Peran Vital Pemuda dalam Pembangunan Berkelanjutan Gowa: Sinergi dengan Pemerintah untuk Masa Depan Gemilang
Pembangunan daerah yang berkelanjutan, sebuah konsep krusial untuk kemajuan jangka panjang, sejatinya tidak dapat dipisahkan dari kontribusi aktif generasi muda. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dalam sebuah dialog kepemudaan yang diselenggarakan bersamaan dengan acara buka puasa bersama di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa. Acara yang bertajuk “Merajut Silaturrahmi, Memperkuat Sinergi: Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah dalam Membangun Daerah Kabupaten Gowa” ini menjadi saksi bisu pertemuan strategis antara para pemangku kebijakan di tingkat daerah dengan para agen perubahan masa depan.
Dialog ini dirancang sebagai platform interaktif, menciptakan ruang dialog yang konstruktif bagi pemerintah daerah dan generasi muda untuk secara mendalam membahas dan merumuskan peran strategis pemuda dalam setiap lini pembangunan Kabupaten Gowa. Bupati Talenrang secara lugas menyampaikan pandangannya, “Sejarah telah berulang kali membuktikan bahwa kemajuan sebuah bangsa, sebuah daerah, tidak pernah bisa dilepaskan dari peran sentral generasi mudanya.”
Lebih jauh, beliau menyoroti kekayaan sejarah Kabupaten Gowa yang sarat dengan jejak perjuangan bangsa, termasuk kiprah pahlawan nasional legendaris, Sultan Hasanuddin, yang dijuluki sebagai “Ayam Jantan dari Timur”. “Dari bumi Gowa inilah lahir sosok Sultan Hasanuddin, sebuah simbol keberanian dan kehormatan yang hingga kini terus menjadi sumber inspirasi tak ternilai bagi generasi muda saat ini,” ujar Bupati Talenrang, disambut antusiasme para pemuda yang hadir.
Jika pada era lampau perjuangan dimaknai sebagai mengangkat senjata melawan penjajahan, maka paradigma tersebut kini telah bergeser. Bupati Talenrang menekankan bahwa tantangan yang dihadapi pemuda masa kini jauh lebih kompleks. Mereka dituntut untuk mengangkat gagasan-gagasan inovatif, menguasai ilmu pengetahuan terkini, dan menghasilkan terobosan-terobosan yang dapat menjawab berbagai tantangan zaman yang terus berkembang.
“Tantangan kalian hari ini bukanlah lagi mengangkat senjata fisik, melainkan mengangkat derajat bangsa melalui kekuatan inovasi, ledakan kreativitas, serta penguasaan mendalam atas ilmu pengetahuan dan literasi digital. Kita tengah berada dalam pusaran era disrupsi, di mana kelangsungan hidup dan kesuksesan bukan lagi ditentukan oleh kekuatan semata, melainkan oleh kemampuan beradaptasi yang paling cepat,” tegas Bupati perempuan pertama di Gowa ini.
Selain fokus pada pengembangan intelektual dan adaptabilitas, Bupati Talenrang juga mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Gowa yang telah mengakar kuat. Nilai-nilai seperti sipakatau (memanusiakan manusia), sipakalabbiri’ (saling mengasihi), dan sipakainga’ (saling mengingatkan) harus menjadi kompas moral bagi generasi muda. Nilai-nilai ini krusial dalam membentuk karakter yang kokoh, menjaga adab kesopanan, serta memperkuat tenun persatuan di tengah keberagaman masyarakat Gowa.
Lebih lanjut, Bupati Talenrang menggarisbawahi bahwa Indonesia saat ini tengah menikmati momentum emas dari bonus demografi. Fenomena ini merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh generasi muda untuk mengambil peran yang lebih aktif dan signifikan dalam kancah pembangunan bangsa. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, serta visi besar Asta Cita Presiden, yang menempatkan generasi muda sebagai subjek utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter kuat, dan memiliki daya saing global.
“Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi motor penggerak utama perubahan. Kalian adalah bagian tak terpisahkan dari fondasi kokoh yang akan membawa Indonesia menuju cita-cita ‘Indonesia Emas 2045’,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Pernyataan Bupati Gowa ini disambut hangat oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gowa, Alumnus. Ia memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya dialog kepemudaan tersebut, menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis yang sangat positif untuk mempererat tali komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan para pemuda.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gowa atas penyelenggaraan acara yang luar biasa ini. Dialog semacam ini membuka pintu lebar bagi sinergi dan kolaborasi yang lebih erat antara kami, para pemuda, dengan pemerintah,” ujar Alumnus.
Ia juga menyatakan kegembiraannya atas ajakan Bupati Gowa yang secara langsung membuka ruang bagi para pemuda untuk menyumbangkan gagasan dan pemikiran mereka dalam proses pembangunan daerah. “Kami merasa sangat terhormat dan senang ketika Bupati Gowa secara eksplisit meminta masukan dan pemikiran dari kami para pemuda. Ini adalah bentuk kepercayaan yang sangat besar, dan kami siap mengawal kepercayaan ini bersama-sama demi kemajuan Kabupaten Gowa yang kita cintai,” imbuhnya.
Melalui dialog kepemudaan yang telah terjalin ini, diharapkan akan lahir sinergi yang semakin kuat dan berkelanjutan antara pemerintah daerah dan generasi muda. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Gowa yang lebih maju, inklusif, berdaya saing, dan mampu memberikan kesejahteraan merata bagi seluruh masyarakatnya.



















