Polemik Ahmad Bahar dan Hercules Kembali Memanas
Polemik antara penulis Ahmad Bahar dan Ketua Umum DPP GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau Hercules, kembali memanas. Pihak keluarga Ahmad Bahar menolak rencana kedatangan Hercules ke rumahnya di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Hal ini dilakukan setelah pihak keluarga merasa tidak nyaman dengan situasi yang terjadi belakangan ini.
Juru bicara keluarga Ahmad Bahar, Heru Subagio, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi dari GRIB Jaya terkait agenda kedatangan tersebut. Menurutnya, keluarga memilih untuk tidak menerima kunjungan itu dengan sejumlah pertimbangan.
“Mas Bahar tidak melayani. Kami juga belum mendapat informasi dari GRIB Jaya soal itu,” ujar Heru saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026). Ia menegaskan penolakan dilakukan bukan tanpa alasan. Salah satu pertimbangannya karena persoalan sebelumnya terkait video yang disebut bernada ancaman kepada istri Hercules diklaim telah melalui proses penyelesaian dan kesepakatan.
“Kita menolak. Ada alasan yang rasional dan dalam konteks hukum tidak bisa dilayani,” tegasnya. Selain itu, kondisi keluarga juga menjadi pertimbangan. Heru mengungkapkan saat ini ibu mertua Ahmad Bahar tengah dalam keadaan sakit sehingga pihak keluarga berupaya menjaga situasi rumah tetap tenang.
Meski menolak, keluarga mengaku telah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat apabila Hercules tetap datang bersama anggota GRIB Jaya. “Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Cimanggis. Silakan hadir, kita sudah pasrah,” ujarnya.
Di tengah polemik tersebut, Ahmad Bahar juga disebut berencana mendatangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta Timur untuk melaporkan dugaan penyekapan yang dialami putrinya. Sebelumnya, Hercules menyatakan akan mendatangi rumah Ahmad Bahar untuk mencari penyelesaian terkait persoalan yang berkembang di antara keduanya.
Menurut Hercules, langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi ajakan Ahmad Bahar yang disebut menantangnya berdiskusi secara langsung. “Jika ingin diselesaikan secara baik-baik, mari kita selesaikan. Jika ingin dibawa ke ranah hukum, silakan. Bila perlu, besok saya akan mendatangi rumahnya karena dia sendiri yang meminta saya untuk datang,” ucap Hercules saat konferensi pers di Markas GRIB Jaya, di Jakarta Barat, Minggu (24/5/2026) malam.
Ia mengaku ingin memenuhi tantangan Ahmad Bahar yang disebut mengajaknya berdebat. “Saya akan datang ke rumahnya untuk berdebat. Mengingat dia adalah seorang penulis, biarlah dia berdebat dengan ‘preman’ ini,” sambung Hercules. Ia juga mengajak awak media untuk meliput kedatangannya ke rumah Ahmad Bahar. “Teman-teman media silakan jika ingin meliput, besok saya benar-benar akan datang karena dia yang memintanya. Sudah jelas, ya? Saya datang untuk berdebat dengannya,” tegas Hercules.
Perselisihan keduanya bermula dari pesan WhatsApp yang diterima istri Hercules dan berujung pada dugaan penyekapan terhadap putri Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana. Kasus tersebut kini juga telah masuk ke ranah hukum setelah adanya laporan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penyekapan dan intimidasi.
Sebelumnya diberitakan, Hercules mengaku sejumlah anggota GRIB mendatangi rumah Ahmad Bahar di Depok karena Nia, istrinya, menerima pesan WhatsApp bernada ancaman dari nomor diduga milik putri Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana (33), yang disebut kerap digunakan Ahmad Bahar. Dalam pesan itu, terdapat video yang diduga menampilkan Ahmad Bahar sedang berada di Stasiun Pegaden, Jawa Barat, sambil menantang Hercules untuk berdebat.
Sejumlah anggota GRIB Jaya kemudian membawa Ilma ke markas GRIB di Jakarta Barat pada Minggu (17/5/2026), untuk meminta klarifikasi terkait pengancaman tersebut. Dalam konferensi pers pekan lalu, Ilma mengaku dipaksa ikut oleh sejumlah anggota GRIB. Padahal dia telah menolak. Menurut dia, orang-orang tersebut meminta dirinya ikut ke kantor GRIB dengan alasan untuk menjamin keamanan situasi di rumah.
Ilma mengaku akhirnya terpaksa ikut ke markas GRIB Jaya setelah Ketua RW dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah tempat tinggalnya datang ke lokasi. Setibanya di markas GRIB Jaya, ia diminta menunggu Hercules yang masih dalam perjalanan. Ia juga mengaku mendapat intimidasi verbal dan sempat diminta melepas hijabnya.
Dalam kesaksiannya, Ilma juga menyebut Hercules sempat mengeluarkan pistol dan menembakkannya sebanyak dua kali. Atas kejadian itu, Ilma melaporkan Hercules ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyekapan.


















