Ringkasan Berita:
- Musim durian di Aceh Tamiang bertepatan dengan pencairan bantuan stimulan banjir.
- Peredaran uang bantuan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
- Pedagang durian melaporkan peningkatan penjualan yang signifikan setiap malamnya.
- Warga memanfaatkan dana jaminan hidup untuk berbelanja kebutuhan dan hiburan.
- Aktivitas ekonomi di kawasan Kualasimpang kembali bergairah pascabanjir bandang.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
, KUALASIMPANG – Musim durian di Kabupaten Aceh Tamiang tahun ini bertepatan dengan pencairan bantuan stimulan bagi korban banjir.
Peredaran uang dari bantuan tersebut memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat yang sebelumnya sempat lesu akibat banjir bandang.
Bu Sal, pedagang durian di Jalan Ir Juanda, Karang Baru, Aceh Tamiang, mengaku musim durian kali ini menjadi penghibur di tengah kondisi ekonomi keluarganya.
Meski bantuan stimulan banjir yang menjadi haknya belum diterima, tingginya permintaan durian membuat usahanya kembali bergairah.
Setiap malam, lapak durian yang dibukanya di dekat Bank Aceh dipadati pembeli.
“Alhamdulillah, kalau kami bisa menjual sekitar 100 buah per malam. Tapi itu belum seberapa, karena pedagang di ujung sana bisa menjual hingga 300 buah,” ujar Bu Sal, Minggu (28/6/2026) malam.
Meningkatnya jumlah pembeli tidak terlepas dari mulai cairnya berbagai bantuan stimulan banjir. Kondisi ini juga terlihat dari ramainya toko elektronik hingga lapak jajanan di kawasan Kota Kualasimpang.
“Iya, kebetulan jadup (jaminan hidup) kami sudah cair,” kata seorang warga yang sedang mengantre membeli durian.
Pedagang lainnya, Izal, mengatakan keramaian pembeli mulai terlihat sejak sore hingga malam hari.
Untuk memenuhi permintaan, ia harus bolak-balik mengambil pasokan durian langsung dari Kampung Alur Sali menggunakan sepeda motor modifikasi atau along-along.
Setiap kali mengangkut, Izal membawa sekitar 40 buah durian. Dalam sehari, penjualannya rata-rata mencapai 100 buah.
“Bahkan malam Minggu kemarin saya sampai empat kali angkut,” ujarnya.




