Menteri Kelautan dan Perikanan Ternyata Pemegang Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk
Di tengah kesibukannya memimpin sektor kelautan dan perikanan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, ternyata memiliki aset yang cukup signifikan di sektor pertambangan. Data terbaru yang dirilis oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) per tanggal 27 Februari 2026, mengungkap bahwa Trenggono merupakan salah satu pemegang saham di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Kepemilikan sahamnya tercatat sebanyak 251,61 juta lembar, yang setara dengan 1,03% dari total saham perusahaan. Kepemilikan ini mengindikasikan keterkaitannya dengan Grup Saratoga–Garibaldi.
Struktur Kepemilikan Saham MDKA: Siapa Saja Pemegang Terbesarnya?
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memiliki struktur kepemilikan saham yang terdiversifikasi, melibatkan berbagai entitas bisnis besar hingga institusi negara. Berdasarkan data kepemilikan saham di atas 1%, terlihat beberapa pemain kunci yang menguasai porsi terbesar:
- PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG): Entitas ini memegang posisi sebagai pemegang saham terbesar, dengan total kepemilikan mencapai 4,73 miliar saham atau 19,37% dari keseluruhan saham MDKA.
- PT Mitra Daya Mustika: Perusahaan ini menempati posisi kedua terbesar dalam kepemilikan saham, menggenggam 2,90 miliar lembar saham, yang merepresentasikan 11,88%.
- Garibaldi Thohir: Sosok yang dikenal dalam dunia bisnis ini memiliki 1,82 miliar saham, atau setara dengan 7,46% kepemilikan.
- PT Suwarna Arta Mandiri: Perusahaan ini juga merupakan pemegang saham signifikan, dengan total kepemilikan 1,33 miliar saham, atau 5,46%.
- Hongkong Brunp & CATL Co., Limited: Investor institusi asing ini memegang 1,20 miliar saham, yang berarti 4,93% dari total kepemilikan MDKA.
- Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi: Instansi pemerintah daerah ini tercatat memiliki 973,25 juta saham, atau 3,98%.
- PT Srijaya Kapital: Perusahaan ini menguasai 578,40 juta saham, atau 2,36% dari total saham.
- BPJS Ketenagakerjaan (Program Jaminan Hari Tua): Dana pensiun pekerja ini memiliki 527,10 juta saham, yang setara dengan 2,15%.
- PT Trinugraha Thohir: Entitas ini menguasai 484,10 juta saham, atau 1,98%.
- BPJS Ketenagakerjaan (Program Jaminan Pensiun): Selain melalui program JHT, BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki 345,93 juta saham melalui program Jaminan Pensiun, atau 1,41%.
- Santoso Kartono: Individu ini tercatat memiliki 303,82 juta saham, setara dengan 1,24%.
Kinerja Finansial dan Operasional MDKA Sepanjang 2025
Kinerja finansial dan operasional PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menunjukkan hasil yang positif pada periode yang berakhir 31 Desember 2025. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan yang belum diaudit sebesar US$ 1,89 miliar, yang jika dikonversi ke dalam Rupiah setara dengan Rp 31,67 triliun.
Dalam segmen operasi emas, Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) mencatatkan produksi sebanyak 103.156 ounces sepanjang tahun buku 2025. Kinerja produksi ini ditopang oleh volume penjualan emas yang mencapai 104.168 ounces. Yang menarik, harga jual rata-rata emas mengalami peningkatan signifikan, yaitu sebesar US$3.138 per ons. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 32% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya (year on year).
Sementara itu, operasi tembaga yang berlokasi di Tambang Wetar mencatat hasil produksi yang cukup baik. Pada kuartal IV tahun 2025, tambang ini memproduksi 2.990 ton tembaga. Jika akumulasi sepanjang tahun 2025, total produksi tembaga mencapai 10.454 ton. MDKA terus berupaya untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang ada. Saat ini, perusahaan sedang menjalankan studi mendalam untuk mengevaluasi berbagai opsi guna memperpanjang umur tambang. Selain itu, studi tersebut juga bertujuan untuk mengeksplorasi peluang peningkatan tingkat perolehan tembaga dalam jangka panjang.
Proyek Tembaga Tujuh Bukit, yang diakui sebagai salah satu proyek tembaga-emas terbesar di dunia yang masih dalam tahap pengembangan, juga menunjukkan kemajuan yang berarti. Sepanjang tahun 2025, studi kelayakan untuk proyek ini terus menunjukkan perkembangan positif.
Inovasi dan Proyeksi MDKA di Masa Depan
Perkembangan signifikan pada Proyek Tembaga Tujuh Bukit mencakup beberapa aspek krusial, antara lain:
- Perencanaan Tambang Terintegrasi: Tahap perencanaan tambang yang terintegrasi sedang digarap untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan operasional.
- Program Metalurgi yang Ditingkatkan: Pengembangan program metalurgi yang inovatif dilakukan untuk mengoptimalkan proses ekstraksi dan pemrosesan mineral.
- Optimalisasi Proses Pengolahan: Berbagai upaya dilakukan untuk mengoptimalkan proses pengolahan, yang akan mendukung jalur pengembangan jangka panjang yang lebih terintegrasi dan efisien.
Menatap tahun 2026, PT Merdeka Copper Gold Tbk memiliki target produksi emas yang ambisius. Perusahaan menargetkan total produksi emas sebesar 180.000–205.000 ounces. Target ini akan didukung oleh kontribusi dari Tambang Emas Pani yang baru, serta produksi yang berkelanjutan dari Tambang Tujuh Bukit. Target ini masih menunggu persetujuan dari Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang akan diajukan. Dengan berbagai strategi pengembangan dan proyeksi positif, MDKA terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri pertambangan mineral Indonesia.



















