, kata ‘kapitil’, yang berarti huruf kecil, dianggap vulgar dan tidak senonoh karena mengandung kata ‘itil’.

  • ‘Galgah’: Kata ini populer di kalangan pengguna TikTok dan dianggap sebagai bahasa gaul.

    • Beberapa pihak mempertanyakan kelayakan kata ini untuk masuk ke dalam KBBI karena dianggap tidak memiliki nilai kebahasaan yang signifikan.
  • ‘Kapitil’: Kata ini diusulkan oleh editor Balai Bahasa Aceh dan divalidasi pada tahun 2025.

    • Kontroversi muncul karena kemiripan bunyi dengan kata yang dianggap tabu.

Ahli linguistik, Rahayu Surtiati Hidayat, menjelaskan bahwa setiap kata yang masuk ke KBBI, terutama kata baru, merupakan hasil penelitian para ahli leksikografi di Badan Bahasa. Kata-kata tersebut biasanya sering digunakan dalam bahasa percakapan dan/atau bahasa tulis.

KBBI: Merekam Perkembangan Bahasa yang Dinamis

Badan Bahasa menegaskan bahwa KBBI merupakan kamus besar yang mencatat dan merekam perkembangan bahasa yang sangat dinamis, bukan kitab suci yang tidak bisa diubah. KBBI tidak hanya memuat kata-kata baku, tetapi juga kata tidak baku, kata percakapan, akronim, hingga kata kasar.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menjelaskan bahwa perekaman jenis-jenis kata ini penting agar orang-orang yang mempelajari bahasa Indonesia tidak hanya mengetahui kata baku saja.

  • Membedakan Ragam Kata: Dalam hasil pencarian kata di KBBI, selalu ada keterangan berwarna merah sebelum arti kata tersebut. Keterangan ini menunjukkan ragam kata, seperti nomina (n), adjektiva (a), akronim (akr), cakapan (cak), kasar (kas), dan sebagainya.
Baca Juga  Direktur Narkoba Polda NTT Dicopot: Dugaan Peras Ratusan Juta dari Tersangka

“Dulu ada protes dari guru, mengapa KBBI itu memasukkan kata-kata kasar, itu kan tidak mendidik?” kata Dora menirukan pertanyaan seorang guru. “Justru menurut kami itu mendidik karena kami di KBBI memberi label khusus,” jawabnya.

Proses Masuknya Kata ke KBBI

Badan Bahasa memiliki tiga pedoman untuk menentukan suatu kata termasuk baku atau tidak baku, yaitu Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI), dan tata bahasa. Untuk kata-kata yang membutuhkan keahlian khusus, Badan Bahasa juga mengundang ahli dari bidang terkait.

KBBI diperbarui dua kali dalam setahun, biasanya pada bulan April dan Oktober. Pengguna yang terdaftar di KBBI daring dapat mengusulkan kata baru, perbaikan makna, hingga penonaktifan kata yang sudah ada. Usulan tersebut akan melalui proses verifikasi, pemeriksaan, dan validasi sebelum akhirnya disetujui atau ditolak.

Kata-kata yang sudah ada di KBBI pun bisa jadi tidak selamanya ada dalam kamus. Badan Bahasa terus memantau dinamika di masyarakat terkait kata-kata tersebut. Jika suatu kata terus menuai kontroversi, seperti ‘kapitil’, kata tersebut dapat dinonaktifkan.

“Jika ternyata di kemudian hari kata itu sangat meresahkan, kami harus mempertimbangkannya kembali. Tetapi sebelum sampai kepada tahap itu, kami akan mengamati perkembangannya sampai dengan bulan April ketika pengutahiran nanti,” ujar Dora.

Hingga saat ini, jumlah usulan kata yang masuk ke KBBI mencapai 256.692. Dari jumlah tersebut, 75.181 usulan masih diproses, 181.293 usulan sudah disunting, 124.479 usulan diterima, 38.298 usulan ditolak, dan 218 usulan diarsipkan.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Pentingnya Pelestarian Ekosistem Laut dalam Konservasi Lautan
berita

Pentingnya Pelestarian Ekosistem Laut dalam Konservasi Lautan

17 April 2026 - 13:56
Cerita Ini Menarik Perhatian Banyak Orang: Mengapa Jadi Viral?
berita

Cerita Ini Menarik Perhatian Banyak Orang: Mengapa Jadi Viral?

15 April 2026 - 23:59
Banyak Dibahas Hari Ini, Ini Penjelasan Lengkapnya
berita

Banyak Dibahas Hari Ini, Ini Penjelasan Lengkapnya

15 April 2026 - 22:28
Dunia Internasional Menyoroti Peristiwa Ini: Analisis Terkini dan Dampaknya
berita

Dunia Internasional Menyoroti Peristiwa Ini: Analisis Terkini dan Dampaknya

15 April 2026 - 21:57
Fakta Terbaru yang Sedang Dibahas Publik: Apa Saja Isinya?
berita

Fakta Terbaru yang Sedang Dibahas Publik: Apa Saja Isinya?

15 April 2026 - 20:56
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

19 April 2026 - 10:00
Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 07:57
Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

19 April 2026 - 06:15
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 01:35

Pilihan Redaksi

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

19 April 2026 - 10:00
Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 07:57
Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

19 April 2026 - 06:15
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.