Dunia musik Indonesia kembali dilanda kesedihan mendalam dengan berpulangnya salah satu ikonnya, Lucky Widja, vokalis dari grup musik Element. Pria kelahiran Pontianak pada tahun 1976 ini mengembuskan napas terakhirnya pada usia 48 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Kepergian Lucky meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi para sahabat dan penggemarnya.
Lucky Widja dikenal luas berkat karismanya di atas panggung dan suaranya yang khas sebagai garda depan Element. Perjalanan hidupnya diwarnai dengan perjuangan melawan kondisi kesehatan yang kompleks. Ia berpulang pada Minggu malam, 25 Januari 2026, meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam sejarah musik Tanah Air.
Kronologi Kepergian Sang Vokalis
Kabar duka ini datang secara mendadak dan mengejutkan banyak pihak, termasuk para personel Element. Ferdy Tahier, sahabat karib sekaligus rekan duet Lucky, mengaku masih dalam kondisi syok saat menerima kabar duka tersebut. Ia mengungkapkan bahwa berita duka itu baru ia terima sekitar pukul 23.00 WIB, tak lama setelah Lucky menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 22.20 WIB.
Ferdy kemudian menceritakan kronologi yang mengiringi kepergian Lucky. Semuanya berawal dari jadwal cuci darah yang seharusnya dijalani Lucky pada hari Jumat sebelumnya. Namun, kondisi fisik Lucky yang terus menurun membuat jadwal tersebut terpaksa ditunda.
- Jumat: Jadwal awal cuci darah harus dibatalkan karena kondisi Lucky mengalami penurunan drastis.
- Sabtu: Upaya medis kembali tertunda akibat keterbatasan fasilitas rumah sakit yang sedang penuh.
- Minggu: Lucky akhirnya masuk ke Unit Gawat Darurat (IGD) dan menjalani prosedur medis mulai pukul 14.00 WIB.
“Akhirnya dia masih bisa sampai hari Minggu. Tadi masuk IGD, dia dipompa dari jam dua sih. Tapi ya ininya, dari ginjalnya udah naik ke jantung,” tutur Ferdy, menggambarkan betapa seriusnya kondisi Lucky di hari-hari terakhirnya.
Perjuangan Melawan Penyakit Langka
Jauh sebelum kabar duka ini menyelimuti industri musik, Lucky Widja sebenarnya telah berjuang keras melawan kondisi kesehatan yang tidak biasa. Ia didiagnosis menderita Tuberkulosis (TB) Ginjal, sebuah penyakit langka yang berbeda dari TB pada umumnya. Berbeda dengan TB paru-paru yang menyerang sistem pernapasan, TB Ginjal menyerang sistem ekskresi tubuh.
Dalam sebuah kesempatan wawancara di masa lalu, Lucky pernah membeberkan betapa parahnya infeksi yang menyerang tubuhnya. Ia mengungkapkan bahwa seluruh saluran pembuangannya, mulai dari ginjal, ureter, hingga kandung kemih, telah terinfeksi. Penyakit ini secara perlahan namun pasti menggerogoti fungsi organ-organ vitalnya.
“Gue iseng cek darah, coba cek fungsi ginjal ternyata ginjal gue udah stadium lima tuh kacaunya. Jadi tinggal 19 persen apa 20 persen,” kenang Lucky, menggambarkan keparahannya kondisi ginjalnya yang hanya tersisa sedikit fungsi.
Detail Pemakaman dan Doa
Kabar meninggalnya vokalis Element, Lucky Widja, tersebar melalui pesan singkat yang diterima oleh awak media pada Minggu malam, 25 Januari 2026. Berdasarkan informasi tersebut, Lucky menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 22.26 WIB di Rumah Sakit Halim, Jakarta Timur.
Jenazah Lucky Widja rencananya akan disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman akan dilanjutkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut pada Senin siang, 26 Januari 2026.
Pesan yang beredar di kalangan media berbunyi: “Telah berpulang ke rahmatullah sahabat kita tercinta, Lucky Widja (vokalis grup musik ELEMENT), pada hari Minggu, 25 Januari, 22.26 WIB di RS Halim.”
Pesan tersebut juga menginformasikan detail pemakaman: “Akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut (bagian atas) setelah Salat Dzuhur.”
Di akhir pesannya, terselip harapan dan doa untuk almarhum: “Mohon doa agar almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.” Kepergian Lucky Widja menjadi pengingat akan betapa rapuhnya kehidupan dan pentingnya menjaga kesehatan, serta betapa berharganya setiap momen yang kita miliki. Ia akan selalu dikenang sebagai salah satu sosok penting dalam kancah musik Indonesia.



















