Semarak Bazar Ramadan 1447 H: Kebangkitan UMKM dan Penguatan Ekonomi Lokal di Desa Wisata Hijau Bilebante
Semangat kebersamaan dan optimisme menyambut bulan suci Ramadan membuncah di Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah. Peresmian Semarak Bazar Ramadan 1447 H pada Minggu (15/2/2026) menandai sebuah tonggak penting bagi kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penguatan ekonomi masyarakat setempat. Acara prestisius ini diresmikan langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta M. Iqbal, yang turut hadir untuk memberikan dukungan penuh.
Bazar yang digelar di Desa Bilebante, sebuah destinasi yang baru saja meraih predikat Desa Wisata Terbaik Nasional 2025 dalam ajang Wonderful Indonesia Awards berkat konsep green tourism-nya yang inovatif, hadir sebagai momentum strategis. Ini bukan sekadar ajang jual beli biasa, melainkan sebuah perwujudan nyata dari visi untuk membangkitkan kembali denyut perekonomian desa, khususnya bagi para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.
Saat berkeliling dan meninjau berbagai stan yang menjajakan produk-produk lokal, Sinta M. Iqbal memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kreativitas dan semangat para pengusaha kecil. Ia secara khusus mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bazar ini sebagai destinasi utama dalam memenuhi kebutuhan menu berbuka puasa selama bulan Ramadan.
“Selama bulan Ramadan, tidak perlu lagi bingung memikirkan menu untuk berbuka puasa. Mari kita jadikan Bazar Ramadan Pasar Tematik Desa Bilebante sebagai pilihan utama. Selain memudahkan kebutuhan keluarga, kegiatan ini juga secara langsung berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar perekonomian kita semakin membaik,” ujar Sinta M. Iqbal, menekankan pentingnya dukungan kolektif terhadap produk lokal.
Optimalisasi Aset Desa dan Ruang Silaturahmi
Lebih dari sekadar pusat kuliner dan produk unggulan daerah, Bazar Ramadan di Desa Bilebante ini juga menjadi simbol keberhasilan dalam mengoptimalkan aset desa yang sebelumnya terbengkalai. Kepala Desa Bilebante, Asrok Mudailun, mengungkapkan sebuah fakta menarik bahwa lokasi yang kini menjadi semarak bazar, dulunya adalah sebuah bangunan yang telah mangkrak selama kurang lebih lima tahun.
“Bangunan ini sudah tidak terpakai dan terbengkalai selama lima tahun. Alhamdulillah, hari ini kita dapat melihatnya kembali berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya tentang transaksi jual beli, namun juga menjadi sarana penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menjadi salah satu upaya konkret dalam meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Asrok Mudailun.
Transformasi bangunan terbengkalai menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh setiap desa, jika dikelola dengan visi dan semangat pemberdayaan yang kuat. Bazar ini menjadi bukti bahwa dengan kreativitas dan kolaborasi, potensi yang tersembunyi dapat digali dan dimanfaatkan untuk kemajuan bersama.
Memperkuat Identitas Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif
Desa Bilebante sendiri telah lama dikenal sebagai percontohan desa wisata berbasis masyarakat yang kuat. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimilikinya, desa ini menawarkan berbagai paket wisata menarik, termasuk wisata bersepeda yang menyusuri keindahan alam serta ragam kuliner lokal yang otentik. Kehadiran Bazar Ramadan ini diharapkan dapat semakin memperkuat aktivitas ekonomi kreatif yang telah berjalan, sekaligus memperluas daya tarik wisata hijau yang berkelanjutan di Provinsi NTB.
Integrasi antara sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu gerakan yang terpadu ini menjadi kunci keberhasilan Desa Bilebante. Bazar Ramadan ini menjadi salah satu wujud nyata dari sinergi tersebut, yang memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Acara peresmian ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang memberikan dukungan moral dan apresiasi terhadap inisiatif Desa Bilebante. Turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia; Direktur Politeknik Pariwisata Lombok, Ali Muhtasom; anggota DPRD Lombok Tengah, Rakyatul Liwauddin; serta perwakilan manajemen dari Sampoerna yang memberikan dukungan dalam pengembangan UMKM di desa tersebut.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama untuk terus mendukung dan mengembangkan potensi desa wisata seperti Bilebante. Melalui Semarak Bazar Ramadan 1447 H ini, Desa Bilebante kembali membuktikan dirinya sebagai contoh sukses desa wisata yang mampu mengintegrasikan berbagai elemen pembangunan secara harmonis, menciptakan ekosistem yang kuat untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Bazar ini tidak hanya menjadi penanda datangnya bulan Ramadan, tetapi juga mercusuar harapan bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan di NTB.




















