No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Lokal

10 Pasar Tradisional Ikonik Yogyakarta: Dari Beringharjo ke Imogiri

Rizki by Rizki
26 Januari 2026 - 02:33
in Lokal
0

Pasar tradisional di Yogyakarta bukan sekadar tempat bertransaksi jual beli. Lebih dari itu, pasar-pasar ini adalah jantung kehidupan masyarakat, denyut nadi ekonomi lokal, dan penjaga warisan budaya yang tak ternilai harganya. Beberapa di antaranya bahkan telah menjadi legenda, berdiri kokoh selama berabad-abad dan menjadi saksi bisu perkembangan kota dan masyarakat Yogyakarta. Mari kita telusuri 10 pasar tradisional legendaris yang wajib Anda kunjungi di Yogyakarta:

1. Pasar Beringharjo: Ikon Malioboro yang Penuh Sejarah

Pasar Beringharjo adalah ikon Yogyakarta yang tak lekang oleh waktu. Pasar tertua ini memiliki kaitan erat dengan sejarah Keraton Yogyakarta. Dahulu, area ini merupakan hutan beringin. Setelah berdirinya Keraton Yogyakarta pada tahun 1758, wilayah hutan beringin di selatan keraton mulai menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Pada tahun 1929, Sultan Hamengku Buwono VIII secara resmi menamai pasar ini “Beringharjo.” Nama ini memiliki makna mendalam, ‘bering’ diambil dari kata beringin, dan ‘harjo’ berarti kesejahteraan dalam bahasa Jawa. Hingga kini, Pasar Beringharjo tetap ramai dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun wisatawan. Di dalamnya, Anda akan menemukan beragam barang dagangan, mulai dari kebutuhan dapur, kain batik yang indah, hingga makanan khas Yogyakarta yang menggugah selera. Pasar ini berlokasi strategis di Jl. Margo Mulyo No.16, Malioboro, dan buka setiap hari mulai pukul 08:00 hingga 17:00 WIB.

2. Pasar Ngasem: Dari Pasar Burung ke Pusat Kuliner

Pasar Ngasem, yang terletak di Jl. Polowijan No.11, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, dulunya dikenal sebagai pasar hewan, khususnya burung. Pasar ini telah berdiri sejak tahun 1809, dibuktikan dengan foto-foto lama yang menampilkan pasar Ngasem dengan dagangan berupa burung. Pasar ini baru resmi menjadi “Pasar Burung” pada tahun 1960-an, setelah para penjual burung dari Beringharjo pindah ke sini.

Namun, pada tahun 2010, pedagang burung dipindahkan ke PASTY di Dongkelan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Taman Sari. Sejak saat itu, Pasar Ngasem bertransformasi menjadi pusat kuliner, ruang publik, dan tempat berkumpulnya warga. Di sini, wisatawan dan masyarakat dapat menikmati kuliner khas, berbelanja oleh-oleh, dan bahkan mengikuti berbagai aktivitas seni. Pasar Ngasem buka setiap hari mulai pukul 07:00 hingga 16:00 WIB.

Baca Juga  Aksi warga amankan mobil camat Pantan Cuaca yang hanyut di Gayo Lues, evakuasi dengan tali sling

3. Pasar Gamping: Sentra Buah Segar Terbesar di Sleman

Pasar Gamping merupakan salah satu pasar tradisional terbesar dan tertua di Kabupaten Sleman. Pasar ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat sejak masa Kerajaan Mataram Lama, bahkan diperkirakan sudah ada sebelum pembagian Kerajaan Mataram menjadi dua kerajaan. Kini, Pasar Gamping dikenal sebagai sentra buah segar eceran dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain buah-buahan segar, pasar ini juga menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, sayur-sayuran, pakaian, dan perkakas. Pasar Gamping terdiri dari tiga blok: blok depan untuk sembako, alat rumah tangga, sandang, dan aksesoris; blok tengah untuk pakaian, sepatu, sandal, dan aksesoris; dan blok belakang untuk buah-buahan, sayur-sayuran, daging, dan bumbu dapur. Pasar ini terletak di JL Wates KM 4, Gamping, Kabupaten Sleman, dan buka selama 24 jam.

4. Pasar Kranggan: Pusat Kuliner Tradisional Dekat Tugu

Pasar Kranggan adalah pasar tradisional legendaris yang lokasinya sangat dekat dengan Tugu Yogyakarta. Pasar ini diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-19, pada masa kolonial. Nama “Kranggan” diambil dari gelar kebangsawanan Raden Tumenggung Rangga Prawirasantika, seorang pejabat Kesultanan Yogyakarta yang dianggap sebagai pendiri pasar ini. Kata ‘Ka-Rangga-an’ kemudian melekat menjadi Kranggan.

Awalnya, Pasar Kranggan dikenal sebagai tempat berbelanja kebutuhan pokok. Namun, seiring waktu, pasar ini lebih dikenal sebagai pusat kuliner tradisional. Pengunjung dapat menemukan berbagai macam kuliner tradisional, seperti clorot, pisang goreng keju, lupis, cenil, dan jenang. Selain kuliner, pasar ini juga menjual bunga tabur, emas, bumbu dapur, pakaian, alat rumah tangga, dan sayur-sayuran. Pasar Kranggan berlokasi di Jl. Poncowinatan, Jetis, dan buka mulai pukul 04:00 hingga 12:00 WIB.

5. Pasar Legi Kotagede: Pasar Bersejarah Sejak Abad ke-16

Pasar Legi Kotagede adalah pasar tradisional bersejarah yang telah berdiri sejak abad ke-16. Pasar ini didirikan pada tahun 1549 oleh Ki Ageng Pamanahan. Tanah tempat pasar ini berdiri merupakan hadiah dari Raja Pajang, Sultan Hadiwijaya, sebagai penghargaan atas keberhasilan Ki Ageng Pamanahan dalam menumpas pemberontakan Arya Penangsang.

Baca Juga  141 Kecelakaan Pringsewu 2025: Lonjakan 53,3%

Awalnya, Pasar Legi Kotagede dikenal sebagai Sargdhe atau pasar Gede, yang berarti penting. Hingga kini, pasar ini ramai dikunjungi wisatawan dan masyarakat karena menjual berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari bahan pokok, pakaian, kain batik, kerajinan tangan, hingga tanaman hias. Selain itu, pasar ini juga menawarkan berbagai jajanan tradisional, seperti Kipo, Yangko, Kue Kembang, Klepon, dan Geplak. Pasar ini terletak di JL Mondorakan, Kotagede, dan buka mulai pukul 05:00 hingga 12:00 WIB.

6. Pasar Senthir: Surga Barang Bekas Legendaris

Pasar Senthir berbeda dari pasar-pasar sebelumnya yang menjual kuliner dan bahan pokok. Pasar ini adalah pasar loak atau pasar barang bekas legendaris di Yogyakarta. Nama “Senthir” diambil dari lampu minyak kecil atau teplok yang disebut senthir, yang digunakan oleh para pedagang zaman dahulu sebagai penerangan saat berjualan.

Sebagai pasar loak, Pasar Senthir menjual berbagai barang bekas, mulai dari kaset, uang koin kuno, gawai, sepatu, buku, hingga barang elektronik. Jika Anda gemar berburu barang antik dan unik dengan harga miring, Pasar Senthir adalah tempat yang tepat untuk Anda. Pasar ini terletak di Jl. Pabringan Selatan, Gondomanan, dan buka mulai pukul 19:00 hingga 24:00 WIB.

7. Pasar Lempuyangan: Pusat Kuliner Dekat Stasiun

Pasar Lempuyangan adalah pasar tradisional legendaris yang terletak dekat dengan Stasiun Lempuyangan. Pasar ini merupakan relokasi dari pasar Reksonegaran pada tahun 1984. Pasar Lempuyangan dikenal sebagai pusat kuliner tradisional yang populer di kalangan wisatawan dan masyarakat Yogyakarta.

Pasar ini adalah tempat yang ideal untuk mencari kuliner khas dan jajanan tradisional. Anda dapat menemukan berbagai hidangan lezat, seperti soto, tongseng, jenang, pukis, bakmi, gule kambing, lupis, dan berbagai jajanan pasar lainnya. Pasar ini terletak di Jl. Hayam Wuruk, Lempuyangan, dan buka mulai pukul 05:00 hingga 17:00 WIB.

8. Pasar Telo Karangkajen: Surga Singkong di Yogyakarta

Pasar Telo Karangkajen adalah pasar tradisional legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1857. Sesuai dengan namanya, pasar ini adalah satu-satunya pasar di Yogyakarta yang secara khusus menjual berbagai jenis singkong (telo). Pasar ini sering disebut sebagai pusat kuliner ketela di Yogyakarta.

Baca Juga  Penutup Lomba Beduk Sahur: Nunukan Gali Kreativitas, Eratkan Persaudaraan

Di Pasar Telo Karangkajen, Anda dapat membeli berbagai varian ketela, seperti tela madu, tela meni, tela pohung, dan ubi jalar. Selain menjual ketela mentah, pasar ini juga menjual olahan makanan dari telo, seperti keripik telo dan getuk. Pasar ini terletak di Jl. Karangkajen, Mergangsan, dan buka mulai pukul 06:00 hingga 15:00 WIB.

9. Pasar Prawirotaman: Pasar Modern dengan Rooftop yang Asyik

Pasar Prawirotaman adalah pasar tradisional legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1943. Pada awalnya, pasar ini hanyalah pasar tradisional sederhana yang menjual bahan pokok kebutuhan sehari-hari. Namun, setelah puluhan tahun berdiri, pasar ini direvitalisasi pada tahun 2019 dengan fokus pada perbaikan dan penambahan ruang publik.

Setelah direvitalisasi, Pasar Prawirotaman memiliki wajah baru yang lebih bersih dan rapi. Kini, pasar ini tidak hanya menjadi pasar sederhana, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat ekonomi yang modern dengan food court dan tenant ekonomi kreatif. Anda dapat membeli bahan-bahan pokok, menikmati beragam kuliner tradisional, dan bersantai di area rooftop pasar. Pasar ini terletak di Jl. Parangtritis No. 36, Brontokusuman, dan buka mulai pukul 06:00 hingga 16:00 WIB.

10. Pasar Imogiri: Pasar Tradisional dan Pasar Hewan

Pasar Imogiri adalah salah satu pasar tradisional yang terletak di Kabupaten Bantul dan diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke-17. Pada tahun 2006, pasar ini mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi, yang membuat pasar tidak dapat menampung semua pedagang. Namun, pada tahun 2007, Pasar Imogiri kembali dibangun di atas lahan seluas 4 hektar milik Pemerintah Desa Imogiri.

Selain menjadi pasar tradisional, Pasar Imogiri juga dikenal sebagai pasar hewan. Di dalam pasar ini, Anda dapat menemukan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari bahan pangan, pakaian, hewan ternak, peralatan rumah tangga, hingga kuliner tradisional. Pasar Imogiri terletak di Jl. Imogiri Timur, Kabupaten Bantul, dan buka mulai pukul 05:00 hingga 13:00 WIB.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Bangunan liar di Semeru Bogor Dibongkar, Warga: Jangan Jadi Tumpukan Sampah
Lokal

Bangunan liar di Semeru Bogor Dibongkar, Warga: Jangan Jadi Tumpukan Sampah

17 April 2026 - 03:25
7 rekomendasi ruang kerja fleksibel di Surabaya, cocok untuk WFC!
Lokal

7 rekomendasi ruang kerja fleksibel di Surabaya, cocok untuk WFC!

17 April 2026 - 02:26
Warga Temukan Mayat di Mobil Terparkir Sebulan
Lokal

Warga Temukan Mayat di Mobil Terparkir Sebulan

17 April 2026 - 01:28
Pemimpin Bupati Tangerang Mulai Normalisasi Sungai Cirarab, Tertibkan 62 Bangunan Ilegal
Lokal

Pemimpin Bupati Tangerang Mulai Normalisasi Sungai Cirarab, Tertibkan 62 Bangunan Ilegal

17 April 2026 - 00:29
Propam Polda Metro Jaya Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
Lokal

Propam Polda Metro Jaya Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu

16 April 2026 - 23:30
Bangunan liar di Semeru Bogor Dibongkar, Warga: Jangan Jadi Tumpukan Sampah
Lokal

Bangunan liar di Semeru Bogor Dibongkar, Warga: Jangan Jadi Tumpukan Sampah

16 April 2026 - 18:10
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Kepulauan Belitung: Pesona Pantai Pasir Putih dan Formasi Batu Granit Raksasa yang Menarik Wisatawan

Kepulauan Belitung: Pesona Pantai Pasir Putih dan Formasi Batu Granit Raksasa yang Menarik Wisatawan

18 April 2026 - 02:05
Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Hadiri Pembukaan Kejurprov Domino, Dorong Prestasi Atlet ke Kejurnas

Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Hadiri Pembukaan Kejurprov Domino, Dorong Prestasi Atlet ke Kejurnas

18 April 2026 - 01:00
Jika Ingin Ubah Hidup, Tinggalkan 7 Keyakinan yang Membatasi Ini

Spesifikasi dan Harga Terbaru Redmi Note 15: Apa yang Perlu Diketahui?

18 April 2026 - 00:06
Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dikubur? Ini Jawabannya!

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dikubur? Ini Jawabannya!

17 April 2026 - 23:59
Toyota Kijang Super 2026: Hadir dengan Teknologi Canggih dan Mesin Efisien, Lihat Harganya!

Toyota Kijang Super 2026: Hadir dengan Teknologi Canggih dan Mesin Efisien, Lihat Harganya!

17 April 2026 - 23:30

Pilihan Redaksi

Kepulauan Belitung: Pesona Pantai Pasir Putih dan Formasi Batu Granit Raksasa yang Menarik Wisatawan

Kepulauan Belitung: Pesona Pantai Pasir Putih dan Formasi Batu Granit Raksasa yang Menarik Wisatawan

18 April 2026 - 02:05
Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Hadiri Pembukaan Kejurprov Domino, Dorong Prestasi Atlet ke Kejurnas

Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Hadiri Pembukaan Kejurprov Domino, Dorong Prestasi Atlet ke Kejurnas

18 April 2026 - 01:00
Jika Ingin Ubah Hidup, Tinggalkan 7 Keyakinan yang Membatasi Ini

Spesifikasi dan Harga Terbaru Redmi Note 15: Apa yang Perlu Diketahui?

18 April 2026 - 00:06
Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dikubur? Ini Jawabannya!

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dikubur? Ini Jawabannya!

17 April 2026 - 23:59
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.