Luis Enrique Bawa PSG Juara Liga Champions, Masuk Geng Elite Seperti Guardiola dan Ancelotti

Diposting pada

PSG Menjadi Juara Liga Champions 2025/2026 dengan Kemenangan Dramatis

Paris Saint-Germain (PSG) berhasil menjadi juara Liga Champions 2025/2026 setelah mengalahkan Arsenal dalam laga final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest. Pertandingan ini berjalan sangat sengit dan harus diselesaikan melalui adu penalti. Kemenangan ini tidak hanya membawa trofi kedua bagi PSG sepanjang sejarah klub, tetapi juga menempatkan pelatih mereka, Luis Enrique, ke dalam jajaran legenda sepak bola Eropa.

Luis Enrique Meraih Trofi Ketiga dalam Sejarahnya

Luis Enrique, pelatih asal Asturias, Spanyol, kini resmi menjadi pelatih kelima dalam sejarah yang mampu memenangkan trofi Liga Champions tiga kali atau lebih. Ia menyamai rekor yang dipegang oleh Bob Paisley, Zinedine Zidane, Pep Guardiola, dan Carlo Ancelotti, yang saat ini masih memegang rekor sebagai pelatih tersukses sepanjang masa di Eropa.

Kemenangan PSG di final musim ini menjadikannya sebagai pelatih kedua setelah Zinedine Zidane yang berhasil meraih gelar juara secara back-to-back di era modern Liga Champions. Berikut adalah rekam jejak tiga trofi Liga Champions milik Luis Enrique:

  • Barcelona (2015): Meraih trofi pertama pada musim debutnya di Camp Nou.
  • Paris Saint-Germain (2025): Mempersembahkan trofi Liga Champions pertama dan bersejarah bagi publik Paris.
  • Paris Saint-Germain (2026): Sukses mempertahankan gelar juara di Budapest lewat drama adu penalti kontra Arsenal.

Dengan keberhasilan ini, Enrique juga masuk ke dalam kelompok elite yang terdiri dari tujuh pelatih yang mampu memenangkan kompetisi tertinggi Benua Biru ini dengan lebih dari satu klub berbeda. Ia kini bergabung dengan nama-nama besar seperti Ernst Happel, Jupp Heynckes, Ottmar Hitzfeld, Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, dan Pep Guardiola.

Daftar Pelatih Paling Sukses dalam Sejarah Liga Champions

Meskipun Luis Enrique telah mengamankan trofi ketiganya, catatan tersebut masih dibayangi oleh rekor yang dimiliki oleh Carlo Ancelotti, yang tetap menjadi pelatih tersukses sepanjang masa di Eropa. Berikut adalah peta persaingan antara para pelatih dengan gelar juara European Cup/UEFA Champions League terbanyak:

  • Carlo Ancelotti (5 Trofi): AC Milan (2003, 2007) dan Real Madrid (2014, 2022, 2024). Don Carlo juga memegang rekor sebagai pelatih yang paling sering tampil di laga final (enam kali).
  • Bob Paisley (3 Trofi): Sukses membawa Liverpool mendominasi Eropa dalam kurun waktu lima musim (1977, 1978, 1981).
  • Zinedine Zidane (3 Trofi): Menjadi satu-satunya pelatih yang mampu meraih gelar juara tiga kali secara beruntun bersama Real Madrid (2016, 2017, 2018).
  • Pep Guardiola (3 Trofi): Meraih kejayaan bersama generasi emas Barcelona (2009, 2011) sebelum menyudahi penantian 12 tahunnya bersama Manchester City (2023).
  • Luis Enrique (3 Trofi): Masuk ke daftar elite berkat magisnya bersama Barcelona (2015) dan proyek ambisius PSG (2025, 2026).

Kesuksesan Luis Enrique yang Tak Terduga

Pertandingan final di Budapest ini sekaligus menutup kalender kompetisi klub Eropa musim 2025/2026 dengan menyajikan salah satu kisah comeback taktik terbaik dari Luis Enrique yang sempat diragukan pada awal masa jabatannya di Parc des Princes. Kemenangan ini membuktikan bahwa kemampuan Enrique sebagai pelatih tidak diragukan lagi, dan ia kini layak disebut sebagai salah satu pelatih terhebat dalam sejarah sepak bola Eropa.


Gambar Gravatar
Luna merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan