Wall Street Ditutup Bervariasi: S&P 500 Naik Tipis, Nasdaq Tertekan Kekhawatiran AI
Pasar saham Amerika Serikat, atau yang akrab disapa Wall Street, mengakhiri sesi perdagangan Jumat (13/2) dengan pergerakan yang beragam. Indeks S&P 500 berhasil mencatatkan kenaikan tipis, didorong oleh data inflasi yang dirilis lebih rendah dari perkiraan. Sementara itu, indeks Nasdaq mengalami pelemahan, terutama akibat saham-saham di sektor teknologi dan layanan komunikasi yang kehilangan momentum di tengah kekhawatiran mengenai dampak persaingan kecerdasan buatan (AI) serta biaya pengembangannya yang besar. Dow Jones juga mencatat kenaikan minor pada hari yang sama.
Secara spesifik, Dow Jones Industrial Average (.DJI) berhasil menguat 0,10 persen, menutup perdagangan di level 49.500,93. Indeks S&P 500 (.SPX) juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 0,05 persen, berakhir di angka 6.836,17. Berbeda dengan dua indeks tersebut, Nasdaq Composite (.IXIC) harus menelan pil pahit dengan pelemahan 0,22 persen, berhenti di level 22.546,67.

Inflasi Melandai, Peluang Suku Bunga Turun Meningkat
Salah satu faktor yang memberikan sentimen positif pada pergerakan pasar adalah rilis data harga konsumen Amerika Serikat untuk bulan Januari. Data tersebut menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dari ekspektasi para analis. Penurunan laju inflasi ini secara signifikan meningkatkan probabilitas bank sentral AS (The Fed) untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada bulan Juni mendatang. Berdasarkan data FedWatch CME, peluang penurunan suku bunga pada Juni naik menjadi 52,3 persen, meningkat dari angka sebelumnya yang berada di 48,9 persen.
Meskipun demikian, para investor tetap memelihara kewaspadaan mereka. Antisipasi menjelang libur Hari Presiden di Amerika Serikat turut mempengaruhi sentimen pasar, mendorong kehati-hatian dalam mengambil posisi.
Penurunan Mingguan Terbesar Sejak November
Secara mingguan, ketiga indeks utama Wall Street justru kompak mencatatkan pelemahan. S&P 500 turun sebesar 1,39 persen, Nasdaq Composite melemah 2,1 persen, dan Dow Jones mengalami penurunan 1,23 persen. Angka-angka ini menandai penurunan mingguan terbesar bagi ketiga indeks tersebut sejak bulan November tahun sebelumnya.
Tekanan utama yang menyebabkan pelemahan mingguan ini sebagian besar datang dari sektor teknologi. Saham-saham teknologi menunjukkan volatilitas yang tinggi, dipicu oleh ketidakpastian mengenai dampak jangka panjang dari perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta besarnya investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi ini.
Sektor-Sektor Unggulan dan yang Tertekan
Dalam perdagangan harian, sektor perangkat lunak dan jasa (.SPLRCIS) menunjukkan performa yang baik dengan kenaikan 0,9 persen. Namun, sektor teknologi secara keseluruhan (.SPLRCT) justru mengalami koreksi sebesar 0,5 persen.
Di sisi lain, sektor utilitas (.SPLBCU) menjadi salah satu sektor dengan kenaikan tertinggi, melonjak 2,69 persen. Sektor properti (.SPLRCB) juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 1,48 persen. Sektor kesehatan (.SPXHC) turut memberikan kontribusi positif pada pergerakan pasar.

Pergerakan Saham Signifikan
Beberapa saham individu mencatatkan pergerakan yang patut dicermati:
- Nvidia (NVDA.O): Meskipun merupakan pemain utama dalam industri AI, saham Nvidia justru menjadi salah satu penekan terbesar bagi pergerakan indeks S&P 500 pada hari Jumat.
- Applied Materials (AMAT.O): Saham perusahaan ini melonjak tajam sebesar 8,1 persen setelah mereka memproyeksikan pendapatan dan laba untuk kuartal kedua yang berada di atas ekspektasi pasar.
- Apple (AAPL.O): Perusahaan teknologi raksasa ini turut memberikan dukungan bagi pergerakan indeks S&P 500.
- Arista Networks (ANET.N): Saham Arista Networks naik 4,8 persen setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan tahunan yang lebih tinggi dari perkiraan.
- Dexcom (DXCM.O): Mencatat kenaikan sebesar 7,6 persen.
- Moderna (MRNA.O): Saham perusahaan farmasi ini menguat 5,3 persen, didorong oleh laporan kinerja kuartalan yang solid.
Di sisi lain, sektor baja dan aluminium mengalami tekanan yang signifikan. Hal ini terjadi setelah penasihat perdagangan Gedung Putih membantah kabar mengenai potensi pengurangan tarif impor. Akibatnya, beberapa saham di sektor ini mengalami pelemahan:
- Nucor (NUE.N): Turun hampir 3 persen.
- Steel Dynamics (STLD.O): Melemah 3,9 persen.
- Alcoa (AA.N): Mengalami pelemahan 0,9 persen.
- Century Aluminum (CENX.O): Tertekan cukup dalam dengan anjlok 7,4 persen.
Volume Perdagangan dan Prospek Pasar
Volume perdagangan di bursa Amerika Serikat tercatat mencapai 18,61 miliar saham. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata volume perdagangan selama 20 sesi terakhir, yang berada di kisaran 20,75 miliar saham. Di bursa NYSE dan Nasdaq, jumlah saham yang mengalami kenaikan lebih banyak dibandingkan dengan saham yang mengalami penurunan. Indeks S&P 500 mencatat rekor baru, dengan 34 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir, sementara 6 saham mencapai rekor terendah baru dalam periode yang sama.
Menatap ke depan, para analis memperkirakan pasar akan terus menunjukkan volatilitas. Meskipun data inflasi memberikan sinyal perbaikan, faktor-faktor lain seperti dinamika politik dan potensi perubahan kepemimpinan di bank sentral Amerika Serikat diperkirakan akan terus memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan pasar saham.



















