DPD Gerindra Jakarta Meminta Maaf atas Kesalahpahaman Acara Festival Budaya Djakarta Ennichi
Pihak DPD Partai Gerindra DKI Jakarta akhirnya menyampaikan permintaan maaf terkait kesalahpahaman yang terjadi dalam penyelenggaraan acara Festival Budaya Djakarta Ennichi. Acara yang seharusnya digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 23-24 Mei 2026, akhirnya dibatalkan tanpa pemberitahuan yang cukup.
Acara ini sangat dinanti oleh banyak komunitas pecinta budaya Jepang, khususnya para cosplayer. Kebijakan pembatalan hanya delapan jam sebelum acara berlangsung menimbulkan kekecewaan besar di kalangan peserta dan penggemar. Pihak penyelenggara melalui akun Instagram @djakartaennichi mengumumkan pembatalan dengan alasan kendala teknis dan operasional. Mereka juga meminta maaf kepada para peserta dan partner acara.
Namun, situasi semakin memanas ketika akun resmi Gerindra Jakarta, @dpdgerindradkijakarta, mengunggah poster acara musik yang sama dengan waktu dan lokasi yang sama. Hal ini membuat masyarakat mengira bahwa acara Djakarta Ennichi batal karena adanya acara lain yang diselenggarakan oleh Gerindra Jakarta.
Ternyata, poster yang diunggah oleh Gerindra Jakarta adalah poster acara Djakarta Ennichi itu sendiri. Kesalahpahaman terjadi karena poster tersebut tidak mencantumkan logo Djakarta Ennichi, hanya menampilkan logo Gerindra. Akibatnya, banyak orang mengira acara tersebut diselenggarakan oleh partai politik tersebut.
Berdasarkan hal tersebut, Gerindra Jakarta menyadari kesalahannya dan segera mengunggah permohonan maaf pada Minggu (24/5/2026) malam. Berikut pernyataan resmi mereka:
Klarifikasi & Permohonan Maaf
Halo Sobat Mindra Jakarta,
Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya kepada warga Jakarta dan para Sobat Mindra, atas informasi terkait kegiatan hiburan di Lapangan Banteng yang ternyata tidak dapat terlaksana sebagaimana informasi yang sebelumnya kami bagikan.
Unggahan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk dukungan informasi kepada masyarakat terkait berbagai kegiatan publik yang berlangsung di DKI Jakarta, agar warga dapat mengetahui dan menikmati berbagai event yang tersedia.
Namun kami menyadari bahwa dalam penyampaian informasi tersebut, kami tidak mencantumkan secara jelas pihak penyelenggara kegiatan, sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat seolah kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD Partai Gerindra DKI Jakarta.
Atas kekeliruan komunikasi tersebut, kami memohon maaf dengan tulus. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara yang telah membantu memberikan penjelasan terkait tidak terlaksananya acara tersebut karena kendala administrasi dan teknis lainnya, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih utuh.
Ke depan, hal ini menjadi evaluasi penting bagi kami agar setiap informasi yang kami bagikan kepada publik dapat disampaikan dengan lebih lengkap, jelas, dan tidak menimbulkan multitafsir.
Harapan kami, seluruh kegiatan hiburan, budaya, dan ruang kebersamaan untuk masyarakat Jakarta ke depan dapat berjalan lancar, sukses, dan memberikan manfaat bagi semua.
Terima kasih atas perhatian, pengertian, dan masukan dari masyarakat.
Alasan Pembatalan Acara
Meski sudah ada klarifikasi, pertanyaan tentang alasan pembatalan acara masih menjadi sorotan. Pihak penyelenggara hanya menyampaikan bahwa acara dibatalkan karena kendala teknis dan operasional internal. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara pembatalan acara dengan acara lain yang menghadirkan pengisi acara yang sama.
Dalam unggahan lain, penyelenggara menyampaikan klarifikasi bahwa tidak ada istilah “acara ditimpa” atau “penggantian event” seperti yang beredar di media sosial. Kesamaan pengisi acara dalam beberapa event merupakan hal yang umum dalam industri hiburan.
Unjuk Nama Kenneth
Namun, ada unggahan lain dari akun @djakartaennichi yang memicu perdebatan. Seorang pria bernama Zhuge menyatakan bahwa Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus politikus PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth bukan lagi Ketua Umum acara Djakarta Ennichi sejak April 2026.
Zhuge kemudian meminta maaf atas kesalahan dirinya. Ia juga menyampaikan bahwa pembatalan acara tidak berkaitan dengan Hardiyanto Kenneth. Namun, pertanyaan dari warganet mengenai posisi Kenneth sebagai Ketua Umum acara masih menjadi pertanyaan.
Warganet @ha.vi.lah bertanya mengapa nama Kenneth masih tercantum di situs resmi Djakarta Ennichi meskipun ia sudah tidak lagi menjabat. Pertanyaan ini dijawab langsung oleh Hardiyanto Kenneth, yang menyatakan bahwa ia baru saja mengetahui informasi tersebut dan marah. Ia meminta agar nama tersebut segera dihapus dari situs resmi.

















