Festival Borobudur 2026: Dunia Bersatu dalam Toleransi dan Perdamaian

Festival Borobudur 2026: Dunia Bersatu dalam Toleransi dan Perdamaian

Diposting pada

Festival Borobudur Menyuarakan Persatuan dan Perdamaian Dunia

Borobudur, yang terletak di Kabupaten Magelang, menjadi pusat perhatian pada malam hari tanggal 30 Mei 2026. Di sana, semangat persatuan dan perdamaian dunia menggema dalam acara Borobudur Peace and Prosperity Festival (BPF) 2026. Festival ini merupakan perayaan tahun kelima yang dihadiri oleh berbagai tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk para duta besar negara sahabat, tokoh lintas agama, budayawan, komunitas internasional, serta pegiat perdamaian.

Festival dengan tema “One Life, One World” menjadi ruang untuk pertemuan antar bangsa dan budaya, yang bertujuan menyuarakan nilai-nilai persatuan, harmoni, perdamaian, dan kemakmuran bersama. Dalam acara tersebut, berbagai delegasi internasional hadir sebagai bukti komitmen bersama untuk membangun perdamaian dunia.

Empat Pilar Utama Festival

Ketua Panitia BPF 2026, Jeffry Yunus, menjelaskan bahwa festival ini dibangun di atas empat pilar utama, yaitu unity, harmony, peace, dan prosperity. Ia menekankan bahwa BPF tidak hanya menjadi ajang dialog lintas agama dan budaya, tetapi juga mendukung pengembangan UMKM, seni, budaya, serta masyarakat sekitar Borobudur secara inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, keterlibatan para duta besar dari berbagai negara menjadi simbol kuat bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam membangun jembatan perdamaian dunia. Dengan unity atau kesatuan yang sudah kita bangun bersama para duta besar dan berbagai negara sahabat, kita berharap Borobudur dapat menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.

Pada puncak acara, para peserta menyalakan ribuan lilin sebagai simbol cahaya harapan dan komitmen menjaga perdamaian. Jeffry menjelaskan bahwa lilin-lilin ini adalah nyala api, cahaya awal yang ingin kita bangun bersama. Api ini menjadi simbol semangat yang harus terus kita jaga dan tumbuhkan.

Kehadiran Perwakilan Duta Besar

Jeffry menyebutkan sedikitnya 10 negara mengirimkan perwakilan duta besar untuk menghadiri festival tersebut. Kehadiran para diplomat itu semakin memperkuat posisi Borobudur sebagai ruang dialog internasional yang menjunjung tinggi toleransi dan kemanusiaan.

Sementara itu, Duta Nasional UNICEF Indonesia, Ferry Chandra Salim, menilai BPF merupakan inisiatif penting yang konsisten mengangkat nilai kebudayaan dan perdamaian sejak pertama kali digagas lima tahun lalu. Ia menyebutkan bahwa ini merupakan tahun kelima dan diprakarsai oleh Bapak Riki Surya Prakasa. Beliau memiliki keinginan besar untuk menjaga budaya, membangkitkan rasa kebersamaan, dan menciptakan perdamaian.

Menurut Ferry, kehadiran para duta besar dan komunitas internasional setiap tahun membuat pesan perdamaian dari Borobudur dapat menjangkau masyarakat dunia. Ia menegaskan bahwa perdamaian harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Nilai-nilai toleransi dan persaudaraan perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa.

Masa Depan yang Damai dan Sejahtera

Melalui Borobudur Peace and Prosperity Festival 2026, Borobudur diharapkan semakin dikenal sebagai pusat budaya dan spiritual dunia yang menyuarakan toleransi, persaudaraan, serta harapan akan masa depan yang damai dan sejahtera bagi seluruh umat manusia.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan