• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Internasional

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, AS Dituduh Blokade Laut

Rizki by Rizki
26 April 2026 - 03:00
in Internasional
0

Kenaikan Tensi di Selat Hormuz

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali memperketat kebijakan terhadap jalur pelayaran internasional, dengan menegaskan larangan bagi kapal-kapal komersial untuk melintasi Selat Hormuz. Keputusan ini diambil setelah sejumlah kapal, termasuk kapal tanker, dilaporkan menjadi sasaran serangan Teheran. IRGC menuding blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat sebagai pemicu utama langkah drastis tersebut.

Dalam pernyataannya, Angkatan Laut IRGC menegaskan larangan keras bagi kapal-kapal untuk bergerak di kawasan Teluk Persia maupun Laut Oman. Mereka menyatakan bahwa tidak ada kapal yang boleh bergerak dari tempat berlabuhnya. Selain itu, mereka memperingatkan bahwa setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai musuh. Pelanggaran terhadap larangan ini akan berujung pada tindakan militer.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menolak anggapan bahwa Iran dapat menekan Washington melalui ancaman terhadap jalur pelayaran internasional. Ia menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran akan terus berlanjut hingga tercapai kesepakatan damai. Trump juga menyebut bahwa percakapan yang sangat baik dan semuanya berjalan dengan sangat baik terkait negosiasi dengan Teheran.

Kecemasan Global Akibat Penutupan Selat Hormuz

Penutupan Selat Hormuz kali ini terjadi di tengah gencatan senjata dua minggu yang sesuai kesepakatan akan berakhir pada 22 April. Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) menilai blokade AS sebagai pelanggaran perjanjian, sehingga menegaskan akan menutup kembali selat tersebut selama blokade masih berlangsung.

Situasi ini memicu kekhawatiran global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dunia. Hampir 20 persen pasokan minyak dunia melewati selat ini, sehingga setiap gangguan berpotensi menimbulkan lonjakan harga energi. Sebelumnya, jalur tersebut telah mengalami gangguan selama hampir dua bulan, yang berdampak pada naiknya harga minyak dan gas di pasar internasional.

Baca Juga  Komisi I Minta RI Dorong PBB Tuntut Israel Bertanggung Jawab

Perkembangan Terkini di Kawasan Teluk

Situasi geopolitik di kawasan Teluk kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan pernyataan tegas terkait status Selat Hormuz. Keputusan untuk menutup selat ini diumumkan oleh IRGC pada Minggu (19/4/2026), sehari setelah jalur strategis tersebut sempat dibuka kembali secara sementara. Penutupan ini dilakukan menyusul laporan bahwa sejumlah kapal, termasuk kapal tanker, menjadi sasaran serangan Teheran pada Sabtu (18/4/2026).

Keputusan ini menunjukkan meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia. Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal komersial. Hal ini memicu kecemasan internasional karena hampir 20 persen pasokan minyak dunia melewati selat ini, sehingga berpotensi menaikkan harga energi global.

Pernyataan dari IRGC dan Ancaman Militer

IRGC menegaskan bahwa larangan bagi kapal-kapal untuk bergerak di kawasan Teluk Persia maupun Laut Oman adalah tindakan yang sangat penting. Mereka menegaskan bahwa setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai musuh. Pelanggaran terhadap larangan ini akan berujung pada tindakan militer.

Pernyataan ini disampaikan dalam pernyataan resmi IRGC, yang mengutip BBC pada Minggu (19/4/2026). Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa tidak ada kapal yang boleh bergerak dari tempat berlabuhnya. Ancaman ini menunjukkan bahwa Iran siap bertindak keras jika diperlukan.

Tanggapan dari Pihak AS

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran tetap berlanjut hingga tercapai kesepakatan damai. Ia menolak anggapan bahwa Iran dapat ‘memeras’ AS dengan ancaman terkait jalur air tersebut. Trump menyebut bahwa percakapan yang sangat baik dan semuanya berjalan dengan sangat baik terkait negosiasi dengan Teheran.

Tanggapan ini menunjukkan bahwa AS tetap bersikeras pada posisi politiknya, meskipun situasi di kawasan Teluk semakin memanas. Trump juga menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran akan terus berlanjut hingga tercapai kesepakatan damai.

Baca Juga  Kondisi Kejiwaan Ammar Zoni yang Kembali ke Nusakambangan, Kamelia: Alhamdulillah Tidak Gila

Potensi Dampak Ekonomi

Penutupan Selat Hormuz memiliki potensi dampak ekonomi yang signifikan. Harga energi global bisa mengalami lonjakan akibat gangguan distribusi minyak. Sebelumnya, jalur ini telah mengalami gangguan selama hampir dua bulan, yang berdampak pada kenaikan harga minyak dan gas di pasar internasional.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak dari wilayah Teluk. Kenaikan harga energi bisa berdampak pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi global. Oleh karena itu, para pemangku kepentingan di seluruh dunia sedang memantau situasi ini dengan cermat.


Tags: blokadedituduhhormuzinternasionalkembali
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Isi Draf Kesepakatan Damai AS-Iran Jadi Sorotan Dunia
Internasional

Isi Draf Kesepakatan Damai AS-Iran Jadi Sorotan Dunia

14 Juni 2026 - 05:19
Perang AS-Iran Memanas, Trump Klaim Kesepakatan Damai Segera Ditandatangani
Internasional

Perang AS-Iran Memanas, Trump Klaim Kesepakatan Damai Segera Ditandatangani

14 Juni 2026 - 02:39
AS Kehabisan Pasokan Strategis: Benarkah Akibat Ketergantungan pada China?
berita

AS Kehabisan Pasokan Strategis: Benarkah Akibat Ketergantungan pada China?

3 Juni 2026 - 23:30
Ambisi Nvidia Rp2.670 Triliun: Investasi Fantastis yang Mengguncang Dunia Teknologi
berita

Ambisi Nvidia Rp2.670 Triliun: Investasi Fantastis yang Mengguncang Dunia Teknologi

3 Juni 2026 - 22:31
Iran Gempur Pangkalan Militer Kuwait: Ancaman Baru, Timur Tengah Makin Memanas
Internasional

Iran Gempur Pangkalan Militer Kuwait: Ancaman Baru, Timur Tengah Makin Memanas

3 Juni 2026 - 18:07
Internasional

Israel Perluas Operasi Militer di Lebanon: Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi

3 Juni 2026 - 17:37
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Jeni Rahmadial Fitri: Kasus Baru Mantan Putri Indonesia Riau

Jeni Rahmadial Fitri: Kasus Baru Mantan Putri Indonesia Riau

19 Juni 2026 - 07:34
Megyn Kelly Slams Jill Biden’s ‘Perfect’ Joe Biden Mental Health Claims

Megyn Kelly Slams Jill Biden’s ‘Perfect’ Joe Biden Mental Health Claims

19 Juni 2026 - 07:08
Pakar Hukum: Vonis Bebas untuk Kerry Riza dalam Kasus Pertamina

Pakar Hukum: Vonis Bebas untuk Kerry Riza dalam Kasus Pertamina

19 Juni 2026 - 07:08
Kabar Makassar: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,4 Persen, Dampaknya pada UMKM dan Investasi

Kabar Makassar: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,4 Persen, Dampaknya pada UMKM dan Investasi

19 Juni 2026 - 07:03
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In