Kabupaten Tegal Terus Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Pemerintah Kabupaten Tegal, melalui Forum Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana (FKRPB), mengambil langkah proaktif untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih mengintai seiring dengan musim hujan yang belum usai.
Hal ini menjadi fokus utama dalam pertemuan rutin dan silaturahmi relawan penanggulangan bencana yang diadakan di Padepokan Wulan Tumanggal Paneker, Desa Dukuhtengah, Kecamatan Bojong. Acara tersebut dihadiri oleh Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tegal, Ahmad Kholid, yang menekankan pentingnya peran relawan dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi bencana yang datang secara tiba-tiba.
Peran Vital Relawan: Ahmad Kholid menyatakan bahwa keberadaan relawan sangat krusial, terutama mengingat meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya intensitas curah hujan.
- Kabupaten Tegal memiliki setidaknya 137 titik rawan bencana yang tersebar di 18 kecamatan. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan dan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, relawan, dan seluruh elemen masyarakat.
- Ia berharap agar jumlah relawan kebencanaan di Kabupaten Tegal terus bertambah, sehingga kapasitas penanggulangan bencana semakin kuat dan menjangkau seluruh wilayah.
- “Relawan adalah orang-orang luar biasa,” ujarnya. “Dari lebih dari 1,7 juta penduduk Kabupaten Tegal, hanya sekitar 300 orang yang terdata sebagai relawan kebencanaan. Jumlahnya memang kecil, tetapi kontribusinya sangat besar dan sangat berarti sebagai garda terdepan ketika masyarakat tertimpa musibah.”
Apresiasi dan Dukungan Pemerintah: Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Kholid menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan penanggulangan bencana atas dedikasi mereka dalam membantu masyarakat.
- Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya penguatan relawan kebencanaan di Kabupaten Tegal.
- “Relawan hadir tanpa pamrih, tanpa meminta imbalan, dan selalu siap kapanpun dibutuhkan. Semoga para relawan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, Muhammad Afifudin, mengingatkan bahwa intensitas hujan masih berpotensi tinggi hingga awal Februari 2026.
Potensi Bencana di Wilayah Sekitar: Afifudin menuturkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, kawasan kaki Gunung Slamet di wilayah Brebes, Pemalang, Purbalingga, hingga Banyumas dilanda bencana serius, bahkan menimbulkan korban jiwa.
- “Di Kabupaten Tegal tidak ada korban jiwa. Meski demikian, beberapa wilayah seperti Bojong, Bumijawa, Guci, Batunyana, dan Gunungjati terdampak longsor maupun pohon tumbang, dan semuanya telah tertangani berkat kecepatan relawan dan unsur terkait,” jelas Afifudin.
Pembentukan Desa Tangguh Bencana: Afifudin juga mendorong pemerintah desa untuk membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) serta mengalokasikan dukungan anggaran bagi relawan, meskipun dalam keterbatasan.
- “Relawan itu datang tanpa diundang dan pulang tanpa mengharapkan penghargaan. Kami bangga dan terus semangat,” tegasnya.
Camat Bojong, Mochamad Dhomiri, turut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi bencana.
- Kolaborasi untuk Ketangguhan: Hal ini sejalan dengan visi Kabupaten Tegal yang maju dan tangguh. Dhomiri juga menyampaikan apresiasinya atas dedikasi relawan hingga tingkat desa yang telah bekerja dengan sepenuh hati.
- “Mudah-mudahan semangat kolaborasi dan sinergi ini menjadikan semakin bersemangat karena kita tidak merasa sendiri dalam mengatasi bencana,” harapnya.
Upaya Pemerintah Kabupaten Tegal dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk bencana. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari relawan serta kolaborasi yang solid antar berbagai pihak, diharapkan Kabupaten Tegal dapat menjadi wilayah yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai tantangan bencana.



















