Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, memberikan pandangannya mengenai jalannya tes pramusim hari pertama di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, yang berlangsung pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sesi ini menjadi momen krusial, menandai uji coba terakhir sebelum gelaran pembuka MotoGP 2026 yang juga akan dihelat di lintasan yang sama keesokan pekannya.
Tardozzi mengungkapkan bahwa fokus utama tim selama tes pramusim terakhir ini adalah pada pengembangan dan pengujian elemen aerodinamika. “Pagi ini kami membandingkan dua jenis ban, satu dengan kompon medium dan satu lagi dengan kompon soft,” ungkap Tardozzi kepada media. “Namun, yang paling penting bagi kami adalah pekerjaan pada sektor aerodinamika, khususnya dalam proses pemilihan fairing yang akan kami sertifikasi.”
Proses ini, menurut Tardozzi, merupakan kelanjutan dari keputusan yang telah diambil sebelumnya. “Kami hanya perlu mengonfirmasi keputusan yang telah kami ambil di Sepang dan memverifikasi kebenarannya dengan mengujinya di sirkuit yang berbeda, seperti di Buriram ini,” jelasnya.
Selain membahas performa motor dan komponen, Tardozzi juga memberikan komentar mengenai insiden yang dialami oleh salah satu pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez. Marquez dilaporkan mengalami kecelakaan pada sesi pagi hari di tikungan ke-12, saat melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Perlu dicatat, selama jalannya tes hari pertama ini, Marc Marquez terlihat menggunakan fairing baru, sementara rekan setimnya, Francesco Bagnaia, menjajal dua konfigurasi fairing yang berbeda.
Menanggapi performa Bagnaia, Tardozzi menyatakan, “Pecco (Francesco Bagnaia) dalam kondisi yang sangat baik.” Mengenai insiden Marquez, Tardozzi mengaitkannya dengan kondisi lintasan. “Sayangnya, kecelakaan pertama Marc disebabkan oleh garis putih yang sangat licin di area tikungan tersebut. Pecco juga sempat mengeluhkan hal yang sama,” ungkap Tardozzi. Ia menambahkan bahwa tim telah segera berkomunikasi dengan manajemen balapan terkait masalah ini. “Saya baru saja berbicara dengan pihak manajemen balapan, dan kami akan berusaha agar masalah ini dapat diperbaiki sebelum balapan pekan depan,” tegasnya.
Meskipun mengalami insiden, performa Marc Marquez di sesi sore hari menjelang akhir tes patut diapresiasi. Ia berhasil mencatatkan putaran waktu yang impresif, bahkan mampu merangsek naik ke posisi kedua dalam daftar catatan waktu. Dengan waktu 1 menit 29,391 detik, Marquez hanya tertinggal tipis 0,129 detik dari pembalap tercepat hari itu, yang tak lain adalah adiknya sendiri, Alex Marquez, yang memperkuat tim BK8 Gresini Racing.
Davide Tardozzi mengakui bahwa tingkat cengkeraman (grip) di Sirkuit Buriram bukanlah yang terbaik dibandingkan sirkuit lain dalam kalender MotoGP. Namun, ia tetap menunjukkan optimisme terhadap kondisi lintasan. “Ini tentu bukan sirkuit dengan daya cengkeram terbaik yang ada di kalender kami, tetapi kondisinya secara keseluruhan cukup baik,” ujarnya.
Meskipun demikian, Tardozzi tidak menutup kemungkinan adanya faktor eksternal yang dapat memengaruhi kondisi lintasan. “Namun, hujan bisa saja merusak tingkat cengkeraman yang sudah ada ini,” pungkasnya, mengingatkan akan potensi perubahan cuaca.
Para pembalap Ducati Lenovo, bersama dengan tim-tim lainnya, masih memiliki satu hari penuh untuk sesi tes terakhir yang dijadwalkan pada Minggu, 22 Februari 2026, sebelum memasuki atmosfer kompetisi sesungguhnya. Kesempatan ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk finalisasi setup motor dan strategi balapan.



















