Kebakaran Hebat di Palembang Akibat Ledakan Tabung Gas, Sembilan Warga Terluka
Sebuah insiden kebakaran yang mengerikan terjadi di Jalan Ratu Sianum, Lorong Nepos, Kelurahan 3 Ilir, Palembang, pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 13.30 WIB. Kebakaran yang diduga dipicu oleh ledakan tabung gas LPG berkapasitas 12 kilogram ini menyebabkan sembilan orang mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan bervariasi. Peristiwa ini terjadi di tengah aktivitas warga yang sedang mempersiapkan hidangan untuk acara sedekah ruwahan.
Kronologi Kejadian: Persiapan Ruwahan Berujung Petaka
Suasana khidmat persiapan sedekah ruwahan di rumah milik Sumarni (63) mendadak berubah menjadi kepanikan hebat. Sekitar pukul 13.30 WIB, sekelompok ibu-ibu berkumpul di dapur rumah tersebut untuk memasak berbagai hidangan yang akan disajikan. Aktivitas memasak berjalan seperti biasa hingga aroma gas yang menyengat mulai tercium.
Tak lama berselang, dugaan kebocoran pada tabung gas LPG 12 kilogram yang sedang digunakan untuk memasak semakin kuat. Sebelum ada upaya pencegahan yang memadai, tabung gas tersebut meledak dengan dahsyat. Ledakan ini sontak memicu kobaran api besar yang dengan cepat menjalar, melahap seluruh area dapur dan merembet ke bagian lain rumah.
Saksi mata, Ucok Asber Nasution (53), menceritakan kepanikan yang terjadi. “Awalnya tercium bau gas, lalu tiba-tiba meledak. Semua langsung panik dan berhamburan keluar,” tuturnya. Ledakan yang keras menggema di permukiman tersebut, membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah mereka masing-masing untuk menyelamatkan diri dari ancaman api.
Dampak Kebakaran: Luka Bakar dan Upaya Penyelamatan
Api yang berkobar dengan cepat berhasil membakar bangunan rumah tersebut. Lebih memilukan lagi, sejumlah warga yang berada di dekat lokasi kejadian menjadi korban luka bakar akibat semburan api yang tak terduga. Total ada sembilan orang yang mengalami luka bakar, yang terdiri dari tujuh perempuan dewasa yang sedang aktif memasak dan dua anak-anak yang kebetulan berada di sekitar area kebakaran.
Tingkat luka bakar yang dialami oleh para korban cukup serius, berkisar antara 20 persen hingga 70 persen. Mengetahui adanya musibah ini, warga sekitar segera bertindak cepat memberikan pertolongan pertama. Mereka berupaya mengevakuasi para korban menjauh dari lokasi kebakaran yang masih berbahaya.
Penanganan Medis dan Investigasi Kepolisian
Setelah mendapatkan pertolongan awal dari warga, para korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Boom Baru Palembang untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Para tenaga medis di rumah sakit tersebut bekerja keras untuk menangani luka bakar yang diderita oleh para korban.
Tak lama setelah insiden kebakaran, petugas dari Polsek Ilir Timur II (IT II) Palembang bersama Tim Identifikasi dan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari Polrestabes Palembang segera tiba di lokasi. Mereka langsung melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti dan petunjuk terkait penyebab pasti ledakan.
Garis polisi kemudian dipasang di sekitar rumah yang terbakar sebagai bentuk pengamanan lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek IT II Palembang, Kompol Ismail, membenarkan kejadian tersebut. Beliau menyatakan bahwa pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti dari ledakan tabung gas LPG 12 kilogram yang berujung pada kebakaran dan jatuhnya korban luka. “Benar telah terjadi ledakan tabung gas LPG 12 kilogram yang menyebabkan kebakaran dan korban luka. Saat ini kasus masih dalam penyelidikan,” tegasnya.
Pihak kepolisian akan terus bekerja keras untuk mengungkap kronologi lengkap serta faktor-faktor yang menyebabkan insiden nahas ini terjadi, demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Evaluasi terhadap penggunaan tabung gas, terutama dalam jumlah besar untuk keperluan acara komunal, juga menjadi salah satu poin penting yang akan diperhatikan.



















