Emas Antam Melonjak Hampir 10%, Peluang Cuan Saat Jual Kembali
Jakarta – Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, mencapai 9,49% hingga Selasa, Juni 2026. Meskipun pada hari yang sama harga pembelian kembali oleh Antam tercatat turun Rp25.000 menjadi Rp2.584.000 per gram, angka ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high – ATH) sebesar Rp2.989.000 yang dicapai pada akhir Januari 2026. Namun, penguatan kumulatif sepanjang tahun 2026 ini patut dicermati oleh para investor emas.
Harga buyback emas Antam merupakan patokan yang digunakan oleh perusahaan untuk membeli kembali emas yang telah dijual, dihitung per gram. Pergerakan harga ini sangat erat kaitannya dengan dinamika harga logam mulia di pasar global.
Memahami Konsep Buyback Emas
Buyback emas pada dasarnya adalah transaksi menjual kembali emas yang Anda miliki. Emas yang dijual kembali bisa dalam berbagai bentuk, seperti logam mulia batangan, koin emas, atau bahkan perhiasan emas. Umumnya, harga yang ditawarkan saat transaksi buyback akan sedikit lebih rendah dibandingkan dengan harga jual emas pada saat yang bersamaan.
Meskipun demikian, transaksi buyback emas tetap berpotensi mendatangkan keuntungan. Keuntungan ini dapat direalisasikan jika terdapat selisih harga yang cukup besar antara harga saat Anda membeli emas dan harga saat Anda menjualnya kembali (harga buyback). Investor yang cerdik biasanya memanfaatkan fluktuasi harga ini untuk memaksimalkan potensi keuntungan.
Implikasi Pajak dalam Transaksi Buyback
Penting untuk memahami implikasi pajak yang berlaku dalam transaksi penjualan kembali emas ke Antam. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai transaksi di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.
- Bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tarif PPh 22 yang dikenakan adalah sebesar 1,5 persen.
- Bagi yang tidak memiliki NPWP, tarif PPh 22 yang berlaku adalah sebesar 3 persen.
Pajak ini akan dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback. Oleh karena itu, calon investor disarankan untuk memastikan status kepemilikan NPWP mereka untuk mendapatkan tarif pajak yang lebih ringan.
Pergerakan Harga Emas Global dan Sentimen Pasar
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, pergerakan harga buyback emas Antam sangat dipengaruhi oleh harga logam mulia di pasar global. Analis-analis di Wall Street menunjukkan optimisme terhadap prospek harga emas dalam jangka pendek. Pergerakan positif logam mulia pada pekan lalu, yang berhasil pulih di tengah potensi perpanjangan gencatan senjata di Timur Tengah, menjadi salah satu faktor pendorong sentimen positif ini.
Marc Chandler, Direktur Pelaksana di Bannockburn Global Forex, mengemukakan pandangannya mengenai pergerakan emas. Ia mencatat bahwa logam kuning sempat diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari pada awal sesi Kamis, 29 Mei 2026. Ini merupakan kali pertama dalam dua tahun terakhir. Namun, emas berhasil melanjutkan tren pemulihannya menjelang akhir pekan, bahkan mencapai level tertinggi dalam tiga hari, sedikit di atas US$4.543 per ons.
Chandler menjelaskan lebih lanjut, “Gencatan senjata yang diperpanjang dipahami sebagai hal positif bagi emas karena menghilangkan potensi sumber likuidasi—eksportir minyak, dan kebutuhan likuiditas oleh beberapa importir minyak.” Pernyataan ini menggarisbawahi bagaimana ketegangan geopolitik dan dampaknya terhadap pasar energi dapat secara langsung memengaruhi permintaan dan harga emas.
Lebih lanjut, Chandler menambahkan bahwa pergerakan harga emas yang berhasil menembus area di atas US$4.585 per ons akan semakin memperkuat sentimen teknis pasar terhadap komoditas ini. Hal ini mengindikasikan bahwa level harga tertentu dapat menjadi pemicu bagi lebih banyak investor untuk masuk ke pasar emas, mendorong kenaikan lebih lanjut.
Bagi investor di Indonesia, memantau tren harga emas global dan faktor-faktor yang memengaruhinya, seperti isu geopolitik dan kebijakan moneter, menjadi krusial untuk mengambil keputusan investasi yang tepat, baik saat membeli maupun saat menjual kembali emas mereka.




